PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Universitas Lancang Kuning (Unilak) menggelar perlombaan Olahraga Baris Berbaris, kompetisi Sepakbola SMA Terbesar di Riau, Sabtu-Ahad (24-25/1/2026). Kegiatan ini diapresiasi Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr Agus Hadi Waluyo.
Lomba Olahraga Baris Berbaris dilaksanakan bersamaan dengan di-launching-nya Penerimaan Mahasiswa Baru Unilak tahun akademik 2026/2027 serta Unilak Cup 2026. Digelar juga pemaparan Wawasan Kebangsaan untuk 1.000 peserta sepakbola dan dan olahraga baris berbaris. Para peserta lomba berasal dari berbagai kabupaten di Riau, seperti Kampar, Siak, Pelalawan, Bengkalis, Rohul, Rohil.
Dikatakan Rektor Universitas Lancang Kuning (Unilak) Prof Dr Junaidi, ada sebanyak 43 regu dari berbagai sekolah tingkat SMA/SMK di Provinsi Riau yang mengikuti lomba baris berbaris. Dan 32 tim sepakbola dari 31 sekolah se Riau. Ini adalah kompetisi terbesar di Riau yang diadakan oleh universitas.
‘’Lomba baris berbaris sudah kami laksanakan selama 4 tahun berturut-turut bekerja sama dengan TNI dan Polda, pertandingan sepakbola untuk siswa telah berlangsung tahun ke-8,’’ ujarnya.
Kemudian Rektor Unilak Prof Junaidi juga menyampaikan di usia 44 tahun Unilak terus mengalami perkembangan dan kemajuan. Bahkan Unilak menjadi perguruan tinggi swasta terbaik di Riau berdasarkan lembaga pemeringkatan universitas di seluruh dunia. Berdasarkan rilis dua lembaga pemeringkatan internasional yaitu UniRanks dan Webometrics, saat ini Unilak menjadi PTS terbaik di Riau.
Untuk semua kampus baik negeri maupun swasta, Unilak berada di peringkat dua di bawah Universitas Riau (Unri). Dia juga menyampaikan bahwa saat ini ada sebanyak 40 prodi yang bisa menjadi pilihan masyarakat untuk kuliah di Unilak mulai S1, S2 hingga S3.
Bahkan Unilak juga dipercaya oleh Kementerian Pendidikan Tinggi untuk melaksanakan program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Melalui skema ini, pengalaman kerja, pendidikan formal, maupun non-formal yang dimiliki seseorang/ calon mahasiswa dapat diakui sebagai bagian dari capaian akademik untuk mempercepat penyelesaian studi.
‘’Intinya bagi masyarakat kuliah S1 cukup dua tahun. Karena pengalaman bekerja sudah diakui dalam bentuk SKS. Sedangkan untuk S2 cukup 1 tahun bagi yang sudah punya pengalaman kerja. Ini adalah program pemerintah kita untuk meningkatkan kualifikasi pendidikan masyarakat kita sehingga semakin banyak sarjana dan magister,’’ tuturnya.
Pangdam XIX/Tuanku Tambusai, Mayjen TNI Dr Agus Hadi Waluyo dalam sambutannya mengaku bangga dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Unilak yang telah melaksanakan kegiatan lomba Olahraga Baris Berbaris tersebut. Kegiatan ini memberikan wahana yang sangat positif bagi anak-anak generasi bangsa.
‘’Anak-anak muda sekarang adalah aset bangsa yang menjadi generasi penerus kita semua untuk membangun Indonesia melalui jalur masing-masing. Perlu dipahami bahwa baris berbaris adalah sebuah metode, apalagi bagi kalangan anggota TNI dan polri, sebuah bagian penting bagian ketrampilan yang harus ditaati,’’paparnya.(nto/c)
Editor : Edwar Yaman