JAKARTA (RIAUPOS.CO) -- Calon presiden (capres) nomor urut 3, Ganjar Pramowo merespons adanya gelombang kritik dari sejumlah kampus, terkait dengan kondisi demokrasi yang dianggap tidak berjalan dengan baik.
Menurut Ganjar, kritik yang disampaikan para akademisi menunjukkan bahwa demokrasi tengah berada dalam jurang yang dalam.
"Saya hanya ingin menyampaikan saja, demokrasi kita ada pada jurang. Maka masyarakat sipil, tokoh masyarakat, agama, budayawan mengingatkan, termasuk kampus. Kampus itu punya kebebasan mimbar akademik, maka kalau mereka menyuarakan, maka nuraninya yang ada," kata Ganjar usai acara di De Tjolomadoe, Jalan Adisucipto, Paulan Wetan, Malangjiwan, Karanganyar, Jawa Tengah, Rabu (7/2).
Baca Juga: Forum Dosen Unri Peduli Demokrasi Sampaikan Maklumat Jaga Marwah Demokrasi Indonesia
Ganjar menegaskan, kampus memiliki kebebasan akademik untuk menyuarakan persoalan bangsa. Ia meyakini, hal tersebut tidak boleh diintervensi dengan meminta kampus untuk menyanjung pemerintah.
Selain itu, Ganjar juga mengkritik adanya intervensi dari pemerintah terhadap rektor-rektor untuk membuat pernyataan dukungan baik kepada pemerintah, meskipun rektor-rektor tersebut sebenarnya tidak setuju.
"Para profesor mengatakan, aku mau cari apalagi kalau soal ini. Maka kalau ada yang diperintah untuk membuat tandingan statemen untuk dukungan kepada pemerintah, menurut saya telat, dan membelokan sebuah kejujuran dan fakta itu akan menyakitkan buat menunjukkan sebuah kebenaran," pungkas Ganjar.
Sumber: Jawapos.com
Editor : RP Rinaldi