Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Puluhan Ribu Bibit Sawit Terendam

Redaksi • Kamis, 22 Desember 2011 | 10:10 WIB
Laporan Abu Kasim, Siak
abukasim@riaupos.com

Tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir ini, tidak hanya merendam pemukiman warga dan kebun karet warga. Tapi merendam sedikitnya 30 ribu batang bibit sawit milik Pemkab Siak, yang dikelola oleh Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) di lokasi pembibitan di Desa Buantan Besar, Kecamatan Siak.

Bibit sawit yang sudah dimasukkan dalam polibek baru berumur 3 bulan, dan kondisi sebelum terendam banjir cukup baik dan terlihat hamparan luas yang hijau. Namun setelah dua hari lalu direnam banjir dengan ketinggi satu lulut orang dewasa, ada bibit yang masih terlihat dan sebagiannya lagi hanya terlihat bagian pucuk daunnya saja.

Namun untuk menyelamatkan bibit-bibit sawit tersebut para petugas pada Rabu (21/12) pagi, terlihat sibuk memindahkan bibit yang benar-benar terendam air, ke lokasi yang lebih tinggi.

Namun, jika dalam beberapa hari ke depan bibit sawit tersebut tidak dipindahkan ke tempat yang lebih tinggi, maka akan dikhawatirkan layu dan akhirnya mati.

Terhadap kondisi itu, Kepala Dishutbun Siak Drs H Teten Effendi yang dikonfirmasi Riau Pos, Rabu (21/12) mengatakan, memang dalam beberapa hari ini curah hujan cukup tinggi. Sehingga air dari arah hujan yang berada tidak jauh dari pembibitan sawit Pemkab Siak terendam banjir.

‘’Sekarang bibitnya baru berumur 3 bulan dengan jumlah 30 ribu batang. Kita berharap petugas dapat segera memindahkan ke tempat yang lebih tinggi, sehingga bibit sawit tersebut tidak mati,’’ ujarnya.

Ia mengaku, dari 30 ribu batang bibir sawit yang disemai dihamparan lahan seluas 4 hektare, tidak semuanya terendam banjir. Namun ada titik pembibitan yang memang cukup curam terendam bajir, makanya para petugas sedang memindahkan bibit yang benar-benar terendam air.

Teten mengatakan, bibit sawit yang ditanamnya ini diperuntukan guna membantu para petani sawit, karena setelah usianya cukup untuk didistribusikan ke masyarakat, dengan harga subsidi atau sekitar 1,6 tahun, barulah diberikan ke masyarakat Kabupaten Siak.

Upaya itu katanya lagi, untuk menghindari penjualan bibit sawit palsu. Kalau masyarakat sampai membeli bibit palsu tentu masyarakat yang dirugikan. Makanya program pengadaan bibit sawit ini untuk membantu masyarakat, yang ingin mencari bibit asli.

‘’Makanya kita mengharapkan air banjirnya cepat surut dan tidak merendam bibit tersebut. Kalau terlalu lama terendam tentu akan membuat bagian batang bawah bibit sawit akan membusuk dan pada akhirnya mati,’’ ujarnya.(rnl) Editor : RP Redaksi