Jalan Kembung Luar-Teluk Lancar Rusak
Redaksi • Jumat, 28 Oktober 2011 | 07:24 WIB
Laporan EVI SURYATI, Bengkalis evisuryati@riaupos.com
Akses jalan ke Desa Kembung Luar dan Teluk Lancar rusak parah dan hampir terputus.
Dua jalan penghubung dari Desa Pematang Duku dan Teluk Pambang sama parahnya, sejumlah kenderaan roda empat terprosok bahkan terpaksa membongkar angkutan yang dibawa.
Parahnya akses jalan ke Kembung Luar dan Teluk Lancar tersebut bahkan pernah dirasakan langsung Wakil Bupati Bengkalis, Drs Suayatno saat menghadiri sebuah acara di Desa Teluk Pambang. Saat pulang ke Bengkalis, Wabup lewat Jalan Dusun Pancur tembus ke Pematang Duku.
Malangnya, saat sampai di ujung Dusun Tasik Pematang Duku, sebuah kenderaan roda empat yang mengangkut matrial pasir terperosok ke dalam lubang. Kendaraan Wabup terpaksa berhenti beberapa menit sampai pemilik kendaraan yang terperosok selesai membongkar muatannya.
‘’Akses ke desa kami hampir terputus, bukan hanya di Sungai Tiram perbatasan Pemtang Duku dengan Kembung, jalan setelah Jembatan Kembung juga mengalami kerusakan parah,’’ ujar Kepala Desa Kembung Luar, Jumalin, Kamis (27/10).
Dikatakan Jumalin, kerusakan bertambah parah karena mobil pengangkut material proyek melintasi jalan tersebut, baik lewat Pematang Duku maupun Teluk Pambang. Kondisi tersebut memang tidak bisa dihindari, karena tidak ada akses lain.
‘’Kalau tidak segera ditimbun, saya kawatir dalam beberapa hari ke depan akses ke desa kami akan terputus total,’’ ujar Jumalin.
Bisanya kata Jumalin, untuk matrial proyek sejumlah rekanan cukup membeli di pengepukan Jembatan Kembung. Dikarenakan material yang ada tidak mencukupi, sejumlah rekanan terpaksa melangsir material proyek dari Kota Bengkalis.
‘’Terlebih sejak beberapa bulan terakhir musim hujan, semakin hancurlah jalan,’’ imbuhnya.
Kondisi jalan hancur tersebut dibenarkan Parmin, pemilik angkutan oplet trayek Kembung Luar-Bengkalis.
Parmin mengaku kesulitan saat melintas di Jalan Sungai Tiram atau di ujung Dusun Tasik Pematang Duku. Bahkan sejak beberapa hari terakhir, opletnya terpaksa diistirahatkan, karena kondisi jalan teramat parah.
‘’Kalau kondisi jalan tetap seperti itu, rasanya tak sanggup kami menempuhnya. Untuk sampai ke Bengkalis saja hampir tiga jam, padahal jaraknya cuma 60 Km. Kami berharap pemerintah tanggap dengan kondisi ini, paling tidak untuk sementara ditimbun dulu,’’ ujar Parmin.
Pengerjaan Jalan Sungai Tiram memang dikesalkan banyak pihak. Baru beberapa bulan selesai, kondisi jalan sudah terkelupas dan berlubang, padahal saat itu tidak banyak kendaraan roda empat yang melintas.
‘’Apalagi sekarang, setiap hari berpuluh mobil pengangkut material proyek yang melintas, bertambah hancurlah jalan,’’ ujar Adi, warga Kembung.(jrr)
Editor : RP Redaksi