JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Kementerian Agama (Kemenag) memastikan persiapan layanan ibadah haji hampir tuntas. Seluruh kontrak kerja sama penyediaan layanan bagi jemaah Indonesia sudah dibuat.
”Kontrak akomodasi, transportasi, konsumsi, sudah. Maksimal satu minggu lagi selesai,” kata Menag Yaqut Cholil Qoumas saat penutupan bimtek petugas haji di Asrama Haji Pondok Gede.
Selain itu, Kemenag tengah membuat aplikasi layanan digital yang terkoneksi dengan aplikasi yang mulai diterapkan Kementerian Haji Arab Saudi.
Di sisi lain, pemerintah Arab Saudi menerapkan regulasi baru untuk mencegah maraknya jemaah haji ilegal pada musim haji 2024. Aturan itu berupa pemakaian smart card bagi seluruh jemaah yang menggunakan visa haji.
"Seluruh jemaah haji wajib memakai smart card saat memasuki Makkah,” jelas Ketua Dewan Direksi Perusahaan Mashariq Dzahabiyah Muhammad Amin Indragiri.
Petugas akan memeriksa smart card para jemaah saat hendak masuk Arafah untuk wukuf. Amin dan jajarannya memaparkan persiapan penyediaan layanan haji bagi jemaah Indonesia pada musim haji 2024. Ada sejumlah penambahan layanan. Salah satunya, penyediaan makanan siap saji.
”Jadi, tidak dimasak dulu. Nanti bekerja sama dengan beberapa perusahaan di tanah air,” terang Direktur Bina Haji Umrah Ditjen PHU Kemenag Arsad Hidayat.
Sumber: Jawapos.com
Editor : RP Edwir Sulaiman