PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Calon Rektor Universitas Riau (UNRI), Prof. Dr. Iwantono, mengusung visi besar "UNRI Berdampak Nyata" sebagai arah pembangunan kampus ke depan.
Melalui visi tersebut, ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas akademik, penguatan jejaring internasional (networking), hilirisasi hasil riset, hingga pengembangan sumber-sumber pendapatan (income generate) agar UNRI mampu berkembang menjadi perguruan tinggi unggul yang manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Menurut Prof Iwantono, keberadaan Universitas Riau tidak cukup hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga harus mampu memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah maupun nasional melalui pendidikan, penelitian, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat.
Baca Juga: Siak Lolos ke Final untuk 8 Cabang MTQ Ke-44 Provinsi Riau di Kuansing, Dua Cabang Segera Menyusul
"Visi kami jelas, UNRI harus berdampak nyata. Fokus utama kami adalah peningkatan kualitas akademik dan networking internasional yang akan berdampak terhadap ranking UNRI di tingkat nasional maupun internasional," ujar Prof Iwantono, Senin (11/5).
Ia menilai, UNRI memiliki modal sumber daya manusia yang sangat besar untuk bersaing dengan perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Menurutnya, kampus ini telah memiliki banyak profesor, doktor, peneliti, serta tenaga akademik berkualitas yang siap membawa UNRI semakin maju.
Namun, seluruh potensi tersebut, kata dia, harus mampu dikonsolidasikan melalui kepemimpinan yang kuat agar dapat bergerak menuju tujuan yang sama.
Baca Juga: Suhardiman Amby Sampaikan Permintaan Maaf Pada Masyarakat Kuansing
"Kita punya profesor, doktor, peneliti, dan SDM yang luar biasa. Yang dibutuhkan adalah strong leader yang mampu mengonsolidasikan seluruh potensi itu menjadi gerakan nyata untuk kemajuan UNRI," katanya.
Prof Iwantono sendiri bukan sosok baru dalam dunia tata kelola perguruan tinggi. Selain saat ini menjabat sebagai Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Riau, ia juga pernah dipercaya menjadi Ketua Forum Wakil Rektor III Nasional pada 2021.
Menurutnya, pengalaman di tingkat nasional tersebut menjadi bekal penting untuk membawa UNRI semakin profesional, adaptif, dan mampu bersaing dengan perguruan tinggi lain, baik di tingkat nasional maupun internasional.
"Pengalaman nasional menjadi bekal untuk membawa UNRI lebih maju dan lebih diperhitungkan," ujarnya.
Dalam paparannya, Prof Iwantono menempatkan peningkatan kualitas akademik sebagai prioritas utama apabila dipercaya memimpin Universitas Riau.
Ia menilai percepatan peningkatan reputasi UNRI harus dilakukan melalui penguatan budaya riset, peningkatan publikasi ilmiah internasional, akreditasi internasional, program pertukaran mahasiswa dan dosen, hingga memperluas kerja sama dengan berbagai universitas di luar negeri.
Baca Juga: Tanpa APBD, Warga dan Perusahaan Gotong-royong Perbaiki Jalan Lipatkain–Gema
Baginya, kolaborasi internasional merupakan salah satu kunci agar UNRI mampu naik kelas menjadi universitas unggul yang diperhitungkan di kawasan Asia Tenggara.
"UNRI tidak boleh berjalan sendiri. Kita harus memperkuat networking internasional, membangun kerja sama dengan universitas luar negeri, pemerintah pusat, dunia industri, dan berbagai lembaga global," jelas profesor bidang Fisika tersebut.
Selain menitikberatkan pada penguatan akademik, Prof Iwantono juga menyoroti pentingnya membangun kemandirian finansial kampus melalui pengembangan income generating.
Baca Juga: Lantik Ratusan PNS, Plt Gubri Minta Jika Ada Atasan Ajak Berbuat Salah Segera Laporkan
Ia menilai, perguruan tinggi tidak bisa terus bergantung pada Uang Kuliah Tunggal (UKT) mahasiswa sebagai sumber utama pembiayaan. Karena itu, diperlukan berbagai sumber pendapatan lain yang dapat menopang operasional sekaligus meningkatkan kualitas layanan pendidikan.
Salah satu sektor yang menjadi perhatian utamanya adalah pengelolaan Rumah Sakit Pendidikan Universitas Riau.
Menurutnya, rumah sakit pendidikan memiliki potensi besar menjadi sumber pendapatan strategis sekaligus memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Baca Juga: Kabag Ops Polres Inhil, Kapolsek Pulau Burung dan Kempas Berganti, Berikut Namanya
"Rumah Sakit UNRI harus bisa menghasilkan. Jangan malu bicara income generate. Lihat Unand dan USU, rumah sakit pendidikan mereka mampu menghasilkan lebih dari Rp100 miliar per tahun," tegasnya.
Ia meyakini, apabila unit-unit usaha kampus mampu berkembang secara profesional, maka manfaatnya akan kembali kepada mahasiswa dan sivitas akademika.
Pendapatan yang diperoleh dari rumah sakit maupun unit usaha lainnya, lanjutnya, dapat digunakan untuk meningkatkan mutu pendidikan sekaligus membantu meringankan beban biaya kuliah mahasiswa.
Baca Juga: Kenakan Rompi Oranye, Suhardiman Amby Bungkam saat Digiring ke Mobil Tahanan
"Income dari rumah sakit dan unit usaha lainnya dapat membantu subsidi pendidikan. UKT tidak boleh terus naik," tambahnya.
Tak hanya rumah sakit pendidikan, Prof Iwantono juga melihat potensi besar dari pengelolaan lahan Agrinas sebagai salah satu sumber pendapatan baru Universitas Riau.
Ia mengungkapkan bahwa pihaknya tengah berupaya mengusulkan kepada pemerintah pusat agar pengelolaan lahan tersebut dapat dipercayakan kepada UNRI sebagai bagian dari pengembangan universitas.
Menurutnya, apabila dikelola secara profesional, aset produktif berbasis perkebunan maupun sektor bisnis strategis lainnya dapat menjadi kekuatan baru dalam mendukung kemandirian finansial kampus.
"Kalau kita serius dan punya perencanaan matang, pemerintah pusat tentu bisa memberikan kepercayaan kepada UNRI untuk mengelola lahan Agrinas demi pengembangan kampus," jelasnya.
Prof Iwantono optimistis Universitas Riau memiliki peluang besar untuk menjadi universitas unggul yang diperhitungkan, baik di tingkat nasional maupun internasional, apabila seluruh potensi yang dimiliki kampus mampu dikelola secara terarah, profesional, dan berorientasi pada hasil.
Baca Juga: Surat Edaran Jadi Alarm, Disdikbud Meranti Belum Temukan Pelanggaran Jual Seragam
Ia pun mengajak seluruh sivitas akademika untuk memiliki semangat yang sama dalam membawa UNRI naik ke level yang lebih tinggi.
"Kalau USU dan Unand bisa menghasilkan ratusan miliar dari rumah sakit pendidikan, kenapa UNRI tidak? Asal ada kemauan, kepemimpinan yang kuat, dan perencanaan matang, semua bisa dicapai," tutupnya.
Dalam kesempatan tersebut, Prof Iwantono turut didampingi sejumlah akademisi lintas fakultas, yakni Prof. Dr. Irwan Effendi, Prof. Dr. Saktioto, Prof. Dr. Lazuardi, serta Dr. Arifudin.
Editor : M. Erizal