Prabowo Rombak Kabinet, Bahlil Rangkap Jadi Menko

Tim Redaksi • Dipublikasikan Jumat, 2 Oktober 2026 | 10:09 WIB
Pejabat baru Kabinet Merah Putih menjalani prosesi pengambilan sumpah saat dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026). (SETKAB RI)
Pejabat baru Kabinet Merah Putih menjalani prosesi pengambilan sumpah saat dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026). (SETKAB RI)

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Presiden Prabowo Subianto merombak 14 jabatan di Kabinet Merah Putih, Kamis (1/10). Sorotan tertuju pada Bahlil Lahadalia. Dia kini merangkap jabatan sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Setelah pelantikan, Bahlil mengatakan, penugasan tersebut merupakan amanah dan tanggung 

jawab yang akan dijalankan. ’’Kita tahu bahwa Bapak Presiden mempunyai program yang salah satu di antaranya dalam Asta Cita adalah tentang hilirisasi dan transisi energi. Ini harus mampu kita konsolidasikan lewat Kemenko untuk bagaimana bisa melakukan percepatan eksekusi ke depan,’’ kata Bahlil.

Baca Juga: KPU Kuansing Tetapkan PDPB Triwulan III  275.383 Pemilih

Dia mengatakan, kantor Menko Hilirisasi dan Transisi Energi untuk sementara tetap berada di Kementerian ESDM. Menurut Bahlil, hal tersebut berkaitan dengan besarnya keterkaitan sektor ESDM dengan agenda hilirisasi.

Sementara itu, Dudung Abdurachman yang kini menjadi Menko Polkam menyebut tugas barunya berkaitan dengan koordinasi dan sinkronisasi sejumlah kementerian di bidang politik dan keamanan. ’’Langkah awal saya akan koordinasi dengan semua instansi terkait dari kelembagaan di bawah koordinasi Polhukam adalah sinkronisasi situasi keamanan saat ini untuk semakin kondusif,’’ kata Dudung.

Arrmanatha Christiawan Nasir mengatakan akan melanjutkan kebijakan yang sebelumnya dijalankan Sugiono. Pria yang akrab disapa Tata itu menyebut politik luar negeri Indonesia memiliki rujukan yang jelas, yakni undang-undang dan prinsip bebas aktif. Dia juga menegaskan Indonesia akan terus berkontribusi dalam menjaga stabilitas dan perdamaian di kawasan maupun tingkat global.

Baca Juga: Bistamam Mendaftar Calon Ketua DPD II Golkar Rohil 

Sementara itu, Kementerian Keuangan kini memiliki wakil menteri baru. Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, pembagian tugas akan dibahas lebih lanjut setelah para pejabat mulai bekerja. Dia menyebut keberadaan tiga wakil menteri akan memperkuat Kementerian Keuangan yang memiliki ruang kerja luas dan kompleks. 

’’Semua pekerjaan Kementerian Keuangan yang sangat-sangat komprehensif itu akan kita kerjakan secara bersama, secara komprehensif sehingga nanti bisa punya manfaat yang paling maksimal,’’ katanya.

Sertijab Kemenko PMK Tertunda

Prosesi serah terima jabatan (sertijab) di Kemenko PMK yang awalnya diagendakan kemarin petang urung digelar. Meski demikian, mantan Menko PMK Pratikno diketahui sudah berada di kantor sejak sore. Dia kemudian memanfaatkan momentum tersebut untuk berpamitan kepada para pegawai di Kemenko PMK, mulai para deputi hingga satpam dan petugas office boy (OB).

Baca Juga: KPUD Kampar Tetapkan 647.977 Pemilih dalam Rekapitulasi

Pratikno mengaku masih akan datang ke kantor pada Senin (5/10). Selain melakukan sertijab, dia juga akan menggelar rapat dengan Menko PMK yang baru, Sugiono. ’’Jadi Senin (5/10) pagi, kita serah terima jabatan. Terus sudah itu, kita akan mendetilkan beberapa pekerjaan yang perlu diteruskan,’’ ujarnya saat ditemui di Kantor Kemenko PMK, Kamis (1/10).
Sebelumnya, Pratikno sempat bertemu dengan Sugiono di Istana seusai pelantikan. Keduanya berbincang mengenai sejumlah pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan. Salah satunya terkait rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di berbagai daerah.

Sarmuji Bidik Industri Padat Karya

Menteri Perindustrian (Men­perin) Muhammad Sarmuji langsung menyoroti industri padat karya setelah resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Kamis (1/10).

Baca Juga: Inhil Siap Tindak Lanjuti Pemekaran DOB

Sarmuji mengatakan, sektor industri harus menjadi pengerek pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka lapangan kerja. Karena itu, dia akan memetakan berbagai persoalan yang menghambat perkembangan industri untuk kemudian dibenahi secara bertahap. ’’Sektor industri itu harus menjadi leverage, daya ungkit bagi pertumbuhan ekonomi dan penyerapan lapangan kerja,’’ ujarnya.

Menurut dia, industri yang memiliki kemampuan besar dalam menyerap tenaga kerja akan menjadi salah satu perhatian utama. Dia menyebut industri sepatu dan tekstil sebagai contoh sektor yang perlu mendapat perhatian. ’’Kita mesti cari problem-problemnya, lalu kita benahi satu-satu,’’ ujarnya.(lyn/bry/mia/oni/das)

Laporan JPG, Jakarta

 

Editor : Arif Oktafian
reshuffle kabinet Kabinet Merah Putih prabowo subianto