JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia menyinggung mundurnya Hasan Nasbi dari jabatan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan atau Presidential Communication Officer (PCO). Ia menegaskan, seharusnya juru bicara presiden selalu berada tidak jauh dari kepala negara.
“Karena begini, harusnya yang menjadi juru bicara itu memang adalah orang yang memang day to day, hour to hour, minute to minute, second to second, itu berada di sekitar pak Prabowo,” kata Doli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (29/4).
Doli menekankan, juru bicara seharusnya menyampaikan pikiran dan ucapan presiden. Sehingga tidak bisa berasumsi secara pribadi.
“Nah, apa yang dia dengar itu yang dia sampaikan. Ya kalau mau apa yang dia dengar ya tiap hari memang harus sama pak presiden,” ujar Doli.
Meski demikian, Doli tidak mengetahui secara pasti alasan mundurnya Hasan Nasbi dari posisi Kepala CPO. Namun, ia meyakini penunjukan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjadi juru bicara, karena memiliki kedekatan dengan Presiden Prabowo.
“Jadi dengan adanya Mensesneg, itu bisa lebih mendekatkan teman-teman PCO dengan apa yang tiap hari dipikirkan dan apa yang mau disampaikan oleh Pak Prabowo sebagai presiden,” tegasnya.
Sebagaimana berita belumnya, Hasan Nasbi menyatakan mundur dari jabatannya sebagai kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan atau presidential communication office (PCO). Keputusan itu disampaikan Hasan Nasbi dalam sebuah cuplikan video yang diunggah Total Politik dalam akun media sosial Instagram.
Hasan Nasbi memutuskan mengundurkan diri sejak Senin (21/5). Surat pengunduran diri itu telah disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya.
“Teman-teman semua, hari Senin tanggal 21 April 2025 adalah hari terakhir saya menjalani aktivitas di Kantor Komunikasi Kepresidenan. Itu sebabnya hari itu diabadikan, saya meminta adik-adik dari Total Politik untuk mendokumentasikan aktivitas terakhir saya,” kata Hasan Nasbi dalam cuplikan video.
Video itu menggambarkan aktivitas hari terakhir kerja Hasan Nasbi sebagai Kepala PCO. Hasan Nasbi terlihat tengah menandatangani berkas dalam cuplikan video tersebut.
Hasan mengungkapkan, dirinya beberapa kali sudah menyampaikan akan menepi, jika terdapat suatu permasalahan yang tidak bisa lagi diatasi.
“Sudah pernah saya sampaikan kepada khalayak dalam beberapa tayangan podcast bahwa kalau ada sesuatu yang tidak bisa lagi saya atasi atau kalau ada persoalan yang sudah di luar kemampuan saya, maka tidak perlu ribut-ribut, tidak perlu heboh-heboh, kita pun harus tahu diri dan kemudian mengambil keputusan untuk menepi,” ujar Hasan.
Hasan mengaku dirinya sudah menyerahkan surat pengunduran diri kepada Presiden Prabowo, pada Senin (21/5). “Maka pada hari ini 21 April 2025 sepertinya saat itu sudah tiba surat pengunduran diri saya tandatangani dan saya kirimkan kepada presiden melalui dua orang sahabat baik saya Menteri Sekretaris Negara dan Sekretaris Kabinet,” ungkapnya.
Ia pun memastikan, keputusan yang diambilnya itu sudah sangat matang. Menurut dia, keputusan itu tidak diambil secara tiba-tiba dan emosional. “Jadi ini bukan keputusan yang tiba-tiba dan bukan keputusan yang emosional. Ini rasanya adalah jalan terbaik yang dipikirkan dalam suasana yang amat tenang dan demi kebaikan komunikasi pemerintah,” pungkasnya.(jpg)
Editor : Arif Oktafian