RIAUPOS.CO - Kue nastar menjadi favorit sebagian besar orang saat Lebaran tiba. Kue kecil berisi selai nanas ini terkenal dengan teksturnya yang lembut dan rasanya yang manis hingga tak bosan menyantapnya.
Membuat nastar sendiri bisa lebih hemat, dengan bahan sederhana dan teknik yang tepat, rasanya tidak kalah dari buatan bakery.
Berikut ini resep nastar dengan tekstur lembut dan isian nanas, rapuh di setiap gigitan
Bahan adonan: 250 gram margarin
100 gram mentega (butter)
100 gram gula halus
2 kuning telur
350 gram tepung terigu protein rendah
50 gram tepung maizena
2 sdm susu bubuk
½ sdt vanili
Bahan isian: Selai nanas secukupnya
Bahan olesan:
2 kuning telur
1 sdm susu cair
1 sdt minyak
Cara Membuat: campurkan margarin, mentega, dan gula halus lalu kocok dengan mixer kecepatan rendah atau aduk manual hingga lembut. Tidak perlu sampai mengembang.
Masukkan kuning telur dan vanili, kemudian aduk perlahan hingga tercampur rata.
Tambahkan tepung terigu, maizena, dan susu bubuk sedikit demi sedikit sambil diaduk menggunakan spatula hingga adonan dapat dipulung.
Ambil sedikit adonan, pipihkan, lalu isi dengan selai nanas. Bulatkan hingga rapi.
Susun nastar di loyang yang sudah dialasi baking paper dan beri jarak antar kue.
Panggang dalam oven bersuhu 150 derajat Celsius selama sekitar 15–20 menit hingga setengah matang. Keluarkan dari oven lalu biarkan dingin.
Campurkan bahan olesan kemudian oleskan secara merata di permukaan nastar.
Panggang kembali selama 10–15 menit hingga warna nastar berubah menjadi kuning keemasan.
Setelah matang, biarkan nastar benar-benar dingin sebelum dimasukkan ke dalam stoples agar teksturnya tetap renyah.
Tips Membuat Nastar yang Lembut
Sebelum mulai membuat adonan, ada beberapa tips penting yang perlu diperhatikan agar nastar buatanmu berhasil dengan tekstur lembut dan tidak mudah retak.
1. Gunakan mentega dan margarin berkualitas
Perpaduan mentega dan margarin dapat menghasilkan aroma harum sekaligus tekstur nastar yang lembut.
2. Jangan menguleni adonan terlalu lama
Adonan cukup diaduk hingga tercampur rata saja. Menguleni terlalu lama bisa membuat tekstur nastar menjadi keras.
3. Selai nanas harus kering
Selai yang terlalu basah dapat membuat nastar melebar atau retak saat dipanggang.
4. Panggang dengan suhu stabil
Gunakan suhu oven sedang agar kue matang merata dan tidak cepat gosong.
Setelah nastar matang, cara menyimpan juga harus diperhatikan agar tahan lama:
1. Pastikan nastar sudah dingin
Jangan menyimpan nastar yang masih hangat karena uap air bisa membuat kue cepat melempem.
2. Gunakan stoples kedap udara
Pilih stoples yang bersih, kering, dan memiliki penutup rapat agar kualitas kue tetap terjaga.
3. Lapisi dasar stoples dengan kertas roti
Kertas roti membantu menyerap kelembapan sehingga nastar tetap kering.
4. Susun nastar dengan rapi
Jangan menekan atau menyusun terlalu padat agar bentuknya tetap cantik.
5. Simpan di tempat sejuk dan kering
Hindari menyimpan stoples di tempat panas atau terkena sinar matahari langsung.
6. Jangan terlalu sering membuka stoples
Membuka tutup stoples terlalu sering bisa membuat udara lembap masuk dan memengaruhi tekstur nastar.
7. Pisahkan dari kue lain
Nastar mudah menyerap aroma sehingga sebaiknya disimpan terpisah dari jenis kue kering lainnya.
8. Periksa secara berkala
Jika disimpan cukup lama, sesekali cek kondisi nastar. Jika perlu, hangatkan sebentar di oven suhu rendah sebelum disajikan.