PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- Pasca dilantik terdapat enam orang anggota DPRD Provinsi Riau terpilih hasil Pileg 2024 ditetapkan sebagai calon peserta dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota pada pilkada serentak 2024 untuk Provinsi Riau.
Dari enam Anggota DPRD Riau tersebut disampaikan KPU Riau sudah mundur sebagai anggota dewan Provinsi Riau. Ini juga sudah ditegaskan Ketua KPU Riau, Rusidi Rusdan saat ditanya mengenai surat mundurnya.
Karena merupakan salah satu persyaratan calon sebelum penetapan calon 22 September mendatang.
Saat ini juga disampaikannya, KPU Riau dalam proses penelitian persyaratan calon, artinya mana calon yang syaratnya belum lengkap atau sesuai, maka akan di minta untuk menyesuaikan.
"Sudah (secara administrasi, red), karena maju Pilkada," singkatnya kepada Riaupos.co Kamis (12/9/2024).
Selanjutnya KPU memberitahu kepada Pimpinan DPRD Riau untuk melantik PAW pengganti enam anggota DPRD Riau yang telah mundur.
"Nanti keputusannya itu dari KPU. KPU memberitahukan ke DPRD yang PAW," kata Rusidi lagi.
Soal siapa PAW dari yang sudah mundur itu, ditegaskannya sesuai aturannya, ialah peraih suara terbanyak kedua, kecuali peraih suara terbanyak kedua itu dipecat partai politik, mundur dari partai politik, atau meninggal, baru bisa digantikan oleh urutan selanjutnya, yakni peraih suara terbanyak ketiga.
"PAW itu jelas dari perolehan suara terbanyak kedua dari partai yang sama dan di dapil yang sama," tegas Rusidi.
Diantara enam anggota dewan yang dipastikan sudah mundur dari Anggota DPRD Provinsi Riau, Agung Nugroho dari Partai Demokrat, peraih 47.198 suara, maju di Pemilihan Wali Kota Pekanbaru.
PAW-nya Sumardany peraih suara terbanyak kedua dengan perolehan 3.673 suara dari Dapil Pekanbaru.
Repol dari Golkar, yang mendapat 23.261 suara, mundur karena maju Pilkada Kampar, PAW-nya Raja Jaya Dinata dengan suara 17.973.
Selanjutnya, Kelmi Amri dari Partai Demokrat peraih 24.479 suara, maju di Pilkada Rokan Hulu, PAW-nya Magdalisni dengan 6.497 suara.
Lalu, ada Dani M Nursalam dari PKB maju di Pilkada Indragiri Hilir, peraih 31.504 suara. PAW-nya Siti Asisyah peraih 16.871 suara.
Lalu, Ferryandi dari Partai Golkar maju di Pilkada Inhil, peraih 23.750 suara. PAW nya adalah peraih suara terbanyak ketiga yakni Zulaikha dengan 15.621 suara.
Ini dikarenakan, Dapil Indragiri Hilir sendiri ada 2 anggota duduk sebagai anggota dewan.
Keenam, Ade Agus Hartanto PKB maju Pilkada Indragiri Hulu peraih 23.781 suara PAW-nya Ade Firmansyah dengan meraih 4.131 suara.
"Artinya sudah jelas, tidak bisa diganti caleg lain kecuali caleg peraih suara terbanyak kedua itu dipecat dari partai, tidak memenuhi syarat. Atau dia mengundurkan diri, atau meninggal, itu bisa," katanya.
Editor : RP Rinaldi