Bupati Rohil Kecam Aparat Jual Lahan
Redaksi • Sabtu, 25 Januari 2014 | 11:04 WIB
ROKANHILIR (RIAUPOS.CO) - Bupati Rokan Hilir H Annas Maamun mengecam tindakan oknum pemerintahan yang terlibat dalam kasus jual beli lahan yang tidak prosedural, dan berorientasi memperkaya diri sendiri.
Di hadapan sejumlah wartawan, kemarin di Bagansiapi-api, bupati mengungkapkan harus ada tindakan tegas terhadap oknum pemerintahan termasuk camat, lurah maupun kepenghuluan.
‘’Coba masukkan koran, mana camat jual lahan. Tadi malam baru saya tahu ada camat jual lahan. Kalau kedapatan saya berhentikan camatnya,’’ kata Annas Maamun.
Menurut bupati, tindakan dari oknum aparatur pemerintahan yang terlibat dalam jual beli lahan merupakan tindakan yang keterlaluan.
‘’Orang Rohil sendiri saja tidak punya lahan mengapa orang luar ambil lahan, ini pasti kades ambil duitnya, masyarakat sendiri tidak dikasi lahan, tanah diberi orang luar, seberapalah. Kaya dia tidak juga,’’ kata bupati tegas.
Terhadap oknum yang diduga terlibat, langkah tegas yang dapat diambil menurut bupati masyarakat bisa menyampaikan laporan ke polisi, bawa bukti surat tanah yang ada.
‘’Adukan saja ke polisi, kemarin camat dua orang kepala desa enam orang masuk penjara, apa takut. Masyarakat banyak tidak punya tanah, orang yang ambil lahan itu kaya semua, orang kaya-kaya rakyat dibiarkan hancur,’’ katanya lagi.
Annas menjanjikan segera mengambil tindakan tegas terhadap aparat dengan karakter suka jual beli lahan tanpa memperhatikan masyarakat sendiri, sanksi yang maksimal dari pihaknya berupa pemecatan terhadap aparat yang bersangkutan.(adv/b)
Editor : RP Redaksi