PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Presiden Prabowo Subianto dikabarkan bakal kembali melakukan perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (28/1).
Salah satu yang diisukan bakal masuk kabinet, yakni Wakil Ketua Komisi I DPR RI Budisatrio Djiwandono. Bahkan, Budi sendiri telah merespons singkat kabar dirinya diisukan masuk kabinet.
Hal itu juga merespons pernyataan Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto yang sebelumnya mengungkapkan, terdapat pimpinan Komisi I DPR yang bakal berpindah ke kabinet. Ia menegaskan, pernyataan itu sebaiknya kembali ditanyakan ke Utut. “Silakan ditanyakan ke Pak Utut,” tegasnya.
Isu reshuffle kembali menguat setelah kekosongan posisi Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Thomas Djiwandono. Hal ini setelah Thomas ditetapkan DPR RI sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).
Respons Istana
Dalam pada itu, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari merespons soal isu perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih, yang dikabarkan bakal dilakukan Presiden Prabowo Subianto.
Qodari mengamini ada kekosongan kursi Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), setelah Thomas Djiwandono ditetapkan sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) dalam Paripurna DPR, pada Selasa (27/1) kemarin.
“Iya, mungkin karena Pak Tommy ke deputi kan? Kan ada yang lowong? Ya itu, ya bagus saja itu. Kalau itu kan logis saja. Berarti kan harus ada yang diisi, kan?,” kata Qodari ditemui di kantor Badan Komunikasi Pemerintah, Jalan Veteren, Jakarta Pusat, Rabu (28/1).
Baca Juga: Guardiola Akui Kepanikan Man City atas Strategi Mourinho Melawan Benfica
Namun, Qodari belum mengetahui siapa yang bakal mengisi posisi Wamenkeu tersebut. Ia menegaskan, posisi Kabinet Merah Putih sepenuhnya merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto.
“Yang pasti begini, Presiden kalau bicara reshuffle pasti kriterianya adalah kinerja, pencapaian target-target,” tegasnya.
Meski demikian, Qodari mengklaim tidak mengetahui secara pasti soal isu reshuffle tersebut. “Hanya Presiden dan Tuhan yang tahu,” pungkasnya.
Belum Ada Keputusan
Nama politikus Partai Gerindra Budi Djiwandono dan mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Juda Agung belakangan santer diisukan bakal masuk Kabinet Merah Putih. Namun, pihak Istana menegaskan belum ada keputusan resmi terkait isu tersebut.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan, Presiden Prabowo hingga kini belum menetapkan pengisian jabatan menteri maupun wakil menteri yang dikaitkan dengan dua nama tersebut.
“Belum,” kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (28/1).
Baca Juga: Dua Gol Malik Tillman Membawa Leverkusen Lolos ke Babak Play-off Liga Champions
Isu tersebut juga mengaitkan Juda Agung dengan posisi Wakil Menteri Keuangan, menyusul kursi yang ditinggalkan Thomas Djiwandono. Menanggapi hal itu, Prasetyo menegaskan bahwa seluruh keputusan pengisian jabatan kabinet sepenuhnya merupakan kewenangan Presiden.
“Belum. Nanti pada waktunya, siapapun yang kemudian kalau diputuskan oleh Bapak Presiden pos yang ditinggalkan harus diisi, nanti akan kami sampaikan,” tegasnya.(gem)
Laporan JPG, Jakarta