Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Ramadan Segera Tiba, Berikut 15 Cara Menyambut dan Melaksanakan agar Lebih Sempurna

Redaksi • Sabtu, 2 Maret 2024 | 22:30 WIB
Sambut Ramadhan
Sambut Ramadhan


JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Sebentar lagi seluruh umat Islam akan merasakan kebahagiaan akan datangnya bulan Ramadan. Dan dalam bulan Ramadan seluruh umat Islam diwajibkan untuk melaksanakan ibadah puasa selama 1 bulan penuh.

Menyambut bulan Ramadan pastinya penuh rasa kebahagiaan haru dan juga hal yang ditunggu-tunggu.

Bulan Ramadan sendiri menjadi sangat istimewa bagi umat Islam lantaran bulan ini merupakan turunnya Al-Qur'an ke dunia.

Menyambut bulan yang paling mulia serta penuh keistimewaan, yuk simak 15 cara yang bisa dilakukan agar puasa bulan Ramadan menjadi lebih sempurna.

Dikutip dari NU.or.id ada 15 cara yang bisa dilakukan agar puasa Ramadan lebih sempurna. Menurut kiai yang pernah menjabat sebagai Ketua Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU) masa khidmah 2004-2010 ini, hal pertama yang bisa dilakukan adalah mempersiapkan diri dan memohon maaf kepada sesama.

Pertama, mempersiapkan jasmani dan rohani, mental spiritual seperti membersihkan lingkungan, badan, pikiran dan hati dengan memperbanyak permohonan ampun kepada Allah SWT dan minta maaf kepada sesama manusia,” jelasnya.

Kedua, menyambut bulan suci Ramadan dengan rasa senang dan gembira karena akan meraih kebajikan yang berlipat ganda. Ketiga, meluruskan niat yang tulus ikhlas, hanya ingin mendapat rida Allah SWT. Karena setan tidak akan mampu mengganggu orang yang tulus ikhlas dalam ibadah,” lanjutnya.

Hal keempat adalah berpuasa dengan penuh sabar untuk melatih fisik dan mental. Menurutnya, dengan kesabaran seseorang akan mendapat pahala yang sangat banyak. Ia kemudian mengutip firman Allah dalam surat Az-Zumar ayat kesepuluh yang memiliki arti ‘Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas. (QS Az-¬Zumar: 10)’.

Kelima, menyegerakan berbuka jika waktunya sudah tiba dan mengakhirkan makan sahur.

Keenam, berdoa ketika berbuka puasa. Salah satu pendiri organisasi mahasiswa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ini kemudian menuliskan dua jenis doa yang dibaca ketika berbuka puasa.

اَللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أفْطَرْتُ (Allahumma laka shumtu wa ‘ala rizqika afthartu). Dan ذَهَبَ الظَّمَاءُ وَابْتَلَّتْ العُرُوْقُ وَثَبَتَ اْلأجْرُ إنْ شَاءَ اللهُ (Dzahaba adh-dhama`u wabtallat al-‘uruuqu wa tsabatal ajru insyaAllaah),” tulisnya.

Ketujuh, adalah berbuka dengan kurma atau air. Menurutnya, ini sebagaimana yang disampaikan oleh Rasulullah dalam hadits riwayat Abu Dawud.

“Rasulullah SAW berbuka puasa dengan kurma basah sebelum shalat maghrib, jika tidak ada maka dengan kurma kering, dan jika tidak ada maka berbuka dengan beberapa teguk air. (HR Abu Dawud),” jelasnya.

Kedelapan, bersedekah sebanyak-banyaknya. Hal ini dikarenakan sedekah yang paling baik adalah pada bulan Ramadhan. Selanjutnya, kesembilan, adalah memperbanyak membaca Al-Qur’an, menghayati dan mengamalkannya.

“Sebagaimana Rasulullah SAW setiap bulan didatangi Malaikat Jibril untuk mengajarkan Al¬Qur'an. Al-Qur'an yang dibaca pada bulan Ramadan akan memberi syafaat kepada pembacanya kelak di hari kiamat,” ungkapnya.

Kesepuluh, meninggalkan kata-kata kotor dan tidak bermanfaat, karena akan menghilangkan pahala puasa.

Kesebelas, tidak bermalas-malasan dalam semua aktivitas dengan alasan berpuasa, karena puasa bukan menghambat aktivitas dan produktivitas justru meningkatkan prestasi.

Kedua belas, melakukan i'tikaf di masjid, terutama pada 10 hari akhir bulan Ramadhan. Hal ini seperti yang pernah Rasulullah SAW lakukan, yakni membiasakan i'tikaf pada sepuluh hari terakhir tiap bulan Ramadhan.

Hal selanjutnya, ketiga belas, adalah memperbanyak ibadah. Salah satunya adalah shalat malam dengan mengajak keluarga untuk ibadah malam.

Keempat belas, bagi yang mampu, dianjurkan untuk melakukan umrah di bulan Ramadhan, karena pahala-nya seperti berhaji.

“Terakhir, kelima belas adalah memperbanyak membaca tasbih, karena sekali tasbih di bulan Ramadan lebih baik dari seribu tasbih di luar Ramadan,” tutupnya.

Sumber: Jawapos.com

Editor : M. Erizal
#puasa ramadan #islam #puasa #ramadan