Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Multiplier Effect Riau Bhayangkara Run Punya Dampak Jangka Panjang

Afiat Ananda • Senin, 15 Juli 2024 | 19:14 WIB
Ketua DPRD Riau Yulisman (topi putih) mengangkat bendera Riau Bhayangkara Run bersama Pj Gubernur Riau SF Hariyanto tanda dimulainya balapan, Ahad (14/7/2024).
Ketua DPRD Riau Yulisman (topi putih) mengangkat bendera Riau Bhayangkara Run bersama Pj Gubernur Riau SF Hariyanto tanda dimulainya balapan, Ahad (14/7/2024).

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Riau Bhayangkara Run 2024 sukses digelar, Ahad (14/7/2024). Event yang diikuti oleh 10 ribu peserta ini, disebut-sebut memiliki dampak jangka panjang terhadap daerah. Baik bagi masyarakat, maupun pengenalan daerah.

Ketua DPRD Riau Yulisman mengatakan, olahraga menjadi sebuah kegiatan yang sangat disukai kalangan masyarakat belakangan ini. Apalagi di kalangan anak muda, olahraga sudah menjadi gaya hidup dan sebuah kebutuhan.

"Kita tahu sejak pandemi, banyak masyarakat mulai mengghalakan hidup sehat dengan berolahraga. Ada yang bersepeda, ada yang berlari. Nah berlari ini sepertinya simpel, tapi disukai semua kalangan," sebut Yulisman, Senin (15/7/2024).

Dia menjabarkan, setelah olahraga menjadi gaya hidup dan menjadi salah satu topik yang banyak dibicarakan anak muda, olahraga yang dikemas menjadi sport tourism terbukti bisa memberikan multiplier effect yang positif.

"Kita tau bahwa olahraga lari saat ini, kalau bahasa Gen Z sedang hype. Sedang banyak diminati. Bahkan di media sosial banyak yang membahas olahraga ini," tutur Yulisman.

"Nah, kemudian Bapak Kapolda menangkap peluang ini. Beliau beserta jajaran mengemasnya dalam sebuah event yang spektakuler. Sport-nya dapat, hiburannya dapat, kemeriahannya dapat. Pasti orang sangat suka dan menjadi trend," sambung Yulisman.

Apa yang disampaikan Yulisman bukan tanpa dasar. Ia sendiri mengaku hadir langsung ke event tersebut sejak awal hingga akhir. Bahkan ia pun merasa nyaman mengikuti Riau Bhayangkara Run 2024.

Soal multiplier effect, dijelaskan dia, sport tourism sudah pasti menyasar perekonomian masyarakat. Mulai dari ribuan orang yang datang dari luar daerah ke Pekanbaru, Riau. Dari sini, bisa dipastikan okupansi hotel meningkat.

"Dan memang terbukti okupansi hotel sampai 95 persen di Pekanbaru. Kemudian ribuan masyarakat yang datang H-2 atau H-1 jelang event, pasti jalan-jalan dong di Pekanbaru. Enggak mungkin di kamar hotel saja," paparnya.

Di sinilah rantai perekonomian mulai berjalan. Pengunjung tadi, kemudian mendatangi lokasi kuliner. Dalam tahap ini, pembeli tidak hanya datang dari warga lokal. Melainkan luar daerah. Sehingga omzet pedagang bisa dipastikan naik dua kali lipat.

Selain itu, lanjut dia, peserta yang datang juga menyasar toko oleh-oleh, pengrajin industri kreatif, bahkan toko olahraga. Masyarakat yang dari luar Riau kemudian mulai mengenal Pekanbaru.

"Jadi setelah tahu, pasti suatu saat akan balik lagi. Banyak hal. Misal karena kuliner kita terkenal enak-enak, belum lagi yang berbelanja pakaian di Plaza Sukaramai di sana bagus-bagus dan murah. Pasti balik lagi. Ini efek jangka panjangnya," tuturnya.

Bagi daerah, event Riau Bhayangkara Run secara tidak langsung mengenalkan kearifan budaya lewat tarian Melayu yang disajikan saat event, musik dan lain sebagainya. Okupansi hotel yang meningkat, pajaknya juga bisa dinikmati oleh daerah.

Sehingga menurut dia, sudah sangat pantas bila Riau Bhayangkara Run masuk ke dalam list agenda event nasional. Dia secara pribadi maupun kelembagaan mengaku sangat mendukung hal itu.

Laporan: Afiat Ananda (Pekanbaru)

Editor : M. Erizal
#riau bhayangkara ru 2023 #bhayangkara #Riau Bhayangkara Run 2024 #polda riau