PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) bersama DPRD Provinsi Riau menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) mencapai dua digit atau minimal Rp10 triliun pada tahun 2027. Upaya tersebut dinilai mulai menunjukkan hasil positif.
Ketua DPRD Provinsi Riau Kaderismanto mengatakan, target tersebut didukung oleh berbagai langkah strategis, salah satunya melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Optimalisasi PAD.
“Target PAD kita untuk tahun 2027 adalah mencapai dua digit, paling tidak Rp10 triliun. Kita sudah membentuk Pansus Optimalisasi PAD di DPRD Riau bersama pemprov, dan saat ini mulai terlihat capaiannya,” ujarnya, Rabu (22/4).
Menurutnya, salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah berkoordinasi dengan Pertamina untuk mendata penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bagi kendaraan operasional perusahaan.
Baca Juga: DPRD Dukung Penuh Penyelesaian Konflik Agraria
“Dengan pendataan ini, kita dapat mengetahui perusahaan mana saja yang tidak membeli BBM di Riau, sehingga pajaknya tidak masuk ke daerah. Melalui Pansus Optimalisasi dan keterlibatan semua pihak, potensi ini bisa dimaksimalkan,” jelasnya.
Selain itu, DPRD Riau juga berkomitmen mendorong Pemprov agar target Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2027 dapat tercapai, terutama melalui optimalisasi sektor pajak daerah.
Kaderismanto menyebutkan, tren PAD Riau saat ini menunjukkan peningkatan. Pada triwulan pertama tahun 2026, pendapatan dari pajak kendaraan bermotor dan pajak bahan bakar mengalami kenaikan signifikan. Bahkan, pajak bahan bakar meningkat sebesar Rp110 miliar dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025.
“Intinya, kita optimistis target yang telah ditetapkan dapat tercapai,” katanya.
Baca Juga: Komisi I Minta Al-Fatih Segera Urus Izin
Untuk mempercepat peningkatan pendapatan daerah, DPRD juga akan memerioritaskan pembahasan rancangan peraturan daerah (ranperda) yang berkaitan langsung dengan PAD.
“DPRD akan bersama-sama mendorong percepatan ranperda, termasuk revisi beberapa peraturan daerah yang secara khusus berkaitan dengan peningkatan pendapatan,” ujar Kaderismanto.
Ia menambahkan, pihaknya telah berdiskusi dengan seluruh fraksi di DPRD Riau untuk merevisi Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda), guna mendahulukan pembahasan ranperda yang berpotensi meningkatkan pendapatan daerah.
Baca Juga: DPRD-Pemprov Riau Sepakati Rekomendasi LKPj 2025
Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto mengapresiasi kinerja Pansus Optimalisasi Pendapatan Daerah DPRD Riau. Apresiasi tersebut disampaikan dalam rapat paripurna dengan agenda persetujuan rekomendasi dewan atas laporan hasil kerja pansus terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Kepala Daerah Tahun 2025.
Menurut SF Hariyanto, kolaborasi dan sinergi antara DPRD dan Pemprov mulai berdampak pada peningkatan PAD Riau tahun 2026, khususnya dari sektor Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB).
“Hasil pendapatan hingga Maret tahun ini dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan, terutama dari sektor pajak bahan bakar,” ujarnya.(gem)
Laporan AFIAT ANANDA, Pekanbaru
Editor : Arif Oktafian