BANGKINANG (RIAUPOS.CO) – Amblasnya jalan lintas Riau-Sumbar di Km 106- Km 107 kelok Indah Desa Tanjung Alai, Kecamatan XIII Koto Kampar, membuat kondisi lalu lintas masih diberlakukan buka tutup. Pengendara disarankan melewati jalur alternatif via Kiliran Jao untuk menghindari kemacetan dan antrean panjang.
Hingga Rabu (21/8) jalan tersebut masih dalam proses perbaikan. Polisi pun masih bersiaga memberlakukan sistem buka tutup arus kendaraan. Kapolres Kampar AKBP Ronald Sumaja melalui Kasatlantas Polres Kampar AKP Vino Lestari mengatakan abahwa jalan amblas disebabkan curah hujan yang tinggi beberapa hari terakhir.
“Setelah mendapat laporan jalan amblas, kami bersama Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Riau, dan instansi terkait lainnya sudah melakukan penanganan di lokasi kejadian,” ujar AKP Vino.
Vino menjelaskan, salah satu upaya yang dilakukan dengan cara mengerahkan alat berat ke lokasi kejadian hingga pemberlakuan buka tutup jalur. “Kami memberlakukan buka tutup arus lalu lintas dari arah Sumbar, menuju Riau, begitupun sebaliknya tepatnya di KM 106-107,” lanjutnya.
Vino menambahkan, selain buka tutup arus lalin, pihaknya juga melakukan rekayasa lalu lintas agar mengurangi antrean kendaraan di lokasi tersebut.
“Pengalihan arus kami lakukan ke jalur alternatif Sumbar-Riau, via Kiliran Jao, serta Riau-Sumbar, via Telukkuantan,” ungkapnya. Saat ini situasi lalu lintas masih terpantau padat kendaraan, namun berjalan perlahan. Vino mengimbau kepada pengendara untuk berhati-hati melintasi jalan tersebut. Baik pengendara dari arah Riau menuju Sumbar ataupun dari arah Sumbar menuju arah Riau.
“Karena jalannya masih sistem buka tutup, kami imbau masyarakat yang akan melintas untuk dapat berhati-hati dan mengikuti arahan petugas di lapangan,” jelas.
BPJN Riau Gesa Perbaikan
Tim dari Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Riau, hingga saat ini masih terus menggesa perbaikan longsor di Jalan Lintas Provinsi Riau- Sumatera Barat (Sumbar) Desa Tanjung Alai, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar. Dalam proses perbaikan tersebut, diberlakukan sistem pembatasan kendaraan yang akan melintas.
Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Riau Yohanis Tulak Todingrara mengatakan, lokasi yang terjadi longsor tersebut memang sudah masuk dalam rencana penangangan pihaknya pada tahun ini.
“Untuk penanganan lokasi longsor tersebut sudah terkontrak tahun ini. Untuk saat ini kondisi lalulintas diberlakukan sistem buka tutup dan pemberlakuan pembatasan kendaraan. Namun mobil pribadi dan tidak bermuatan bisa fungsional,” kata Yohanis, Rabu (21/8).
Lebih lanjut dikatakannya, dari hasil analisa pihaknya, penyebab longsor di jalan tersebut yakni akibat curah hujan tinggi menyebabkan banjir disisi kanan jalan. Kemudian ditambah gorong-gorong lama tidak dapat menampung debit air yang crossing ke sisi kiri.
“Karena hal tersebut sehingga terjadi perlemahan tanah menyebabkan jalan tergerus dan amblas,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan, untuk penanganan permanen di lokasi jalan tersebut kemungkinan butuh waktu dan didesain ulang penanganan.
“Target kami 1,5 sampai dengan 2 bulan sudah tuntas penangangan secara permanen untuk jalan tersebut. Namun saat ini yang terus dikerjakan yakni untuk fungsional jalan terlebih dahulu,” sebutnya.(kom/sol)
Editor : RP Arif Oktafian