Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

4 Helikopter Water Bombing Siaga di Riau

Soleh Saputra • Jumat, 5 Juli 2024 | 09:55 WIB
Helikopter jenis MI-8 bantuan BNPB dilakukan pengecekan di Pangkalan TNI Angkatan Udara Roesmin Nurjadin (Rsn) Pekanbaru, Rabu (3/7/2024).
Helikopter jenis MI-8 bantuan BNPB dilakukan pengecekan di Pangkalan TNI Angkatan Udara Roesmin Nurjadin (Rsn) Pekanbaru, Rabu (3/7/2024).

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Pemerintah Provinsi Riau kembali mendapatkan bantuan berupa satu unit helikopter dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Helikopter jenis MI-8 tersebut akan digunakan untuk kegiatan water bombing jika terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau. Dengan demikian maka sudah ada empat helikopter water bombing siaga di Riau.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau M Edy Afrizal melalui Kepala Bidang Kedaruratan Jim Gafur mengatakan, helikopter tersebut saat ini berada di Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Roesmin Nurjadin (Rsn) Pekanbaru. “Kali ini helikopternya berjenis MI-8,” katanya, Kamis (4/7).

Setelah tiba di Riau dan dilakukan serah terima, selanjutnya helikopter tersebut langsung menjalani proses pengecekan untuk mengetahui kondisi helikopter karena baru melakukan perjalanan cukup jauh. “Tim teknis juga langsung melakukan pengecekan sebelum difungsikan untuk kegiatan water bombing,” jelasnya.

Dipaparkan Jim, helikopter MI-8 buatan Rusia tersebut bisa membawa bucket (kantong air) dengan kapasitas 5 ribu liter. Kapasitas bucket yang dibawa MI-8 ini sama halnya dengan dua heli Sikorsky yang lebih awal didatangkan ke Riau untuk misi yang sama. “Sebelumnya helikopter water bombing di Riau sudah ada tiga. Dua jenis Sikorsky. Satu lagi jenis Kamov sehingga saat ini sudah ada empat helikopter stand by di Riau,” ujarnya.

Sementara itu, sejak Januari 2024 hingga saat ini tercatat 681,30 hektare (ha) lahan di Provinsi Riau telah terbakar. Karhutla terluas berada di Kota Dumai dan Kabupaten Pelalawan. “Untuk karhutla terluas hingga saat ini ada di Kota Dumai 188,3 hektare, disusul Meranti 145,04 hektare, Pelalawan 121,7 hektare, dan Bengkalis 70,83 hektare,” katanya.

Kemudian, di Rokan Hulu 2,5 hektare, Rokan Hilir 10 hektare, Siak seluas 19,97 hektare, Pekanbaru seluas 1,98 hektare, Kampar 6,4 seluas hektare, Indragiri Hulu seluas 92,25 hektare, Indragiri Hilir seluas 23,8 hektare, dan Kuantan Singingi seluas 1,55 hektare. “Namun lokasi-lokasi karhutla tersebut saat ini sudah padam,” ujarnya.(sol)

Editor : RP Arif Oktafian
#bnpb #karhutla #riau #helikopter water bombing #bpbd riau