Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau M Edy Afrizal mengatakan, perpanjangan status tersebut disebabkan karena hingga saat ini di sejumlah wilayah di Riau masih dilanda banjir. Selain itu, juga masih ada warga terdampak banjir yang masih mengungsi.
"Status siaga darurat bencana Hidrometeorologi diperpanjang hingga 29 Februari mendatang. Berkasnya sudah diparaf, hanya tinggal di tandatangani oleh pak gubernur. Kebetulan beliau sedang berada diluar kota," katanya.
Lebih lanjut dikatakanya, dari laporan yang pihaknya terima saat ini daerah yang masih terjadi banjir dan ada warga yang mengungsi yakni di Kabupaten Indragiri Hulu, Pelalawan, Rokan Hilir dan juga di Bengkalis. Kemudian banjir juga masih terjadi di Kabupaten Kampar, Kuantan Singingi, Rokan Hulu dan juga Kota Pekanbaru.
"Jadi selain masih ada yang mengungsi akibat banjir, juga masih ada daerah di Riau yang terjadi banjir," sebutnya.
Disebutkan M Edy, perpanjangan status siaga tersebut juga memperhatikan kondisi cuaca di provinsi tetangga. Yakni Sumatera Barat dan juga Sumatera Utara, karena beberapa sungai di Riau hulu nya berada di dua provinsi tetangga tersebut.
"Kalau di Riau memang curah hujan belakangan ini sudah menurun, tapi kita juga harus perhatikan kondisi cuaca di provinsi tetangga. Karena hulu sungai kita ada di dua provinsi itu," ujarnya.
Editor : RP Rinaldi