Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

9.540 Siswa Diterima di SMP Negeri Kota Pekanbaru, SD Negeri Tampung 9.716 Murid

Hendrawan Kariman • Sabtu, 5 Juli 2025 | 12:30 WIB
ILUSTRASI SPMB SMP
ILUSTRASI SPMB SMP

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - RANGKAIAN sistem penerimaan murid baru (SPMB) Tahun Ajaran 2025/2026 tingkat SD dan SMP negeri di Kota Pekanbaru tuntas dilaksanakan. Calon peserta didik yang dinyatakan lulus SPMB juga telah melakukan daftar ulang ke sekolah yang dituju.

’’Sudah selesai semua. Daftar ulang juga sudah selesai kemarin,’’ kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Abdul Jamal, Jumat (4/7).

Ia menuturkan, tercatat sebanyak 9.540 pendaftar yang lulus dalam SPMB tingkat SMP negeri. Sementara untuk tingkat SD, pendaftar yang lulus berjumlah 9.716 orang.

Pendaftar yang lulus SPMB tersebut, mereka menjalani pendaftaran ulang dari tanggal 30 Juni sampai 2 Juli 2025.

‘’Jadi daftar ulang sudah tuntas, sekarang tinggal pengenalan sekolah lagi,’’ ucap Jamal.

Sesuai jadwal, masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) akan dimulai di hari pertama masuk sekolah tanggal 14 Juli mendatang.

Untuk MPLS SMP negeri, terang Jamal, akan dilangsungkan selama tiga hari dimulai 14-16 Juli 2025.

‘’Kemudian untuk MPLS SD itu selama 6 hari dari 14-19 Juli 2025,’’ tutupnya.

Pastikan Siswa Tak Lolos Negeri Terakomodir

Anggota Komisi III DPRD Kota Pekanbaru Zakri Fajar Triyanto mendorong Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru untuk segera memberi solusi bagi para calon siswa yang tidak diterima di sekolah negeri dalam SPMB tahun ini.

Zakri menyoroti lonjakan jumlah pendaftar pada jalur domisili tingkat SMP yang melampaui kuota. Tercatat, sebanyak 8.667 siswa mendaftar, sementara kuota yang tersedia hanya 5.329 siswa. Ia menyarankan agar siswa yang tidak terakomodir ini dialihkan ke sekolah swasta dengan biaya pendidikan ditanggung melalui program bantuan operasional sekolah daerah (BOSda). 

‘’Kalau tidak jebol di sekolah negeri, nanti akan dibantu masuk ke swasta. Biaya sekolahnya juga digratiskan. Kita dorong pemerintah untuk hadir membantu, jangan sampai ada anak Pekanbaru yang tidak bisa sekolah,’’ ujar Zakri.

Politisi PDIP ini menambahkan, sekolah swasta yang akan dijadikan alternatif sebaiknya disesuaikan dengan lokasi domisili siswa. Sehingga tidak menjadi beban tambahan bagi orang tua.(ilo/end)

Editor : Bayu Saputra
#bosda #disdik pekanbaru #SPMB SMP