Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

102 Peserta Ikut Pelatihan Bahasa Isyarat di PCR

Henny Elyati • Minggu, 19 Oktober 2025 | 21:36 WIB

Peserta pelatihan bahasa isyarat Indonesia (Bisindo) mengikuti gerakan yang diajarkan Gerkatin di gedung utama Politeknik Caltex Riau (PCR), baru-baru ini.
Peserta pelatihan bahasa isyarat Indonesia (Bisindo) mengikuti gerakan yang diajarkan Gerkatin di gedung utama Politeknik Caltex Riau (PCR), baru-baru ini.


PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Tim pengabdian kepada masyarakat (PKM) PM Isyarasa Politeknik Caltex Riau telah menggelar kegiatan pelatihan bahasa isyarat Indonesia (Bisindo) yang diikuti 102 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, pekerja, hingga masyarakat umum.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Utama Politeknik Caltex Riau ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran dan kepedulian terhadap komunitas tuli melalui pembelajaran bahasa isyarat sebagai bentuk komunikasi inklusif.

Menurut Dosen Pembimbing PKM PM Isyarasa PCR Putri Madona SST MT kepada Riaupos.co, Ahad (19/10/2025), pelatihan yang dibiayai Belmawa Kemendiktisaintek ini menghadirkan narasumber dari DPD Gerakan untuk Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia (Gerkatin) Provinsi Riau, DPD Perhimpunan Olahraga Tuna Rungu Indonesia (Porturin) Riau dan melibatkan mitra Sentra Abiseka Pekanbaru yang dihadiri perwakilan sentra Abiseka Pekanbaru Boi Kasea Tumangger STr Sos.

"Ketua DPD Gerkatin Riau Annela Rahma Syahrul memberikan materi utama tentang pengenalan Bisindo, etika berkomunikasi dengan teman tuli, dan sejarah perkembangan bahasa isyarat di Indonesia. Sementara Ketua DPD Porturin Provinsi Riau Anbar Kusnandar SSN mengajarkan bahasa isyarat di dalam konteks sepakbola,’’ ujar Madona.

Dijelaskan Madona, Tim PKM PM Isyarasa terdiri dari Dinda Dwi Khairani, Mutia Cindy Cahyati, Nicole Livesta, M Rajif Dauta Abimanyu, dan Saskia Meidiningtyas.

Sebanyak 9 teman tuli turut berperan sebagai pengajar utama yang didampingi oleh 2 juru bahasa isyarat, sehingga proses pembelajaran berlangsung interaktif dan bermakna.

Kegiatan dibagi menjadi dua sesi, yakni sesi teori dan sesi praktik. Pada sesi teori, peserta dikenalkan dengan abjad serta kosakata dasar dalam Bisindo.

Sementara pada sesi praktik, peserta diajak langsung untuk berinteraksi dan berlatih menggunakan bahasa isyarat sehari-hari, termasuk kosakata bertema olahraga. Total terdapat 95 kata dasar yang diajarkan dalam pelatihan ini.

Menurut Ketua Tim PKM-PM Isyarasa, Dinda Dwi Khairani, pelatihan ini tidak hanya berfokus pada kemampuan berbahasa, tetapi juga membangun rasa empati dan inklusivitas terhadap teman tuli.

"Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi langkah awal agar masyarakat lebih terbuka dan nyaman berinteraksi dengan teman tuli. Sesuai dengan semangat kami ‘’Berbicara dengan Isyarat, Merasakan dengan Hati," ujarnya.

Melalui kegiatan ini, seluruh peserta menunjukkan peningkatan pemahaman serta kemampuan dasar dalam berkomunikasi menggunakan Bisindo.

Selain itu, pelatihan ini juga mempererat kolaborasi antara PKM-PM Isyarasa dengan komunitas Gerkatin dalam mendukung lingkungan yang lebih inklusif di Riau.

Editor : Eka G Putra
#politeknik caltex riau #Kampus PCR Rumbai Pekanbaru #pelatihan bahasa isyarat #Bisindo