Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Seram! Induk Harimau dan Dua Anaknya Satroni Rumah Warga di Sungai Apit, Begini Kejadiannya

Monang Lubis • Kamis, 29 Februari 2024 | 09:58 WIB
Harimau Sumatera yang berhasil ditangkap oleh BKSD beberapa waktu lalu
Harimau Sumatera yang berhasil ditangkap oleh BKSD beberapa waktu lalu

SIAK (RIAUPOS.CO) - Tiga ekor harimau malam tadi kembali menyatroni rumah warga Dusun 3 Mungkal, Kampung Adat Penyengat, Kecamatan Sungai Apit, Siak.

Suasana menjadi mencekam, ketika harimau mencoba masuk rumah warga untuk memangsa kucing. Tak hanya sampai di situ, harimau juga berkeliling di rumah warga Dusun 3 Mungkal tersebut, seperti ada sesuatu yang dicari.

Demikian dikatakan Penghulu Kampung Adat Penyengat Abok Agustinus. Bahkan, usai mendapatkan kabat itu, Abok bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas bergerak ke Dusun 3 Mungkal, menggunakan perahu bermotor dengan perjalanan sekitar 30 menit.

“Kami bermalam di sana bersama warga. Warga kami kumpulkan di satu tempat. Kami memastikan warga aman, paginya kembali ke Penyengat karena ada kegiatan,” kata Penghulu Abok Agustinus.

Adapun langkah yang diambil atas masuknya tiga harimau, satu induk dan dua anaknya itu, disepakati bersama warga dan Tim BKSDA dan pemerintah kampung dilakukan bele kampung yang menjadi kebiasaan adat istiadat setempat

“Bele kampung adalah, cara adat istiadat dalam memberi sajian dan meminta harimau tidak mengganggu warga,” terang Penghulu Abok.

Karena kerangkeng yang dimiliki BBKSDA hanya satu. Setelah berkoordinasi dengan pihak perusahaan PT Triomas, akan ditambah dua kerangkeng.

“Kerangkeng akan ditambah dua, sehingga menjadi tiga, karena harimaunya tiga,” sebut Penghulu Abok.

Langkah berikutnya, apabila setelah dilakukan bele kampung tidak bisa mengusir harimau, maka disepakati untuk dipasang perangkap.

“Kami tidak ingin ada korban, makanya kami terus mencari cara agar harimau pergi, sehingga aktivitas warga kembali normal,” ucap Penghulu Abok.

Laporan: Monang Lubis (Siak)

Editor : RP Edwir Sulaiman
#BKSD #harimau sumatera #perangkap #konflik harimau manusia #siak