PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Jelang perayaan Imlek yang jatuh pada 29 Januari 2025 mendatang, ratusan siswa di Sekolah Metta Maitreya Pekanbaru membuat beragam pernak-pernik yang akan digunakan saat perayaan Tahun Baru Imlek.
Dalam membuat pernak-pernik khas Imlek yang bernuansa serba merah ini. Para siswa dibantu langsung oleh mahasiswa Universitas Huaqiao, Provinsi Fujian, Tiongkok yang memberikan pelatihan budaya kepada siswa, Rabu (15/1).
Menurut Kepala Sekolah SMK Metta Maitreya, Meiga Ervianti, pihaknya sangat mengapresiasi dan berterimakasih atas kedatangan para siswa dari Universitas Huaqiao, Provinsi Fujian, Tiongkok yang memberikan pelatihan budaya Tionghoa kepada siswa.
Para mahasiswa ini memang merupakan warga Indonesia yang bersekolah di luar negeri dan ikut melestarikan kebudayaan Tionghoa dengan memberikan pelatihan langsung kepada siswa sekolah.
Dimana untuk di Sekolah Meta Maitreya sendiri ada 91 siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan 113 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang ikut membuat pernak-pernik khas Imlek seperti lampion dan lainnya.
"Kedatangan mahasiswa dari universitas sangat membantu dalam memberikan wawasan kebudayaan Tionghoa kepada siswa.dan kami harapkan program dilaksanakan kembali di tahun mendatang," tegasnya
Baca Juga: Kurangi Dampak Abrasi, Bupati Meranti Tanam Ribuan Mangrove
Sementara itu, salah satu mahasiswa Universitas Huaqiao, Alwin menjelaskan kedatangan dirinya bersama ketujuh mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di Universitas Huaqiao ingin memberikan edukasi kepada generasi muda tionghoa tentang kebudayaan dan tradisi yang harusnya dikenal lebih mendalam bagi generasi muda.
Apalagi di Indonesia sendiri, kebudayaan dan tradisi Tionghoa tidak banyak dikenal oleh generasi muda, sehingga mereka membawakan langsung berbagai pernak-pernik khas Imlek yang selalu ada saat perayaan tahun baru tersebut.
"Saya membawa teman-teman asal Indonesia ke Pekanbaru untuk memberikan edukasi dan juga pelatihan kepada siswa tentang kebudayaan Tionghoa yang ada saat perayaan Imlek,"katanya
Menurutnya, dengan adanya pelatihan ini dapat menambah wawasan siswa, terutama tentang budaya Tionghoa dan ikut menyebarluaskan ilmu yang didapat kepada sanak saudara sehingga kebudayaan Tionghoa dapat terus dikenal dari generasi ke generasi.
"Pelatihan tidak hanya dilaksanakan di Pekanbaru, namun beberapa kota lainnya di Indonesia seperti Jakarta dan juga Probolinggo," terangnya.
Sebelum terjun ke sekolah, lanjutnya, mahasiswa Huaqiao terlebih dahulu dibekali serta diberikan pelatihan oleh pihak kampus.
Diungkapkan mahasiswa Universitas Huaqiao dengan jurusan Bahasa Mandarin ini, salah satu materi yang disampaikan kepada siswa Sekolah Metta Maitreya cara membuat lampion dari angpao.
Selain itu, siswa dikenalkan simbol-simbol Tahun Baru Imlek,yang diharapkan kedepannya pihak sekolah bisa bekerja sama dengan pihak kampus untuk terus mengenalkan kebudayaan Tionghoa kepada generasi muda.
"Siswa sangat tertarik dan antusias mengikuti pelatihan budaya. Mudah-mudahan menambah kreatifitas siswa dalam menyambut Tahun Baru Imlek," ujarnya
Salah satu siswa SMK Maitreya, Alyssa mengaku merasa senang mengikuti pelatihan budaya ini, karena dapat menambah wawasannya tentang Tionghoa.
Apalagi ia memang memiliki keinginan untuk melanjutkan pendidikan ke Tiongkok. Sehingga pelatihan singkat ini sangat berguna.
"Pernak-pernik yang dibuat sangat mudah dan ternyata hanya perlu beberapa bahan saja, sudah bisa jadi lampion yang cantik dari kertas angpao,"katanya
Sementara itu, Wakil Ketua II Yayasan Prajna Mitra Maitreya, Ket Tjing menyambut baik program yang menyangkut kebudayaan, terutama mahasiswa yang datang dari universitas luar negeri.
Apalagi kebudayaan Tionghoa bagian dari kehidupan, mayoritas anak-anak sangat senang karena tenaga pengajarnya sudah memiliki pengalaman langsung dari Tiongkok dan memberikan edukasi tentang simbol-simbol yang kerap ada disaat perayaan Imlek.
"Kita sangat menyambut baik dengan kedatangan para mahasiswa ini karena ini sangat bermanfaat bagi para siswa yang sebentar lagi akan merayakan perayaan tahun baru Imlek sehingga mereka memahami langsung simbol-simbol yang identik dengan kebudayaan Tionghoa,"tegasnya (Ayi)
Editor : Rindra Yasin