The 4th ISOLLEAC 2026 Resmi Dibuka di Pekanbaru

Herianto Baserah • Dipublikasikan Kamis, 5 November 2026 | 08:08 WIB
Para pimpinan Unri, panitia penyelenggara foto bersama usai pembukaan ISOLLEAC 2026, Rabu (4/11/2026).( FKIP Unri untuk Riau Pos)
Para pimpinan Unri, panitia penyelenggara foto bersama usai pembukaan ISOLLEAC 2026, Rabu (4/11/2026).( FKIP Unri untuk Riau Pos)

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Pekanbaru menjadi pusat perhatian dunia akademik internasional. Agenda The 4th International Seminar on Language, Literature, Education, Arts, and Culture (ISOLLEAC) 2026 resmi dibuka di The Zuri Hotel Pekanbaru, Rabu (4/11/2026).

Seminar ini mengusung tema Transforming Language, Literature, Arts and Culture through AI-Driven Innovation, Sustainable Practices, and Global Collaborations. Kegiatan dilaksanakan secara hybrid.

Pembukaan dilakukan oleh Rektor Universitas Riau (Unri) Prof Dr Sri Indarti SE MSi yang diwakili Wakil Rektor Bidang Akademik Dr Mexsasai Indra SH MH. Kehadiran ratusan akademisi menjadikan ISOLLEAC panggung kolaborasi ilmiah bergengsi bagi perguruan tinggi Wilayah Barat. ISOLLEAC 2026 menghadirkan empat pembicara utama.

 Baca Juga: Didukung Danantara, BSI Siap Garap Peluang Payroll Syariah di Ekosistem BUMN

Mereka adalah Prof Masaki Ono PhD dari University of Tsukuba, Jepang, Prof Dr Hasnah Faizah AR MHum dari Unri, Assoc Prof Adrian Rodgers PhD dari Ohio State University, Amerika Serikat, serta Dr (C) Yacinta Kurniasih MEd dari Monash University, Australia. Wakil Rektor Bidang Akademik Dr Mexsasai Indra SH MH menyampaikan tiga harapan besar untuk kemajuan riset dan akademik Unri.

Pertama, penguatan pusat riset berbudaya Melayu. Kedua, akselerasi hilirisasi riset untuk mencapai indikator kinerja utama. Ketiga, kolaborasi jurnal dan peningkatan jumlah guru besar. Menurutnya, ISOLLEAC bukan sekadar seminar tahunan, melainkan momentum memperkuat posisi Unri sebagai pusat kajian budaya Melayu yang mendunia. Hasil penelitian diharapkan tidak berhenti di ruang seminar, tetapi memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Sementara itu, Kepala BKS PTN Wilayah Barat Prof Dr Ermanto SPd MHum mengatakan, kegiatan ini menjadi ruang belajar bersama dari pemakalah kunci dan pemakalah paralel. Tema yang diangkat menghadirkan gagasan komprehensif tentang kecerdasan buatan yang marak dan tidak bisa ditolak, serta telah menjadi bagian kehidupan, termasuk bidang akademik, penelitian, dan pengabdian.

 Baca Juga: Wisuda 690 Lulusan, Univrab Dorong Mahasiswa Jadi Pengusaha

‘’Itu berkelanjutan, secara global dapat bersinergi untuk memajukan lanskap budaya dunia. Melalui inovasi AI, bahasa dan sastra dapat menjembatani,’’ ujarnya.

Sehari sebelumnya, pada malam Gala Dinner Semirata BKS Barat Bidang Bahasa FKIP Unri, Dekan FKIP Unri Prof Dr Jimmi Copriady MSi menegaskan di tengah derasnya arus teknologi dan kecerdasan buatan, rumpun sosial humaniora justru semakin penting.

‘’Mesin dapat mengolah kata, tetapi manusialah yang memberi makna, rasa, dan nilai. Para pendidik bahasa memikul peran strategis untuk memastikan generasi muda tidak hanya terampil berbahasa, tetapi juga santun, kritis, berempati dan berakar pada budayanya,’’ ujarnya.

Ketua Panitia Prof Afrianto MEd PhD menjelaskan, kegiatan ini menjadi sarana dosen saling berbagi hasil penelitian. Hasilnya diharapkan melahirkan kolaborasi publikasi bersama, kolaborasi mengajar, hingga saling berbagi praktik baik antar kampus.

Baca Juga: Polres Inhu Kembali Razia Sarang Narkoba, Kelurahan Kambesko Jadi Kampung Bersinar

Untuk konferensi ini, tercatat 203 peserta dari 34 universitas di Indonesia dan enam universitas dari luar negeri. Wilayah Barat meliputi Sumatera, Jawa, dan Kalimantan. Pertemuan ini juga membahas pengembangan kampus di Wilayah Barat, termasuk penentuan pelaksana tahun depan dan pemilihan ketua.(nto/c)

 

Editor : Edwar Yaman
The 4th ISOLLEAC 2026 rektor unri Sri Indarti fkip unri