Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

“Sephia” hingga “Sahabat Sejati” Obati Rindu Belasan Ribu Penggemar

Hendrawan Kariman • Minggu, 1 September 2024 | 12:05 WIB
Penampilan Band Sheila On 7 saat Konser Sheila On 7 Tunggu Aku Di Pekanbaru di Stadion Atletik Rumbai Pekanbaru, Sabtu (31/8/2024).
Penampilan Band Sheila On 7 saat Konser Sheila On 7 Tunggu Aku Di Pekanbaru di Stadion Atletik Rumbai Pekanbaru, Sabtu (31/8/2024).


PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Konser “Tunggu Aku
di Pekanbaru” Sheila on 7 berhasil mengobati rindu belasan ribu penggemarnya di Riau pada Sabtu (31/8) malam. Sound system, visual dan tentu saja tembang-tembang ikonik yang melow, kadang enerjik dan mengentak, menemani malam akhir pekan singkat Sheila Gank dengan band kesayangan mereka.

Baca Juga: Bukan Sekadar Konser, Ini Keseruan yang Bisa Dirasakan Sheilagank pada Konser Sheila On 7 di Pekanbaru

Ledakan mercon dan deraian cahaya kembang api mengiringi terbukanya tirai panggung raksasa yang langsung memperlihatkan wajah tiga musisi ikonik Sheila on 7, Duta, Eross dan Adam. Mereka berbaris paling depan di bibir panggung yang berdiri megah di dalam Stadion Atletik Rumbai, malam tadi.

Momen spektakuler beberapa menit setelah pukul 20.00 WIB ini membuat penonton langsung histeris. Lebih dari 15 ribu penonton, berdasarkan catatan tiket yang terjual, langsung bersorak-sorai seketika.

Yang membuat mata penonton puas pada menit-menit awal konser malam itu juga adalah dua pasang layar raksasa yang mengapit panggung dan satu pada bagian belakang. Penggawa band yang telah eksis sejak 1996 ini sangat jelas di seluruh layar yang tinggi menjulang itu.

Visual efek yang ditampilkan pada aksi-aksi tertentu para musisi pada lagu pembuka mampu membuat penonton berdecak kagum. Wajah ceria seperti anak-anak baru mendapat permen tergambar di wajah beberapa penonton.
Baca Juga: Utamakan Pengalaman Penggemar, Lebih dari 15 Ribu Tiket Konser Sheila on 7 Terjual

Sesuai janji promotor konser ini, Antara Suara dan GoldLive, visualisasi menjadi salah satu kunci yang memanjakan penonton. Pada ritme musik tertentu pada dua lagi awal, kembang apa juga menyala dan meroket ke udara yang membuat penonton bahkan wartawan terkejut dan terkagum-kagum.

Seakan tidak mau menunda pelampiasan rindu para penggemarnya, Duta sang vokalis langsung melantunkan “Seberapa Pantas” pada lagu kedua malam itu.

Seiring lantunan musik dan panggung yang semakin panas, penonton terlihat tidak berhenti memasuki gerbang area konser, terutama festival A1 dan A2. Bahkan setelah setengah jam grup band asal Jogja ini beraksi, kelompok-kelompok kecil penonton masih terlihat memasuki area paling dekat dengan panggung itu.

Seisi stadion atletik itu penuh sesak. Bahkan di tribun penonton banyak penonton yang berdiri karena tidak kebagian tempat duduk.

Sementara area festival, yang berada di barisan paling belakang penonton berdiri layaknya lautan manusia di tengah sama-samar cahaya kelap-kelip panggung. Jaraknya yang mencapai 50 meter dari panggung tidak mengurangi antusiasme penonton di sini.

 

Usai membawakan salah satu lagi paling hit itu, “Seberapa Pantas” tiba-tiba Eross menyapa penonton.


Baca Juga: Panggung Rampung, Konser Sheila On 7 Tunggu Aku Di Pekanbaru Siap Digelar

‘’Jadi siapa yang baru pertama kali nonton Sheila on 7,’’ tanya Erros.

Sekelompok anak-anak muda dan remaja hampir di seluruh kategori tiket mengangkat tangan. Tanpa menunggu tangan mereka turun, panggung tiba-tiba menggelap, suara Duta spontan muncul dengan kalimat pembuka ‘’Sephia.’’

Bait lirik pertama lagi itu bak magnet berkekuatan besar langsung menarik sorak para penonton. Sorakan itu seakan menggelar, berkejaran dengan keinginan berteriak histeris karena surprise ikut langsung mengiring lirik lagu yang dilantunkan Duta.

Pada detik-detik berikutnya, lautan manusia seakan hanyut dan tenggelam dalam syahdu. Ada yang terlihat meresapi, ada yang ikut bernyanyi.

Pada lagu hit ini, trio Duta, Eross dan Adam untuk pertama kalinya ditampilkan secara bersamaan di tiga layar raksasa malam itu. Visual efek, senandung dan lirik yang hampir sama dibawakan puluhan tahun oleh para alumni SMAN 6 Yogyakarta ini, membuat para penonton seakan terbius.

Setelah lirik terakhir dinyanyikan, secara instan sorakan dan tepuk tangan menggema ke udara. Duta masih melanjutkan kebiasaannya yang cukup komunikatif saat manggung.

Beberapa kali dia mengajak para penonton berbicara dan menggoda mereka yang terlihat sudah seumurannya tapi membawa pasangan masing-masing.

Lagu selanjutnya yang dibawakan Sheila on 7 adalah lagi ciptaan 1999 ‘’Dan’’. Ketika judul lagu dari album pertama grup band itu disebutkan histeria para penonton kembali mengudara.

Pada jam konser mendekati menit ke-55, semua kru Sheia On 7 sudah terlihat bercucur keringat. Bahkan Duta sudah membuka jaket katun dan hanya menyisakan kaos hitam yang dimasukkan ke celananya yang berikat pinggang. Pada momen ini, lagu “Sahabat Sejati” dinyanyikan.

Lagu tema remaja dan persahabatan dan pencarian jati diri yang telah berusia lebih dari 24 tahun ini, menjadi lagu dengan sambutan paling meriah oleh seisi Stadion Atletik Rumbai malam itu.

Lagu ini seakan mencengkram telinga dan ingatan para penonton, bahkan wartawan merasa lagu ini berlangsung terlalu singkat.

“Sahabat Sejati” menjadi titik jeda. Usai lagu itu dibawakan, setelah hampir satu jam berlalu, para kru band terlihat beristirahat sejenak. Kembali dari jeda konser dibuka dengan intro akustik oleh additional player yang turut dibawa ke konser ini. Pada titik ini semua kru sudah berganti pakaian.

Setelah dua lagu pascajeda, sejumlah penonton di area bawah panggung berteriak tanpa henti meminta duta membawakan sebuah lagi. Bahkan teriakan-teriakan saling bersahutan itu sampai terdengar sayup di sound system.

‘’Setelah ini ya,’’ jawab Duta dengan nada ramah, layaknya perkataan seorang ayah kepada anaknya yang merengek, menanggapi permintaan itu.

‘’Betapa’’ kemudian berkumandang yang disambut tidak kalah meriah oleh para penonton yang sudah menyesaki seisi stadion.

Konser “Tunggu Aku di” Pekanbaru Sheila on 7 memang benar-benar memanjakan para penonton. Tidak hanya aksi panggung, komunikasi para anggota grup band dan suaranya, tapi juga visualisasi.

Bahkan pada tiga perempat akhir konser yang berlangsung sekitar 120 menit ini, seluruh layar menampilkan para pasangan paruh baya, para Sheila Genk “senior” yang terlihat sangat menikmati irama lembut para musisi asal daerah istimewa yang dipimpin soerang Sultan ini. Mereka yang merangkul pasangan masing-masing menjadi incaran kamera yang entah berasal dari mana.

“Kupetik Bintang” yang dinyanyikan sekitar pukul 21.47 WIB kembali memicu andrenalin. Para penonton pada momen ini sudah jingrak-jingkrak di lapangan terbuka maupun tribun penonton stadion yang terlihat masih sesak. Beberapa kali kembang api ditembakkan ke udara membuat kuduk ikut merinding.

Penonton makin dalam hanyut seketika ketika Eross memainkan melodi yang memang selalu ditunggu penggemar setiap kali lagu ini dimainkan. Sebelum ditutup sekitar pukul 22.00 WIB, Sheila on 7 juga sempat membawakan “Kisah Kasih di Masa Depan”.

Lebih dari 15 Ribu Penonton

 

Promotor pada jumpa pers sebelum konser menyebutkan, lebih dari 15 ribu tiket terjual sebelum pukul 16.00 WIB sore. Kuota 15 ribu pun habis. Namun seperti disebutkan CEO GoldLive Faqih Mulyawan, sesuai kapasitas venue, pihaknya masih menyediakan tiket. Itupun dalam jumlah sangat terbatas.

‘’Sudah 15 ribu terjual, namun masih ada untuk tiket Festival B, namun jumlah sangat terbatas,’’ sebut Faqih.

Para penonton, menurut Faqih, tidak hanya berasal dari Riau, tapi juga berbagai daerah di Indonesia. Justru penonton dari Jakarta masuk urutan kedua jumlah penonton terbesar dari luar Riau.

‘’Kita mencatat dari luar Riau itu Jakarta terbanyak, kemudian Sumatera Utara. Kita juga mencatat banyak juga dari Malaysia, Singapura bahkan beberapa dari Brunei,’’ sebut Faqih.

Pertunjukan musik “Tunggu Aku di” Sheila on 7 ini merupakan tur lima kota di Indonesia. Pekanbaru merupakan kota ketiga setelah Makassar dan Samarinda.

CEO Antara Suara Andri Verraning Ayu menyebutkan, Kota Pekanbaru dipilih lewat kurasi dan penilaian atas berbagai aspek. Di antaranya dari antusiasme masyarakatnya dan jumlah Sheila Gank, sebutan penggemar Sheila on 7, yang ada di sebuah kota.

‘’Kita pilih Pekanbaru karena kita melihat masyarakat antusias menghadiri berbagai pertunjukan dan hiburan,’’ sebut perempuan akrab disapa Ayu ini.
Antusiasnya Sheila Gank menonton musisi pujaan mereka ini terlihat sejak pukul 14.30 WIB di kompleks Stadion Kaharuddin Nasution, Rumbai.

Antrean Sheila Gank sudah mengular di pintu masuk area konser yang menuju ke Stadion Atletik itu. Namun Ayu memastikan pengalaman dan kenyamanan penonton menjadi prioritas pihaknya.(muh)

Editor : RP Bayu Saputra
#Tunggu Aku Di Pekanbaru #Sephia #Sheilagank #konser Sheila On 7 Pekanbaru #lagu sheila on 7 #sheila on 7 #Sheila On 7 Pekanbaru