JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Saat ini siswa SLTA (SMA dan SMK) mulai mulai menata strategi untuk mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi. Tak bisa dipungkiri, dari sekian banyak pilihan, Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) seringkali menjadi tujuan favorit.
Pasalnya Unhan dikenal dengan disiplin ketat, lingkungan belajar berbasis pertahanan, hingga fasilitas beasiswa penuh bagi seluruh mahasiswanya.
Meskipun pendaftaran tahun depan belum diumumkan secara resmi, pola seleksi tahun 2024 dan 2025 bisa dijadikan patokan awal. Pada dua tahun itu, pendaftaran Unhan RI dibuka mulai 1 Februari2026. Maka dari itu, calon pendaftar perlu bersiap dari sekarang, terutama soal biaya, syarat, dan kanal resmi pendaftaran agar tidak salah persepsi.
Berdasarkan informasi dari laman resmi Unhan RI, kampus menegaskan bahwa calon mahasiswa tidak dipungut biaya apa pun selama seluruh proses penerimaan mahasiswa baru. Tidak ada biaya administrasi, tidak ada biaya seleksi, dan tidak ada pungutan tambahan dalam bentuk apa pun.
Dalam keterangan resminya disebutkan bahwa, Calon tidak dipungut biaya apa pun! Jika ada yang mengatasnamakan panitia untuk membayar sejumlah uang untuk ditransfer, itu sudah pasti penipuan! Segera laporkan ke Panitia Penerimaan D3, S1, S2, S3.
Unhan menambahkan bahwa mereka tidak bekerja sama dengan pihak mana pun untuk menghubungi peserta seleksi. Semua informasi, pengumuman, maupun notifikasi resmi hanya disampaikan melalui dua kanal resmi berikut:
-PMB Universitas Pertahanan RI (penerimaan.idu.ac.id)
-Email resmi panitia (support.pmb@tik.idu.ac.id)
Baca Juga: Banjir dan Longsor Sumbar: Korban Meninggal 228 Orang, 199 Telah Teridentifikasi, 213 Orang Hilang
Wajib Akademik, Bukan Rekomendasi Personal
Unhan RI juga menegaskan bahwa mereka tidak menerima bentuk rekomendasi dari pihak luar seperti tokoh, perantara, maupun lembaga tertentu. Satu-satunya rekomendasi yang diizinkan adalah rekomendasi akademik, karena menjadi bagian dari syarat wajib pendaftaran.
Jika ada peserta yang mencoba melanggar aturan ini atau menggunakan “jalur lain”, panitia menyatakan akan memberikan sanksi tegas hingga diskualifikasi. ***
Editor : Edwar Yaman