RIAUPOS.CO - Setiap jenis buah-buahan memiliki karakteristik berbeda, sehingga cara menyimpannya juga berbeda.
Kesalahan dalam menempatkan buah, baik di dalam kulkas maupun di suhu ruang, dapat memengaruhi rasa, tekstur, hingga mempercepat proses pembusukan.
Ada yang justru lebih awet jika disimpan di suhu dingin, tetapi ada juga yang akan kehilangan cita rasa alaminya jika dimasukkan ke dalam kulkas terlalu cepat.
Baca Juga: Segmen Commercial BRI Tumbuh Double Digit Berkat BRIvolution Reignite
Berikut jenis buah dega cara peyimpanan yang berbeda-beda:
1. Apel, anggur, stroberi, jeruk, semangka, dan ceri
Buah-buahan tersebut termasuk jenis yang sebaiknya disimpan di dalam kulkas. Suhu dingin membantu memperlambat proses pembusukan dan menjaga kesegarannya lebih lama.
Baca Juga: Perkuat Tim di Kecamatan, Jadikan MPA Garda Terdepan Pencegahan Karhutla
Selain itu, buah yang sudah dipotong seperti semangka dan melon juga wajib disimpan di dalam kulkas agar tidak cepat basi.
2. Pisang, mangga, alpukat, pepaya, dan nanas
Buah-buah tropis tersebut lebih baik disimpan di suhu ruang, terutama saat masih dalam proses pematangan.
Menyimpan buah-buah ini di dalam kulkas sebelum matang dapat menghambat proses alami tersebut, sehingga rasa menjadi kurang manis dan teksturnya berubah.
3. Alpukat, mangga, dan pir
Alpukat, mangga dan pir termasuk buah yang bersifat fleksibel dalam penyimpanannya. Buah-buahan itu dapat disimpan di suhu ruang hingga matang.
Baca Juga: Ajak Generasi Muda Jauhi Narkoba, Wako Agung Nugroho: Bukan Solusi, tapi Awal Kehancuran
Setelah itu, buah bisa dipindahkan ke dalam kulkas untuk memperpanjang masa simpannya.
Selain memperhatikan lokasi penyimpanan, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan.
Buah yang menghasilkan gas etilen seperti pisang dan apel sebaiknya tidak disimpan berdekatan dengan buah lain karena dapat mempercepat pembusukan.
Kemudian, buah beri sebaiknya tidak dicuci sebelum disimpan agar tidak mudah berjamur.
Dengan memahami cara menyimpan buah, tidak hanya menjaga kualitasnya, tetapi juga membantu mengurangi pemborosan.
Editor : M. Erizal