PEKANBARU (RIAU POS.CO) -- Mapala Sakai menggelar kegiatan latihan dasar rafting terbuka di wahana Arung Jeram atau Rafting di Desa Tanjung, Kabupaten Kampar, tepatnya di Sungai Kopu, baru-baru ini. Dipilihnya lokasi tersebut karena ingin merasakan langsung keindahan dan kelestarian objek wisata peringkat 2 Anugerah Pesona Indonesia (API) Award 2021 kategori wisata air tersebut.
Kegiatan latihan dasar rafting terbuka yang diberi nama "Latihan Dasar Arung Jeram (Basic Rafting Training)" dikemas dengan konsep pelatihan dasar ditambah dengan kegiatan Eksplor Air Terjun Putri Khayangan yang juga berlokasi di tempat yang sama.
Ketua Mapala Sakai, Ade Utama mengatakan, pihaknya mengadakan kegiatan tersebut bertujuan membangkitkan potensi kegiatan alam bertemakan air, khususnya arung jeram. Mengingat bahwa kegiatan arung jeram sendiri belum begitu dikenal khususnya untuk penggiat alam di Provinsi Riau.
"Kami Mapala Sakai bekerja sama dengan FAJI Kampar ikut untuk menyukseskan kegiatan ini. Dari FAJI Kampar, ada Indra Muliadi turut serta dan bersedia sebagai pemateri sekaligus pemandu untuk latihan dasar ini," ujar Ade Utama, Rabu (28/2).
Dijelaskannya, para peserta dari mahasiswa dan juga terbuka untuk umum yang mengikuti kegiatan tersebut, tujuannya adalah menambah ilmu mengenai teknik-teknik dasar arung jeram, dan kegiatan yang berkaitan dengan air.
"Sebelum melakukan kegiatan peserta dibekali materi dasar mengenai arung jeram oleh pemateri, dengan tujuan agar peserta paham mengenai apa saja yang harus dilakukan selama di dalam perahu karet.
Lebih lanjut Ade Utama menjelaskan, untuk menuju ke dermaga, peserta akan dibawa dengan perahu motor (piyau). Dalam perjalanan menuju dermaga, peserta dimanjakan dengan panorama sekitar sungai yang memiliki keindahan luar biasa, ditambah penampakan "Batu Hidung", yang merupakan sebuah batu yang bentuknya menyerupai patung Moai yang ada di Pulau Paskah.
"Para peserta sebelum berangkat menuju Air Terjun mereka melakukan praktek dasar arung di dermaga yang memiliki arus yang tenang. Iya, praktek ini dilakukan untuk mengaplikasikan materi yang telah disampaikan sebelumnya di tahap materi ruangan oleh pemateri dari FAJI Kampar," katanya.
Kemudian, setelah melakukan praktek dasar, peserta didampingi oleh panitia dan pemateri melakukan tracking ke Air Terjun Putri Khayangan selama kurang lebih 20 menit melintasi sungai yang ketinggiannya hanya mencapai mata kaki.
Selanjutnya, setelah puas bermain air dan menikmati keindahan panorama Air Terjun Putri Khayangan, peserta melakukan praktek arung jeram melintasi arus Sungai Kopu. Para peserta sangat antusias dengan kegiatan ini, karena di kalangan mahasiswa khususnya pecinta alam di Riau.
"Kegiatan arung jeram masih dapat dikatakan baru. Dengan diadakannya latihan dasar ini, besar harapan kami mahasiswa khususnya Mapala agar lebih giat lagi untuk membangkitkan potensi kegiatan olahraga ekstrem arung jeram, agar bisa menjadi terobosan baru kegiatan alam yang identik dengan air," pungkasnya.
Editor : RP Rinaldi