JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Kesuburan pria diketahui salah satunya dari kualitas sperma. Untuk mengetahui seperti apa kualitas sperma tersebut, maka pria perlu melakukan cek kesuburan di laboratorium.
Lantas, apakah setiap pria harus melakukan cek sperma? Kondisi seperti apa yang memerlukan cek sperma dan bagaimana prosedurnya.
Dikutip dari laman Nova IVF pada Selasa (16/7), analisis sperma adalah pengecekan pada semen pria untuk mengetahui kualitas, jumlah, pergerakan, dan bentuk dari sperma pria. Pengecekan ini dapat menentukan prosedur pengobatan selanjutnya.
Untuk mendapatkan hasil yang akurat, dokter biasanya akan melakukan pengecekan sperma lebih dari satu kali. Kualitas sperma pria bisa berubah-ubah dari waktu ke waktu yang dipengaruhi oleh gaya hidup dan pengobatan.
Siapa yang memerlukan cek sperma?
Pemeriksaan kesehatan ini dibutuhkan untuk menguji infertilitas pria yang telah berpasangan namun belum kunjung hamil. Selain itu pengecekan sperma juga dilakukan untuk memastikan keberhasilan vasektomi dengan memeriksa sperma dalam air mani.
Kapan prosedur ini butuh dilakukan?
Pria dengan pasangan yang menghadapi permasalahan infertilitas akan disarankan melakukan pemeriksaan sperma setelah 12 bulan menikah.
Pantangan sebelum cek sperma
Prosedur pengecekan sperma melibatkan persiapan awal. Ada beberapa pantangan dan anjuran yang harus dilaksanakan sebelum dilakukan koleksi sperma.
Pantang melakukan hubungan seks dan masturbasi selama 2 hingga 5 hari sebelum pemeriksaan. Menghindari konsumsi alkohol, kafein, dan obat-obatan selama 2 hingga 5 hari sebelum pemeriksaan.
Menghindari konsumsi suplemen herbal atau obat hormon. Tidak diizinkan menggunakan pelumas apa pun saat mengambil sampel sperma.
Dianjurkan untuk istirahat cukup dan tidak begadang sebelum melakukan pemeriksaan.
Baca Juga: Benarkah Ganja Merusak Kualitas Sperma? Para Penelitian Ungkap Faktanya
Prosedur koleksi sperma
Pengambilan sampel sperma biasanya dilakukan pada sebuah ruangan khusus. Pasien akan diberikan kontainer atau wadah kecil untuk mewadahi sperma.
Pasien akan diberikan kebebasan untuk memilih cara dalam koleksi sperma. Bisa menggunakan cara masturbasi, ejakulasi yang dibantu pasangan atau dengan media yang disediakan oleh pihak laboratorium.
Apa yang dapat diketahui dari cek sperma?
Hasil analisis sperma dapat membantu dokter menentukan apakah seorang pria subur atau tidak. Dari pengecekan ini, akan diketahui beberapa indikator terukur seperti berikut ini.
1. Morfologi sperma
Jika seorang pria memiliki lebih dari 4% sperma dengan bentuk dan ukuran normal, indikasi tersebut menunjukkan hasil yang normal.
2. Motilitas sperma
Motilitas adalah kemampuan sperma untuk bergerak mencapai sel telur dan membunuhnya. Hasil pengecekan dianggap normal jika sampel memiliki lebih dari 32% sperma motil progresif.
3. Jumlah sperma
Nilai normal jumlah sperma harus lebih dari 15 juta/ml. Jumlah total sperma lebih dari 39 juta/ml dianggap hasil normal.
Selain itu, ada pengecekan lainnya yang meliputi pengukuran volume sperma, pH, kemampuan sperma cair, dan penampilan dari fisik sperma.
Apa yang harus dilakukan jika hasil analisis sperma menunjukkan masalah kesuburan?
Jika hasil analisis sperma menunjukkan masalah kesuburan, dokter akan mendiskusikan pilihan pengobatan dengan pasien.
Pilihan pengobatan dapat bervariasi tergantung pada penyebab infertilitas. Beberapa pilihan pengobatan yang umum termasuk obat-obatan, operasi, dan teknologi reproduksi berbantu.
Penting untuk diingat bahwa analisis sperma hanyalah salah satu tes yang digunakan untuk menilai kesuburan pria.
Dokter juga akan mempertimbangkan faktor lain, seperti riwayat kesehatan pasien dan pasangannya, untuk membuat diagnosis yang akurat.
Sumber: Jawapos.com
Editor : RP Edwir Sulaiman