PADANG (RIAUPOS.CO) - Kepastian lanjutan pembangunan Tol Padang-Pekanbaru di Sumbar tentunya disambut baik oleh masyarakat. Sebab, jalan bebas hambatan itu memang dianggap sebagai kebutuhan utama dalam menyikapi kondisi akses di Sumbar saat ini.
“Ya, kita tentu sangat berharap bagaimana tol di Sumbar ini segera terhubung ke Riau. Jadi, kita bisa merasa lebih nyaman dan aman,” ujar Rudinto, 48, salah seorang pedagang beras di Padangpariaman yang mengaku rutin bolak-balik Padangpariaman-Pekanbaru.
Tidak saja memangkas waktu perjalanan, menurutnya tol bisa lebih aman bagi pengendara. Terlebih kendaraan barang seperti pelaku usaha.
“Walaupun membayar, kita lebih amankan. Kalau jalan umum, banyak risiko yang harus kita hadapi. Jadi, bukan saja soal macet,” hematnya.
Rudi pun berharap pembangunan tol di Sumbar tetap menjadi perhatian serius pemerintah ke depannya. Terlebih pemerintah pusat yang akan melakukan transisi kepemimpinan.
“Yang kita cemaskan itu, presiden berganti tol ini tidak dilanjutkan. Semoga itu tidak terjadi,” tukasnya.
Harapan serupa disampaikan oleh Feriansyah, 37, yang juga seorang pedagang. Ia juga mengaku rutin dari Padangpariaman ke Pekanbaru. Aktivitasnya di Pekanbaru yaitu berdagang kelapa.
“Tol ya penting. Kita sudah rasakan betul manfaatnya. Mudah-mudahan tol di Sumbar juga cepat selesai seperti di Riua,” harapnya.
Menurutnya, apabila tol di Sumbar rampung, aktivitas perekonomian akan lebih menggeliat. Sebab, cukup banyak pedagang asal Sumbar di Riau.
“Kebanyakan pedagang barang mentah dari Sumbar di Riau itu, mengambil dagangannya di kampung mereka,” hematnya.
Jadi, dengan selesainya tol di Sumbar, ia menilai bisa saja aktivitas pedagang yang di perantauan itu lebih meningkat. Atau lebih banyak yang tertarik berdagang langsung ke Riau.
“Ini tentu bagus meningkatkan ekonomi daerah. Sebab, masyarakat akan terpikir menjemput uang dari luar daerah untuk dibawa ke kampung halaman,” tukasnya.
Untuk diketahui, pembangunan Tol Padang-Pekanbaru di Sumbar terdapat empat seksi. Yakni Seksi 1 Padang-Sicincin sepanjang 36,6 km, Seksi 2 Sicincin-Bukittinggi 58,7 km, Seksi 3 Bukittinggi-Payakumbuh 65,2 km, dan Seksi 4 Payakumbuh-Pangkalan sepanjang 54,4 km.
Laporan: RPG (Padang)
Editor : RP Edwir Sulaiman