PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Prof Dr Iwantono resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Rektor Universitas Riau (Unri), Senin (11/5/2026), dengan membawa visi besar bertajuk “Unri Berdampak Nyata”.
Dalam kesempatan tersebut, Prof Iwantono turut didampingi sejumlah akademisi lintas fakultas, di antaranya Prof Dr Irwan Effendi, Prof Dr Saktioto, Prof Dr Lazuardi, serta Dr Arifudin.
Dalam pencalonannya, ia menegaskan komitmen untuk mendorong peningkatan kualitas akademik, memperluas jejaring internasional, memperkuat hilirisasi riset, serta mengembangkan sumber pendapatan kampus yang berkelanjutan demi kemajuan Universitas Riau.
"Visi kami jelas, Unri harus berdampak nyata bagi masyarakat. Fokus utama kami adalah peningkatan kualitas akademik dan networking internasional yang akan berdampak terhadap ranking Unri di tingkat nasional maupun internasional,"ujar Prof Iwantono usai pendaftaran.
Menurutnya, Unri memiliki modal sumber daya manusia yang sangat kuat untuk bersaing dengan perguruan tinggi besar di Indonesia. Potensi tersebut, kata dia, harus disatukan melalui kepemimpinan yang kuat dan terarah.
"Kita punya profesor, doktor, peneliti, dan SDM yang luar biasa. Yang dibutuhkan adalah strong leader yang mampu mengonsolidasikan seluruh potensi itu menjadi gerakan nyata untuk kemajuan Unri," katanya.
Prof Iwantono dikenal sebagai akademisi dengan rekam jejak pendidikan dan riset internasional. Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana (S1) di Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Riau.
Selanjutnya, ia melanjutkan pendidikan magister (S2) dan doktoral (S3) di Inggris dengan fokus kajian pada bidang semikonduktor dan nanomaterial.
Keilmuan tersebut menjadi dasar kuat dalam pengembangan riset dan inovasi teknologi yang selama ini digelutinya sebagai akademisi dan peneliti.
Baca Juga: OJK Proyeksikan Bunga Kredit Turun Lagi
Dengan latar belakang akademik internasional tersebut, Prof Iwantono menilai penguatan budaya riset dan jejaring global menjadi kebutuhan penting agar UNRI mampu bersaing di level internasional.
Prof Iwantono bukan sosok baru di lingkungan tata kelola pendidikan tinggi. Selain menjabat sebagai Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNRI, ia juga pernah dipercaya menjadi Ketua Forum Wakil Rektor III Nasional pada 2021.
Pengalaman tersebut dinilai menjadi bekal penting untuk membawa UNRI menjadi kampus yang lebih profesional, adaptif, dan kompetitif di tingkat nasional maupun global.
Baca Juga: Maison Blush Wedding Showcase Sukses Digelar di Living World Pekanbaru
"Pengalaman nasional menjadi bekal untuk membawa UNRI lebih maju dan lebih diperhitungkan," ujarnya.
Prof Iwantono menempatkan peningkatan kualitas akademik sebagai prioritas utama.
Ia menilai percepatan reputasi Unri harus dilakukan melalui penguatan budaya riset, peningkatan publikasi internasional, akreditasi internasional, pertukaran mahasiswa dan dosen, hingga pembukaan jejaring global yang lebih luas.
Baca Juga: BRI Dukung UMKM Papua ‘’Japamo’’ di FHA
Menurut profesor bidang Fisika tersebut, kolaborasi internasional menjadi kunci agar UNRI mampu naik kelas menjadi universitas unggul di tingkat Asia Tenggara.
"Unri tidak boleh berjalan sendiri. Kita harus memperkuat networking internasional, membangun kerja sama dengan universitas luar negeri, pemerintah pusat, dunia industri, dan berbagai lembaga global,” jelasnya.
Fokus Pengembangan Income Generating
Selain penguatan akademik, Prof Iwantono juga menekankan pentingnya pengembangan income generating untuk memperkuat kemandirian keuangan kampus.
Baca Juga: JNE Serahkan Sepeda Motor untuk Kurir yang Alami Musibah Pembegalan
Ia menilai perguruan tinggi tidak dapat terus bergantung pada uang kuliah tunggal (UKT) mahasiswa sebagai sumber utama pembiayaan universitas.
Salah satu fokus utama yang akan didorong adalah pengelolaan Rumah Sakit Pendidikan UNRI agar menjadi sumber pendapatan strategis sekaligus pusat pelayanan masyarakat.
"Rumah Sakit Unri harus bisa menghasilkan. Jangan malu bicara income generate. Lihat Unand dan USU, rumah sakit pendidikan mereka mampu menghasilkan lebih dari Rp100 miliar per tahun," tegasnya.
Baca Juga: PLN Nusantara Power Implementasikan Program PLN Clean Energy Day
Menurutnya, penguatan unit bisnis kampus akan berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas layanan pendidikan sekaligus membantu mengurangi beban biaya mahasiswa.
"Income dari rumah sakit dan unit usaha lainnya dapat membantu subsidi pendidikan. UKT tidak boleh terus naik," tambahnya.
Bidik Pengelolaan Lahan Agrinas
Baca Juga: Pemkab Kampar Undang ASN Ikuti Seleksi Terbuka Jabatan Sekda
Tak hanya rumah sakit pendidikan, Prof Iwantono juga menyoroti potensi pengelolaan lahan Agrinas sebagai sumber pendapatan baru bagi Unri.
Ia mengungkapkan pihaknya tengah mengusulkan kepada pemerintah pusat agar pengelolaan lahan tersebut dapat dipercayakan kepada UNRI untuk mendukung pengembangan universitas.
"Kalau kita serius dan punya perencanaan matang, pemerintah pusat tentu bisa memberikan kepercayaan kepada UNRI untuk mengelola lahan Agrinas demi pengembangan kampus," jelasnya.
Baca Juga: Sabalenka Masih Tersendat di Tanah Liat
Ia menilai pengelolaan aset produktif berbasis perkebunan dan bisnis strategis dapat menjadi kekuatan baru bagi kemandirian universitas di masa mendatang.
“Unri Harus Berani Naik Kelas”
Prof Iwantono optimistis Unri mampu menjadi universitas unggul yang diperhitungkan di tingkat nasional maupun internasional apabila seluruh potensi kampus dapat dikelola secara profesional dan terarah.
Baca Juga: Marquez Ungkap Cedera Tersembunyi, Absen di Le Mans Sekaligus Catalunya
"Kalau USU dan Unand bisa menghasilkan ratusan miliar dari rumah sakit pendidikan, kenapa Unri tidak? Asal ada kemauan, kepemimpinan yang kuat, dan perencanaan matang, semua bisa dicapai,"tutupnya.
Editor : M. Erizal