Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Bank Sampah Wana Reja Reja Hadir Minimalisir Sampah

Herianto Baserah • Rabu, 5 Maret 2025 | 09:04 WIB
Para pengurus Bank Sampah Wana Reja Reja SMKKN Pekanbaru foto bersama dengan hasil kerajinan, Selasa (4/3/2025).
Para pengurus Bank Sampah Wana Reja Reja SMKKN Pekanbaru foto bersama dengan hasil kerajinan, Selasa (4/3/2025).

PEKANBARU (RIAUPOS.CO)- Bank Sampah Wana Reja Reja Sekolah Menengah Kejuruan Kehutanan Negeri (SMKKN) Pekanbaru hadir meminimalisir sampah di lingkungan sekolah. Bank sampah ini dibuka setiap Selasa mulai pukul 08.00 sampai 11.00 WIB. Pengurusnya sebanyak delapan orang. Sebagian besar adalah kalangan ibu-ibu.

Kepala SMKKN Pekanbaru Mukhamad Ari Hidayanto SHut kepada Riau Pos, Selasa (4/3) mengatakan, sangat menyambut baik kehadiran bank sampah. ’’Ini merupakan wahana untuk menciptakan pola pikir baru, bahwa sampah harus diolah sebaik mungkin. Prinsipnya, sampahmu tanggung jawabmu, sampahku tanggung jawabku,’’ ujarnya.

Prinsip tersebut, katanya, menjadi satu hal yang tidak bisa berjalan kalau tidak ada wahananya untuk mengumpulkan sampah. ‘’Bank Sampah ini memang kita buka kembali minimal untuk lingkungan sekolah. Mulai dari asrama, kompleks sekitar sekolah agar terbebas dari sampah”.

Kegiatan atau proses di bank sampah adalah mulai dari memilah-milah jenis sampah. Dengan adanya bank sampah ini maka membuang sampah tidak perlu lagi keluar. Sampah diharapkan betu-betul bisa diolah. ‘’Kami mengintegrasikan sampah organik untuk menjadi makanan maggot. Maggot nanti akan dijadikan sumber makanan ikan. Daun akan menjadi kompos bagi tanaman. Sedangkan bahan-bahan kertas, kardus dikelola di Bank Sampah Wana Reja Reja,’’ ujarnya.

Disebutkannya, siswa yang masih bersekolah saat ini adalah generasi emas. Mereka diharapkan bisa mengadopsi budaya peduli lingkungan, di mana jika melihat sampah langsung dimasukkan ke dalam kantong. Ini dapat menjadi kebiasaan dan kebudayaan.

’’Budaya maupun karakter seperti itu bisa mereka bawa ke masyarakat, ketika lulus nanti. Hal tersebut adalah nilai-niai kebaikan, ’’ paparnya.

Pengurus Bank Sampah Wana Reja Reja SMKKN Pekanbaru, Virtiani mengatakan, pihaknya menerapkan 5R. Pertama, Reduce (mengurangi). Mengurangi jumlah sampah. Kedua, Reuse (penggunaan kembali). Menggunakan kembali barang atau material yang masih layak pakai. Ketiga, Recycle (mendaur ulang). Mengolah kembali barang-barang yang telah digunakan untuk dapat digunakan kembali. Keempat, Replace (Mengganti). Mengganti barang sekali pakai dengan barang yang tahan lama. Kelima, Replant (penanaman kembali). Penanaman kembali atau reboisasi.

‘’Sampah-sampah anorganik berupa botol plastik, botol kaca, kaleng, besi keropos, kertas, barang elektronik bekas yang rusak bisa diolah menjadi kerajinan tangan,’’ ungkap Virtiani.

Disebutkannya, di dalam kompleks sekolah ini, ada 30 kepala keluarga. Kemudian 300 siswa yang tinggal di asrama.(lim/c)

Editor : Arif Oktafian
#sampah non organik #bank sampah #sampah organik #Lingkungan sekolah #Sampah #SMKKN #pekanbaru #pengolahan sampah