Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Tanoto Foundation Cetak Aktor Pembangunan untuk Akselerasi SDM Indonesia

Redaksi • Senin, 1 September 2025 | 14:50 WIB
Kiri ke kanan: Anggota Dewan Wali Amanat Tanoto Foundation, Belinda Tanoto (layar kiri), Country Head, Tanoto Foundation Indonesia, Inge Kusuma dan Head of Leadership Development and Scholarship Tanot
Kiri ke kanan: Anggota Dewan Wali Amanat Tanoto Foundation, Belinda Tanoto (layar kiri), Country Head, Tanoto Foundation Indonesia, Inge Kusuma dan Head of Leadership Development and Scholarship Tanot

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Indonesia masih menghadapi tantangan serius dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Berdasarkan laporan Human Capital Index (HCI) Bank Dunia tahun 2020, skor Indonesia hanya 0,54. Artinya, seorang anak yang lahir di Indonesia saat ini diperkirakan hanya dapat mencapai 54% dari potensi produktivitasnya pada kondisi ideal.

Angka ini jauh di bawah negara-negara lain di Asia. Sebagai perbandingan, Thailand mencatat skor 0,61% dan Malaysia 0,62%.  Hal ini menandakan bahwa masih ada kesenjangan yang mendasar seperti kualitas pendidikan dasar yang belum merata, gizi anak yang masih rendah, serta keterbatasan sistem kesehatan yang berdampak pada perkembangan sumber daya manusia. Bila terus dibiarkan, anak-anak Indonesia berisiko kehilangan potensi besar dalam hal keterampilan, kesehatan, dan produktivitas, yang pada akhirnya akan kesulitan mengejar bonus demografi dan berisiko tertinggal dalam persaingan global.

Pemerintah melalui Visi Indonesia Emas menargetkan peningkatan signifikan kualitas modal manusia agar pada 2045 tahun generasi muda Indonesia dapat bersaing setara dengan negara-negara berpendapatan tinggi. Melalui agenda pembangunan jangka panjang yaitu, RPJPN 2025-2045, pemerintah menargetkan HCI Indonesia pada tahun 2045 mencapai angka 0,73. Namun untuk mencapainya, dibutuhkan investasi jangka panjang dan strategi terobosan, bukan hanya di level kebijakan di tingkat makro, tetapi juga dalam mencetak aktor-aktor pembangunan muda yang dapat bekerja langsung di lapangan, menciptakan solusi, dan menggerakkan perubahan.

Berdasarkan hal ini, Tanoto Foundation, organisasi filantropi independen di bidang pendidikan yang didirikan oleh Sukanto Tanoto dan Tinah Bingei Tanoto pada tahun 1981, meluncurkan Tanoto Foundation Fellowship Program pada tahun 2024 lalu. Program ini memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk dipersiapkan menjadi pemimpin perubahan di bidang pendidikan dan sektor pembangunan lainnya. Sembilan Tanoto Fellows (sebutan untuk penerima Tanoto Foundation Fellowship Program) terpilih dari ribuan pendaftar menjadi angkatan pertama.

Pada Kamis 28 Agustus 2025, Tanoto Foundation meluluskan sembilan Tanoto Fellows angkatan perdana ini. Mereka telah menjalani perjalanan penuh selama satu tahun, terjun di berbagai program Tanoto Foundation seperti pengembangan dan pendidikan anak usia dini, peningkatan kemampuan literasi-numerasi siswa sekolah dasar dan menengah, serta peningkatan soft-skill di pendidikan tinggi di tiga daerah mitra Tanoto Foundation yaitu Sumatra Utara, Jawa Tengah, dan Kalimantan.

“Sejak orang tua saya mendirikan Tanoto Foundation pada 1981, kami telah berkembang dari membangun sekolah dasar di Besitang, Sumatra Utara, hingga mendampingi ratusan sekolah, dan mendorong perubahan system. Namun, kami melihat masih ada kekurangan talenta, yang punya misi, holistik dan mampu memimpin. Melalui Fellowship ini, kami ingin menumbuhkan generasi pemimpin baru yang tidak hanya memiliki kapabilitas, tetapi juga tujuan yang kuat, serta berkomitmen untuk memahami isu-isu akar rumput dan melayani komunitasnya,” ujar Belinda Tanoto, Anggota Dewan Wali Amanat Tanoto Foundation.

 

Dari Papua Hingga London

Di kesempatan yang sama, Tanoto Foundation juga mengukuhkan 10 orang Tanoto Fellows baru angkatan 2025 yang merupakan angkatan kedua yang telah terpilih dari lebih dari 1.300 pendaftar program. Selama satu tahun penuh mereka akan terjun langsung ke dalam ekosistem pendidikan dan kesehatan di daerah mitra Tanoto Foundation, belajar dari praktik nyata, sekaligus merancang dan mengimplementasikan inisiatif pembangunan yang berdampak.

10 Tanoto Fellows angkatan 2025 berasal dari berbagai latar belakang pendidikan dan pengalaman yang inspiratif. Mereka adalah:

 

Keberagaman Tanoto Fellows angkatan 2025 ini menunjukkan bahwa kepemimpinan pembangunan tidak terbatas pada satu bidang saja. Dari konservasi laut, kebijakan pendidikan, hingga inklusi sosial, para fellow menghadirkan keahlian berbeda-beda yang relevan untuk menghadapi berbagai tantangan Indonesia di masa depan.

Belinda juga menekankan bahwa untuk menghadapi tantangan-tantangan tersebut, selain menggunakan sains dan teknologi untuk menciptakan dampak yang lebih besar, para fellow juga perlu membangun kualitas kepemimpinan yang utuh, yaitu rendah hati, memiliki visi dan tujuan yang jelas, dan memiliki empati untuk memahami perasaan orang lain serta melihat situasi dari sudut pandang mereka.

Tahun ini Tanoto Fellows akan ditempatkan di 4 provinsi daerah mitra Tanoto Foundation yaitu Sumatra Utara, Riau, Jawa Tengah, Dan Kalimantan Timur.

 

Legacy in Motion

Acara Tanoto Foundation Fellowship Program Graduation & Inauguration bertajuk “Legacy in Motion: Celebrating the Tanoto Foundation Fellowship Journey”  yang dilakukan di Tanoto Foundation Impact Gallery, Jakarta turut dihadiri oleh para mitra pembangunan dan pemerintah. Beberapa di antaranya adalah Kepala Badan Pusat Statistik, Amalia Adininggar Widyasanti, dan Presiden Direktur Amartha Foundation, Aria Widyanto, yang menjadi pembicara dalam salah satu sesi diskusi.

“Saya berharap Tanoto Fellows, baik yang lulus hari ini maupun yang baru bergabung, dapat selalu berpikir berdasarkan data dan fakta. Jangan terburu-buru menarik kesimpulan sebelum benar-benar menguji kebenarannya. Dengan membiasakan diri melakukan riset dan analisis, kita akan lebih mampu mengambil keputusan yang tepat. Karena itu, mari terus membangun kebiasaan untuk berpegang pada bukti dalam setiap program dan kebijakan yang kita jalankan,” sebut Amalia.

Sedangkan, Aria berpesan agar Tanoto Fellows untuk tidak lupa dengan tempat asal mereka atau desa-desa di Indonesia yang masih perlu dibangun. “Sebagai contoh, salah satu fokus Amartha Foundation adalah pendidikan di desa. Sekolah memang ada, tetapi infrastruktur masih terbatas. Anak-anak yang kami dukung rata-rata adalah sarjana pertama di kampung mereka dan itu menjadi semangat untuk melahirkan changemaker yang kembali berkontribusi bagi desanya. Setuju dengan pesan Ibu Belinda, kita butuh lebih banyak anak berprestasi yang mau kembali untuk membangun desa,” ucap Aria.

Model Pembelajaran Unik

Tanoto Foundation Fellowship Program mengusung metode experiential learning. Selama satu tahun penuh, Tanoto Fellows akan menjalani lima tahap pembelajaran, yaitu: orientasi (Induction), pengenalan ekosistem (Immersion), mendesain inisiatif, implementasi inisiatif, dan refleksi akhir. Mereka juga akan mengikuti leadership camp dengan topik mulai dari manajemen proyek, monitoring dan evaluasi, keberlanjutan tata kelola, hingga investasi berdampak.

Selain itu, fellows juga akan mendapat pendampingan intensif melalui 1-on-1 coaching, mentoring dari ahli, serta ruang refleksi seperti journaling dan critical reflection. Model ini dirancang agar para peserta tidak hanya berkembang secara profesional, tetapi juga mengalami transformasi pribadi sebagai pemimpin.

Setelah lulus, para alumni akan tergabung dalam Tanoto Fellows Network, wadah pembelajaran sepanjang hayat sekaligus ruang kolaborasi antar alumni Tanoto Foundation Fellowship Program. Dengan terus bertambahnya jumlah alumni, Tanoto Foundation berharap program ini menjadi model berkelanjutan yang menghasilkan pemimpin muda dengan kapasitas transformasi diri sekaligus daya ungkit sosial.

“Para fellow menunjukkan bahwa transformasi dimulai dari dalam diri, lalu meluas ke masyarakat. Ini adalah perjalanan untuk membentuk pemimpin yang rendah hati, tangguh, dan visioner. Tanoto Fellows adalah warisan yang terus bergerak dan hidup dalam setiap langkahnya,” tutup Belinda.

**

Editor : Rindra Yasin
#Indonesia Emas 2045 #tanoto foundation #pemimpin muda #Tanoto Fellows #bonus demografi #pendidikan #sdm indonesia #Human Capital