PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau memastikan realisasi pembangunan jembatan penghubung antarpulau dari Sungai Pakning (Pulau Sumatera)-Pulau Bengkalis hanya tinggal menunggu skema pendanaan dari pemerintah pusat. Pasalnya, sudah ada investor yang berminat untuk membangun jembatan tersebut.
Pj Gubernur Riau (Gubri) SF Hariyanto mengatakan, untuk pendanaan di tingkat provinsi sudah disepakati dengan skema budget sharing dengan total anggaran sebesar Rp3 triliun.
“Daerah menyanggupi Rp3 triliun, yakni Rp2 triliun dari Pemprov Riau dan Rp1 triliun dari Pemkab Bengkalis. Sisanya kita minta bantuan dari pusat,” katanya.
Lebih lanjut dikatakannya, untuk pembangunan jembatan tersebut, Pemprov Riau sudah melakukan koordinasi dengan kementerian terkait di jajaran pemerintah pusat. Secara prinsip, pemerintah pusat menyetujui rencana pembangunan jembatan sepanjang 7 kilometer itu.
Adapun untuk tahapan-tahapan lainnya, masih dibahas secara maraton. SF Hariyanto memastikan segala hal-hal yang diperlukan masih dipersiapkan.
“Kalau untuk pengembang sudah ada dari BUMN China. Mereka siap, tinggal menunggu instruksi dari kita,” tuturnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Bengkalis Bagus Santoso mengatakan, pihaknya menyampaikan terima kasih karena di tengah kesibukan Pj Gubernur Riau masih menyempatkan untuk hadir di Bengkalis. Ia berharap dengan adanya kunjungan Pj gubernur tersebut, akan membawa dampak pada kemajuan Kabupaten Bengkalis.
“Terimakasih atas kedatangan bapak Pj Gubernur Riau. Kami Pemerintah Kabupaten Bengkalis tentunya berharap dukungan untuk pembangunan dari Pemprov Riau. Terutama dalam mewujudkan rencana pembangunan jembatan terpanjang di Indonesia yakni jembatan Sungai Pakning-Pulau Bengkalis,” katanya.
Untuk diketahui, jembatan penghubung antar pulau dari Sungai Pakning-Pulau Bengkalis sepanjang 7 kilometer itu digadang-gadangkan sebagai jembatan terpanjang di Indonesia, mengalahkan Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu).(gem)
Editor : RP Arif Oktafian