JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid menghadiri rapat pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Reforma Agraria di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (21/9). Usai mengikuti agenda tersebut, Nusron dicecar sejumlah pertanyaan oleh wartawan mengenai dugaan suap terkait pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB).
Nusron memilih tidak banyak berkomentar mengenai perkara yang tengah ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tersebut. Dia menegaskan Kementerian ATR/BPN menghormati proses hukum yang sedang berjalan.
“Kan sudah tak sampaikan kalau soal itu, kami menghormati proses hukum yang dilakukan oleh KPK. Jadi posisi kami menghormati dan mengikuti proses yang ada,” kata Nusron di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (21/9).
Baca Juga: Nasdem PekanbNasdem Pekanbaru Target Delapan Kursi
Selain soal kasus dugaan suap di lingkungan ATR/BPN, Nusron juga turut dipertanyakan awak media soal pengunduran dirinya dari kepengurusan DPP Partai Golkar. Nusron membenarkan bahwa persoalan tersebut sebelumnya telah dibicarakan dengan Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia.
“Kalau soal itu kami sudah lama diskusi dengan Pak Bahlil dari tahun lalu. Jadi selebihnya lebih baik tanyakan sama Pak Bahlil selaku ketua umum. Kami sudah pernah diskusi masalah itu lama,” ujarnya.
Saat kembali ditanya mengenai alasan dirinya disebut mundur dari kepengurusan Partai Golkar, Nusron memilih tidak memberikan penjelasan lebih lanjut. Dia hanya terdiam dan berusaha meninggalkan lokasi.
Baca Juga: Agus Risna Saputra Pimpin Golkar Kampar
Sejumlah awak media kembali mengejar Nusron untuk meminta penjelasan mengenai alasan pengunduran dirinya. Namun, Menteri ATR/BPN itu menegaskan bahwa dirinya telah memberikan jawaban terkait persoalan tersebut. “Kan udah tak jawab,” jelasnya.
Tak puas dengan pernyataan Nusron, awak media yang meliput di DPR mempertanyakan soal evaluasi internal Kementerian ATR/BPN setelah adanya pemeriksaan dan penanganan perkara oleh KPK. Namun, Nusron meminta wartawan tidak terus mengejarnya karena hendak meninggalkan lokasi.
“Ini kan aku mau pulang. Caranya nggak begini, caranya nggak begini,” imbuhnya.
Baca Juga: Komisi III DPR Dorong Usut Kasus Ipda Yayat
Bantah Menghilang usai OTT KPK
Menteri ATR/BPN Nusron Wahid sebelumnya membantah kabar dirinya menghilang usai adanya Operasi Tangkap Tangan (OTT) di kementerian yang dipimpinnya. Hal ini setelah KPK menetapkan delapan tersangka terkait kasus dugaan suap pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) Summarecon di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Nusron Wahid hanya bergurau terkait kabar yang menyebutkan dirinya menghilang. Terlebih, namanya dikait-kaitkan dengan kasus yang tengah ditangani KPK. “Masa kita bisa menghilang kayak jin, ya?” ucap Nusron di kantor Kementerian ATR/BPN, Jakarta, akhir pekan lalu.
Meski demikian, Nusron menghormati proses hukum yang sedang dilakukan lembaga antirasuah tersebut. Nusron menegaskan, dirinya siap membantu KPK dalam mengusut perkara korupsi yang disebut-sebut melibatkan orang kepercayaannya.
Baca Juga: Penjaringan Calon Ketua Golkar Kampar Dibuka Besok, Musda Digelar 21-22 September
“Kami menghormati apa yang diproses oleh aparat penegak hukum, dalam hal ini KPK. Kami juga akan mengikuti dan kami akan membantu proses yang ada di sini,” pungkasnya.(jpg)
Editor : Arif Oktafian