Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Obat Terapi Covid-19 Mulai Sulit Didapatkan

Administrator • Rabu, 7 Juli 2021 | 10:15 WIB
Kapolsek Tampan Kompol Hotmartua Ambarita mengunjungi apotek yang berada di wilayah hukumnya dan mengimbau pemiliknya agar menjual obat-obatan dan alat kesehatan berdasarkan harga eceran tertinggi (HET) sesuai dengan ketentuan pemerintah, beberapa waktu l
Kapolsek Tampan Kompol Hotmartua Ambarita mengunjungi apotek yang berada di wilayah hukumnya dan mengimbau pemiliknya agar menjual obat-obatan dan alat kesehatan berdasarkan harga eceran tertinggi (HET) sesuai dengan ketentuan pemerintah, beberapa waktu l

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Belakangan ini masyarakat terus kesulitan memperoleh obat generik untuk pasien Covid-19. Bahkan di sejumlah apotek di Kota Bertuah telah lama kehabisan stok obat yang bernama Vitever yang merupakan suplemen makanan yang mengandung vitamin dan mineral dalam bentuk sediaan taplet salut selaput.

Vitever mengandung vitamin A, vitamin D, vitamin B1, vitamin B2, vitamin B6, vitamin B12, vitami C, vitamin E, biotin, calcium pantothenate, Cu, Fe, folic acid, ginseng, ginko biloba, Mangan, Niacinamide dan selenium.

Vitever ini digunakan sebagai suplemen untuk menutrisi otak, memelihara kesehatan dan membantu memulihkan kondisi tubuh sehabis sakit dan kerap diresepkan untuk membantu pemulihan pasien Covid-19.

Berdasarkan penelusuran Riau Pos di sejumlah apotek di Jalan Utama Kecamatan Bukit Raya, Selasa (6/7) malam sejumlah apotek sudah tidak lagi menjual produk dari produktif PT IFARS tersebut.

Menurut salah seorang apoteker di Apotek Utama Mandiri yang tidak mau disebutkan namanya, obat tersebut sudah sejak sebulan terakhir hilang di pasaran karena belum dapat diproduksi oleh perusahaan yang mengedarkannya. Bahkan setiap hari belasan masyarakat datang menanyakan keberadaan obat tersebut yang kini dijual dengan harga cukup tinggi.

"Sudah lama tak ada. Itu harganya satu papan isi 10 tablet Rp240.000. Namun sekarang karena langka bisa mencapai Rp800 ribu," ucapnya.

Meski begitu dia juga menawarkan kepada masyarakat yang merupakan customer tempatnya bekerja obat lain yang bernama Wellness Vitamin D3 1000 IU isi 60  Softgels yang dijual seharga Rp162.000. "Sekarang itu obat yang kami sarankan kepada konsumen dengan harga yang jauh bersahabat dan aman dikonsumsi untuk ibu hamil," katanya.

Sementara itu, salah seorang pegawai Apotek Alpa juga memberikan resep obat merek lainnya untuk mengobati pasien covid-19. Obat tersebut bernama Valaciclovir HCI tablet salut selaput 500 mg yang merupakan obat generik dan dijual seharga Rp100.000.

"Ini obat yang biasa diresepkan dokter juga bisa untuk menyembuhkan pasien Covid-19," tegasnya.

Stok Menipis
Stok menipis juga terjadi di Apotek Wahyu 99 Jalan Garuda Sakti Pekanbaru. Salah satu pegawai apotek Tira mengatakan, beberapa produk sulit untuk didapatkan, dan beberapa di antaranya mengalami kenaikan harga.

"Harga kami ikut sama pedagang besar farmasi (PBF). Salah satu yang sulit didapat sekarang adalah Azithromycin. Harganya juga naik, dulu sepapan Rp50 ribu, sekarang Rp100 ribu. Kami juga sudah nggak jual lagi," katanya.

Sementara itu, minuman kesehatan juga sulit didapat, seperti susu beruang dan UC1000.

"Kalau susu beruang ada, tapi susah juga dicari. UC1000 udah sekitar empat bulan ini nggak jual. Stok nggak ada," ujarnya.

Sementara itu, karyawan Apotek Kimia Farma Darul juga mengungkapkan, dalam sepekan ini permintaan produk obat-obat terapi Covid-19 cukup banyak.  "Saat ini stok di sini kosong, lagi dipesan. Tapi jangan khawatir, nanti pasti ada kok," ucapnya.

 

Editor : Administrator
#terapi #obat #sulit #covid