Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Dosen Umri Berdayakan Nelayan, Optimalkan Rumah Apung Pemancingan di Sungai Siak

M Ali Nurman • Minggu, 14 September 2025 | 09:42 WIB

Tim PKM Umri foto bersama dengan mitra Kelompok Nelayan Usaha Bersama Palas yang diberdayakan dengan kegiatan pemancingan rumah apung,
Tim PKM Umri foto bersama dengan mitra Kelompok Nelayan Usaha Bersama Palas yang diberdayakan dengan kegiatan pemancingan rumah apung,

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Tim dosen Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat (PKM) untuk meningkatkan produktivitas layanan pemancingan di tepian Daerah Aliran Sungai (DAS) Siak, Kelurahan Palas, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru.

Kegiatan yang diketuai Ir Sunaryo ST MT bersama anggota Israyandi ST MT, St Nova Meirizha ST MT, serta tiga mahasiswa Umri ini berlangsung sejak 25 Mei 2025. Program ini sepenuhnya didanai Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui skema PKM, serta didukung Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Umri bersama mitra Kelompok Nelayan Usaha Bersama.

Hasilnya, sejak 1 Juli 2025, rumah apung pemancingan yang dibangun tim sudah resmi diturunkan ke tepian Sungai Siak dan langsung beroperasi. Saat ini sudah tersedia lima unit rumah apung dan satu unit rakit pelabuhan bersandar yang sekaligus menjadi pusat aktivitas ekonomi warga.

“Program PKM ini sangat membantu peningkatan ekonomi keluarga kami. Selama ini kami tidak memiliki rumah apung, sekarang sudah ada lima unit rumah apung. Saya juga bisa berjualan dan melayani pemancing yang menyewa,” ujar Rais, Ketua Kelompok Nelayan Usaha Bersama, Selasa (9/9).

Baca Juga: Umri Tuan Rumah LPCRPM Sumbagut

Rumah apung tersebut dilengkapi panel surya berkapasitas 100 Wp untuk penerangan malam hari. Selain itu, kelompok nelayan juga mendapatkan satu unit kapal bermesin 7 HP yang dilengkapi panel surya serupa untuk mendukung mobilitas rumah apung.

Menurut St Nova Meirizha, tarif sewa rumah apung sebesar Rp5.000 per orang setiap kali memancing. Rata-rata, rumah apung disewa 10–15 orang per hari. Ditambah adanya penjualan makanan dan minuman oleh mitra, pendapatan nelayan kian meningkat.

“Program ini telah berjalan sekitar dua bulan dan terbukti membantu perbaikan ekonomi masyarakat nelayan. Kami juga memberikan pelatihan pengelolaan manajemen usaha agar mereka bisa mengembangkan layanan pemancingan lebih optimal,” jelas Nova.

Ketua tim, Ir Sunaryo, menambahkan bahwa inovasi rumah apung ini bukan hanya sekadar tempat pemancingan, tetapi juga wadah pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan. “Dengan adanya panel surya, rumah apung bisa digunakan siang dan malam. Harapannya, mitra semakin mandiri dalam mengelola usaha,” ujarnya.

Editor : Rindra Yasin
#Universitas Muhamadiyah Riau #nelayan #Dosen UMRI #Daerah Aliran Sungai (DAS) #UMRI #Sungai Siak