Akselerasi Produktivitas Usaha Kelompok Perempuan Okura, Tim PkM Unri Hibahkan Alat Produksi

Hendrawan Kariman • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:23 WIB
Ketua Tim Program PkM Unri Risky Arya Putri SSos MSi serahkan hibah peralatan produksi secara simbolis kepada Ketua Kelompok Perempuan UMKM Ting Jahe di Tebing Tinggi Okura, Pekanbaru, Sabtu (25/7/2026) lalu. (Tim PkM Unri untuk Riaupos.co)
Ketua Tim Program PkM Unri Risky Arya Putri SSos MSi serahkan hibah peralatan produksi secara simbolis kepada Ketua Kelompok Perempuan UMKM Ting Jahe di Tebing Tinggi Okura, Pekanbaru, Sabtu (25/7/2026) lalu. (Tim PkM Unri untuk Riaupos.co)

 
 
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Tim Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Riau (Unri), menyerahkan hibah peralatan produksi kepada Kelompok Perempuan UMKM Ting Jahe di RW 02, Kelurahan Tebing Tinggi Okura, Kecamatan Rumbai Timur, Kota Pekanbaru pada Sabtu (25/7/2026). 

Program yang didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Tahun 202 ini, bertujuan meningkatkan kapasitas produksi kelompok tersebut. 

Langkah ini diharapkan mampu menghasilkan produk dalam jumlah yang lebih banyak, menjaga kualitas produk, serta memperkuat pengembangan usaha secara berkelanjutan.

Baca Juga: Investasi Hilirisasi Menguat, GIFA dan METEC Indonesia 2026 Siapkan Teknologi untuk Industri Logam N

Tim Program PkM ini diketuai oleh Risky Arya Putri SSos MSi, dengan anggota Hafzana Bedasari SSos MSi dari Universitas Riau dan Dian Puji Puspita Sari SE MAk dari Universitas Muhammadiyah Riau. 

Pada kegiatan penyerahan hibah tersebut turut hadir perwakilan Kelurahan Tebing Tinggi Okura Riri Yunita dan anggota Kelompok Perempuan UMKM Ting Jahe. 

Turut hadir bersama, para mahasiswa Kukerta FISIP Berdampak untuk Negeri Unri Tahun 2026 yang selama ini mendampingi berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat di Kelurahan Tebing Tinggi Okura.

Baca Juga: Peluang Merebut Juara Masih Terbuka, Lima Jalur Inhu Melaju ke Putaran Kedua

Risky Arya Putri mengatakan, pemberian hibah peralatan produksi ini merupakan tindak lanjut dari rangkaian pendampingan yang telah dilaksanakan oleh PkM bersama mahasiswa Kukerta sejak Juni 2026.

''Sebelum penyerahan hibah, kelompok ini telah lebih memperoleh pelatihan mengenai Standar Produksi, Legalitas Usaha, Manajemen Usaha, Pencatatan Keuangan, dan Digital Marketing, serta difasilitasi dalam penerbitan Nomor Induk Berusaha dan Surat Keputusan Kelompok,'' sebut Risky yang memotori program ini.

Berdasarkan hasil pendampingan tersebut, lanjut  Risky, timnya juga mengidentifikasi kebutuhan utama kelompok tersebut. Salah satunya soal ketersediaan peralatan produksi yang lebih memadai. 

Baca Juga: Target PAD Pekanbaru 2027 Diproyeksikan Rp1,4 Triliun

''Oleh karena itu, hibah ini menjadi bentuk penguatan pada aspek produksi agar ilmu, keterampilan dan legalitas yang telah dimiliki dapat diimplementasikan secara optimal dalam kegiatan usaha,'' imbuhnya.

Adapun peralatan dan sarana yang dihibahkan meliput Mesin pencacah atau pemarut kelapa jenis Auto Kokoh Quad X Fetch 1/2 HP 4 P 1 PHASE. Lalu ada Kompor gas, Wajan, Blender, Sealer, Standing pouch, Spanduk Business Model Canvas (BMC), Spanduk struktur organisasi kelompok dan Papan nama rumah produksi.

Risky Arya Putri menambahkan, mesin pencacah atau pemarut kelapa diharapkan mampu mempercepat proses produksi. Sedangkan kompor, wajan, blender, dan peralatan pendukung lainnya membantu meningkatkan efisiensi kegiatan produksi. 

Baca Juga: Meranti Bidik Sumber PAD Sektor Sagu dan Sarang Walet

Selain itu, sealer dan standing pouch digunakan untuk menghasilkan kemasan produk yang lebih rapi, higienis, dan memiliki nilai jual yang lebih baik. Sementara itu, Business Model Canvas (BMC), struktur organisasi kelompok, dan papan nama rumah produksi diberikan untuk memperkuat tata kelola usaha, identitas kelompok, serta mendukung pengembangan usaha yang lebih profesional.

Sebelum praktik penggunaan peralatan produksi, Tim PkM bersama mahasiswa Kukerta Unri memberikan pelatihan penggunaan dan perawatan peralatan produksi kepada anggota Kelompok UMKM Ting Jahe. 

Untuk mengukur tingkat pemahaman peserta, kegiatan diawali dengan pre-test dan diakhiri dengan post-test sebagai instrumen evaluasi terhadap materi yang telah disampaikan. 

Baca Juga: Belasan Tahun Buron, Terpidana Korupsi Ditangkap di Aceh 

Evaluasi tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh peserta memahami fungsi, cara penggunaan, serta perawatan setiap peralatan sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal dalam kegiatan produksi sehari-hari.

Risky Arya Putri menekan, hibah peralatan ini merupakan salah satu bentuk komitmen Program Pengabdian kepada Masyarakat dalam memberikan manfaat nyata kepada masyarakat.

"Kami berharap bantuan peralatan ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kapasitas produksi, menjaga kualitas produk, serta mendorong kemandirian ekonomi Kelompok UMKM Ting Jahe," ujarnya.

Baca Juga: Kebakaran Lahan di Rimbo Panjang, BPBD Kampar Lakukan Penyekatan dan Pendinginan

Mahasiswa Kukerta FISIP Berdampak untuk Negeri Unri Tahun 2026 turut berperan aktif dalam setiap tahapan kegiatan, mulai dari identifikasi kebutuhan kelompok, pelaksanaan berbagai pelatihan, pendampingan penggunaan peralatan, hingga proses produksi dan pemasaran produk. 

Keterlibatan tersebut menjadi wujud komitmen mahasiswa dalam mendukung pemberdayaan UMKM agar mampu berkembang secara mandiri dan berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua Kelompok UMKM Ting Jahe Kusmiati, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan oleh Kemendiktisaintek, Universitas Riau, dan mahasiswa Kukerta atas kelompok mereka.

Baca Juga: 66 Pejabat Eselon II, III, Kepsek dan Kapus di Rohul Dilantik, Ini Daftar Namanya

''Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih kepada Kemendiktisaintek melalui DPPM Tahun 2026, Universitas Riau, dan mahasiswa Kukerta FISIP Berdampak untuk Negeri atas bantuan peralatan yang telah diberikan. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi kelompok kami dan akan kami gunakan sebaik-baiknya untuk meningkatkan produksi serta mengembangkan usaha Ting Jahe,'' ujarnya.

Usai prosesi penyerahan hibah, Kelompok UMKM Ting Jahe bersama mahasiswa Kukerta langsung memanfaatkan peralatan yang telah diterima untuk memproduksi Ting Jahe. Pemanfaatan alat baru tersebut membuat proses produksi menjadi lebih cepat, efektif, dan efisien dibandingkan sebelumnya. Sehingga kapasitas produksi kelompok dapat meningkat.

Hasil produksi tersebut kemudian langsung dipasarkan pada kegiatan Car Free Day yang dilaksanakan pada Ahad (26/7/2026), keesokan harinya. Kegiatan pemasaran ini menjadi bagian dari pendampingan mahasiswa Kukerta dalam membantu memperkenalkan produk Ting Jahe kepada masyarakat yang lebih luas sekaligus meningkatkan nilai jual produk UMKM lokal.

Baca Juga: Kolaborasi dengan Perusahaan, Pemprov Riau Perbaiki Ruas Jalan Lipat Kain-Lubuk Agung 

Melalui hibah peralatan produksi ini, Tim Program PkM Unri berharap Kelompok UMKM Ting Jahe mampu meningkatkan produktivitas, menghasilkan produk yang lebih berkualitas, memperluas peluang pemasaran, serta mewujudkan usaha yang mandiri dan berdaya saing. 

Kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi antara Kemendiktisaintek melalui DPPM Tahun 2026, Unri, mahasiswa Kukerta FISIP Berdampak untuk Negeri, pemerintah kelurahan, dan masyarakat dalam mendukung pemberdayaan UMKM yang produktif dan berkelanjutan.

Editor : M. Erizal
hibah pkm unri universitas riau