TELUKKUANTAN(RIAUPOS.CO) - Hujan yang cukup lebat mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Kuansing, Senin (9/9/2024) malam berdampak positif dan menjadi berkah.
Siraman air hujan membuat sisa-sisa kebakaran hutan di kawasan hutan lindung Bukit Betabuh yang terjadi Ahad (8/9/2024) kemarin, hilang. Begitu pula delapan hotspot yang terpantau di beberapa desa di Kecamatan Kuantan Mudik juga hilang.
Ini diungkapkan Kalaksa BPBD Kuansing H Yulizar menjawab Riaupos.co, Selasa (10/9/2024) di Telukkuantan.
"Alhamdulillah, hujan tadi malam cukup lebat. Dan sisa kebakaran hutan lindung bukit betabuh yang susah payah kita padamkan bersama TNI Polri, hilang. Begitu juga delapan hotspot yang kemaren terpantau, hilang," kata Yulizar.
Hingga siang ini, lanjut Yulizar, BPBD Kuansing belum melihat adanya pantauan titik api maupun hotspot (panas) dari pancaran satelit. Tapi bukan berarti, BPBD lengah. BPBD Kuansing tetap terus melakukan pemantauan dan monitoring bersama tim terkait, TNI maupun Polri.
"Terutama kawasan hutan lindung Bukit Batabuu," sambung Yulizar.
Di mana, kondisi cuaca masih berubah-ubah. Dari musim panas ke musim hujan, Dan banyaknya warga yang mulai membuka areal perkebunan. Dalam aktivitas pembukaan areal perkebunan baru, Yulizar mewanti-wanti tidak membuka dengan cara dibakar.
Selain merusak lingkungan dan membahayakan, ada ancaman pidana yang menanti. Apalagi di kawasan hutan lindung yang menjadi aset negara. " Kami ingatkan kembali, jangan membuka lahan dengan cara dibakar bagi masyarakat yang buka lahan baru perkebunan atau pertanian. Berbahaya," sebut Yulizar.
Laporan: Desriandi Candra (Telukkuantan)
Editor : RP Edwir Sulaiman