RENGAT (RIAUPOS.CO) - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerakan Rakyat (PGR) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) resmi tercatat di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) daerah itu. Bahkan, PGR yang baru dideklarasikan pada tanggal 18 Januari 2026 di Jakarta, juga sudah memiliki kantor sekretariat di Kabupaten Inhu yakni Kompleks Pasar Sri Gading Air Molek.
Di mana, PGR awalnya berfungsi sebagai organisasi massa yang didirikan pendukung Anies Baswedan. Organisasi itu disebut Gerakan Rakyat (GeRak).
“Benar, kemarin kami sudah menyerahkan surat keberadaan kepengurusan dan kantor perwakilan partai politik (Parpol) kepada pengurus DPD PGR,” ujar Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Inhu Joni Maryanto SPi MSI melalui Kabid Politik Dalam Negeri (Poldagri), Beni Suganda SH, Kamis (19/2).
Penyerahan surat keberadaan kepengurusan dan kantor perwakilan Parpol sebut Beni, setelah pihak DPD PGR Kabupaten Inhu sudah memenuhi syarat-syarat sebagaimana diamanatkan oleh Permendagri. Di mana, ada enam syarat yang harus dipenuhi untuk keberadaan Parpol tersebut.
“PGR sudah bisa ikut mewarnai dan berkompetisi pada pemilihan legislatif mendatang dan hendaknya bisa memberikan sumbangsih untuk pembangunan daerah, bangsa, negara dan agama,” ujarnya.
Dalam pada itu, Ketua DPD PGR Kabupaten Inhu Safrizal mengatakan, keberadaan pengurus dan sekretariat di tingkat daerah sebagai tindak lanjut dari deklarasikan pada tanggal 18 Januari 2026. “Kepengurusan sudah terbentuk, Ketua DPP Sahrin Hamid SH, Ketua DPW Drs H Wan Abud Bakar Ms MSi dan saya di DPD Inhu,” ujar Safrizal.
Usai diserahkannya surat keterangan terdaftar, DPD PGR akan langsung bergerak mengembangkan sayap hingga tingkat DPC. Kemudian mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa PGR berupaya untuk menjalankan kebutuhan yang krusial dan yang harus dijalankan oleh pemegang kebijakan.
Seperti dicontohkannya, kebutuhan krusial itu berupa perluasan lapangan pekerjaan, perbaikan ekonomi di semua sektor, pelayanan kesehatan yang cepat dan akurat tepat dalam hasil, pendidikan yang maju di era digitalisasi. Editor : Arif Oktafian