PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Mahasiswa Universitas Riau (Unri) dari kelompok Ekomat melakukan Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) di Kampung Dayun, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak. Kegiatan Kukerta ini berlangsung selama 41 hari yaitu mulai dari 15 Juli hingga 24 Agustus 2024 mendatang.
Kegiatan Kukerta tersebut juga didampingi Dosen pembimbing lapangan yakni Filma Alia Sari SPd MPdE. Saat melakukan Kukerta, pihaknya juga melakukan program kerja
berupa seminar pemasaran UMKM Berbasis Digital melalui Website Siaku di Kampung
Dayun.
“Kampung Dayun memiliki potensi di antaranya objek wisata dan UMKM seperti, Desa Wisata Danau Zamrud, Makam Tuk Antan, peternakan domba, perkebunan semangka dan kerajinan batik. Akan tetapi para pelaku UMKM tersebut banyak mengalami kendala dalam hal pemasaran produknya,” kata Filma Alia.
Karena itu, demikian Filma, Mahasiswa Kukerta Unri untuk mengadakan seminar degital marketing di Aula Kantor Kampung Dayun dengan mendatangkan langsung narasumber dari Direktur Utama Siaku, Muhammad Yusuf Nugraha, yang menyampaikan materi terkait digital marketing dengan mengusung tema “Lanjutkan Usahamu, Perdalam Ilmu Bisnis Yang Sesungguhnya”.
“Seminar digital marketing ini merupakan salah satu program yang dijalankan dengan tujuan mampu membantu dan mengembangkan pemahaman para pelaku UMKM Kampung Dayun terhadap pemasaran produk usaha UMKM,” sebutnya.
Ketua PKK Kampung Dayun, Umi Idriani memgatakan, pihaknya mengapresiasi kegiatan yang dilakukan mahasiswa Kukerta Unri di kampungnya. Karena dengan adanya kegiatan tersebut para pelaku UMKM dapat memahami dan dapat lebih mudah memasarkan hasil produknya secara digital dan tepatsasaran.
“Kampung Dayun telah menghasilkan produk UMKM, hanya saja terkendala dalam
hal pemasarannya,” katanya.
Yusuf Nugraha dalam penyampaian materinya mengatakan, untuk meningkatkan branding produk yang akan didistribusikan adalah langkah krusial untuk membangun kesadaran merek dan menarik minat konsumen. Karena itu, dari segi logo harus bisa buat logo yang unik, mudah diingat, dan mencerminkan nilai merek.
“Pilih nama yang mudah diucapkan, relevan dengan produk, dan memiliki makna yang mendalam. Nama yang baik akan menjadi identitas pertama yang diingat konsumen. Dan juga untuk kemasannya gunakan desain
yang menarik seperti warna cerah, tipografi yang unik, atau ilustrasi yang menarik,” ujarnya.(ifr)
Laporan: Soleh Saputra (Pekanbaru)
Editor : RP Edwir Sulaiman