Wako Agung Peduli Kesehatan, Siswa Dibekali Masker dan Vitamin

Joko Susilo • Dipublikasikan Selasa, 20 Oktober 2026 | 12:02 WIB
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho saat meninjau pelaksanaan pembelajaran tatap muka di salah satu sekolah dasar, beberapa waktu lalu. (PEMKO PEKANBARU UNTUK RIAU POS)
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho saat meninjau pelaksanaan pembelajaran tatap muka di salah satu sekolah dasar, beberapa waktu lalu. (PEMKO PEKANBARU UNTUK RIAU POS)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) Kepedulian terhadap kesehatan anak-anak di tengah kondisi kabut asap ditunjukkan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru dengan membekali siswa masker dan vitamin. Langkah ini dilakukan seiring kembali diberlakukannya pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas bagi siswa sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP), Senin (19/10).

Wali Kota (Wako) Pekanbaru H Agung Nugroho SE MM menegaskan, kesehatan dan keselamatan anak-anak menjadi pertimbangan utama dalam setiap kebijakan yang diambil pemerintah, termasuk dalam menentukan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di tengah kondisi kualitas udara yang belum sepenuhnya pulih.

Meski demikian, Pemko Pekanbaru tetap mempertimbangkan data dan hasil pengukuran kualitas udara sebelum mengambil keputusan. Pemerintah tidak ingin terburu-buru menentukan kebijakan, terutama terkait pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ), tanpa terlebih dahulu melihat kondisi udara yang terukur di lapangan.

Baca Juga: Redistribusi PPPK Guru Disorot Komisi II DPRD Kampar Minta Masa Pengajuan Diperpanjang

Menurut Agung, pemerintah memahami kekhawatiran para orang tua terhadap kesehatan anak-anak yang harus beraktivitas di tengah kondisi udara yang belum ideal. Karena itu, setiap keputusan harus mempertimbangkan keseimbangan antara keberlangsungan pendidikan dan upaya melindungi kesehatan para siswa.

“Ketika menyangkut kesehatan, terutama kesehatan anak-anak kita, bagi kami keselamatan dan kesehatan harus menjadi nomor satu,” tegasnya.

Agung menjelaskan, keputusan untuk kembali melaksanakan PTM terbatas dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan kualitas udara di Pekanbaru. Evaluasi secara menyeluruh diperlukan agar kebijakan yang diambil benar-benar sesuai dengan kondisi aktual dan tidak menimbulkan risiko yang tidak diinginkan bagi para siswa.

Baca Juga: Raih Predikat Cumlaude, Yuda Irawan Jadi Lulusan Terbaik Data Science

“Kami mengambil keputusan ini karena juga harus mempertimbangkan bagaimana kondisi udara yang ada di Kota Pekanbaru agar tidak secepatnya memberikan keputusan tanpa mempertimbangkan melakukan pembelajaran jarak jauh,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Pekanbaru H Markarius Anwar ST MArch mewakili Wako Agung Nugroho turun langsung meninjau pelaksanaan PTM terbatas di SDN 36 dan SMPN 4 Pekanbaru, Senin (19/10). Dalam kunjungan tersebut, Markarius bersama jajaran turut membagikan masker dan vitamin C kepada siswa sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap kesehatan anak-anak yang kembali mengikuti pembelajaran di sekolah.

Kembalinya siswa ke ruang kelas dilakukan setelah Pemko Pekanbaru mengevaluasi perkembangan kualitas udara bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait lainnya.

Baca Juga: Uniks Latih Peningkatan Pendapatan Kelompok Tani Seiya Sekato

Berdasarkan hasil pemantauan, konsentrasi partikel halus atau particulate matter 2.5 (PM2.5) mulai menunjukkan penurunan. Sejak sehari sebelumnya, angka PM2.5 tercatat berada di bawah 100. Sementara pengukuran di sejumlah titik pada Senin menunjukkan angka 80 dan 70.

Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan pemerintah untuk kembali mengizinkan siswa mengikuti pembelajaran tatap muka secara terbatas. Meski kualitas udara menunjukkan perbaikan, Pemko Pekanbaru tetap mengingatkan bahwa perlindungan terhadap kesehatan siswa harus menjadi perhatian bersama.

“Dari evaluasi kita kemarin bersama BMKG, BPBD, Damkar, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, dan OPD (organisasi perangkat daerah) terkait lainnya, maka kita putuskan hari ini (kemarin, red) anak-anak sudah bisa belajar tatap muka karena pengukuran PM2.5 mulai membaik, di bawah 100,” kata Markarius.

Baca Juga: Wisuda Ke-9, UHTP Lahirkan 684 Sarjana Baru LLDIKTI Umumkan S-3 Kesehatan Masyarakat Segera Terbit

Dia menambahkan, kembalinya siswa ke sekolah tidak berarti seluruh kegiatan belajar mengajar langsung berjalan normal seperti sebelum kabut asap terjadi. Pemko Pekanbaru masih menerapkan sejumlah pembatasan untuk meminimalkan risiko paparan asap terhadap anak-anak selama berada di lingkungan sekolah.

Kegiatan yang dilaksanakan di luar ruangan, termasuk upacara, masih ditiadakan. Begitu pula kegiatan mengaji yang sebelumnya dilakukan di luar kelas, kini dialihkan ke dalam ruangan. Pembatasan tersebut dilakukan agar siswa tidak terlalu lama terpapar udara luar yang kualitasnya belum sepenuhnya pulih.

Selain itu, para siswa diwajibkan mengenakan masker sejak berangkat dari rumah hingga tiba di sekolah. Penggunaan masker menjadi salah satu langkah perlindungan yang perlu dilakukan selama kondisi udara masih berpotensi berdampak terhadap kesehatan.

Baca Juga: Gagas Pakan Lokal untuk Akuakultur Berkelanjutan

Masker dapat dilepas ketika siswa mengikuti pembelajaran di dalam kelas apabila kondisi memungkinkan. Namun, saat berada di luar ruangan, siswa kembali diwajibkan mengenakannya. “Kita tetap melakukan pembatasan. Tidak ada kegiatan di luar ruangan, upacara ditiadakan, dan kegiatan mengaji yang sebelumnya di luar dipindahkan ke dalam kelas. Anak-anak juga wajib memakai masker dari rumah,” ujar Markarius.

Tidak hanya melalui penggunaan masker dan pembatasan kegiatan, Pemko Pekanbaru juga memberikan perhatian terhadap pemenuhan kebutuhan nutrisi anak-anak. Pemberian vitamin C kepada siswa dalam kunjungan tersebut menjadi salah satu langkah stimulan untuk mendukung upaya menjaga kesehatan mereka selama mengikuti PTM terbatas.

Namun, bantuan vitamin yang dibagikan pemerintah masih bersifat stimulan dan belum menjangkau seluruh siswa di Kota Pekanbaru. Untuk itu, Pemko Pekanbaru akan menginstruksikan seluruh sekolah agar menyampaikan imbauan kepada orang tua supaya turut memperhatikan kebutuhan nutrisi anak, termasuk pemenuhan vitamin C dan vitamin D.

Baca Juga: Pendidikan Kimia Mengabdi 2026 Hadirkan Inovasi Pembelajaran di Pelalawan

Menurut Markarius, asupan nutrisi yang cukup penting diperhatikan dalam menjaga kondisi tubuh anak-anak. Terlebih, sebagian anak kurang menyukai sayur dan buah sehingga kebutuhan gizi hariannya berpotensi tidak terpenuhi secara optimal.

Karena itu, perhatian orang tua terhadap makanan bergizi dan kebutuhan vitamin anak dinilai perlu berjalan beriringan dengan langkah perlindungan yang dilakukan sekolah dan pemerintah. Dengan demikian, upaya menjaga kesehatan siswa tidak hanya berlangsung selama mereka berada di lingkungan sekolah, tetapi juga ketika beraktivitas di rumah.

“Ini sifatnya stimulan saja. Nanti kita instruksikan seluruh sekolah menginformasikan kepada wali murid agar memberikan vitamin C dan vitamin D untuk anak-anak,” katanya.

Baca Juga: Unri Kukuhkan Lima Guru Besar, Perkuat Reputasi Akademik dan Riset

Pemko Pekanbaru berharap membaiknya kualitas udara dapat mendukung keberlangsungan kegiatan belajar mengajar secara bertahap. Namun, pemerintah tetap mengedepankan kehati-hatian dalam menentukan kebijakan dengan memperhatikan perkembangan hasil pengukuran kualitas udara dan kondisi di lapangan.

Dalam situasi tersebut, sinergi antara pemerintah, sekolah, dan orang tua menjadi bagian penting untuk memastikan anak-anak tetap mendapatkan hak pendidikan sekaligus perlindungan kesehatan. Penggunaan masker, pembatasan kegiatan di luar ruangan, serta pemenuhan nutrisi diharapkan dapat membantu meminimalkan risiko paparan kabut asap selama pelaksanaan PTM terbatas.

“Dengan mengutamakan keselamatan dan kesehatan siswa, Pemko Pekanbaru berupaya agar kegiatan pendidikan tetap berlangsung tanpa mengabaikan risiko kesehatan yang dapat ditimbulkan oleh kondisi udara yang belum sepenuhnya pulih,” singkat Wawako Pekanbaru.(ilo)

 

Editor : Arif Oktafian
markarius anwar pemko pekanbaru agung nugroho