TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) - Sebanyak 50 desa yang sudah melayur jalur pada tahun 2024 ini sudah dipastikan menerima dana hibah dari Pemkab Kuansing melalui dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK) sebesar Rp50 juta masing-masing desa.
Hal itu dibenarkan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kuansing, Drs Azhar MM melalui Sekretaris, Ahmad Herry kepada Riaupos.co, Rabu (16/10/2024). Menurut Ahmad Herry, dana tersebut sudah ditransfer ke rekening desa semalam.
"Iya. Seperti janji Pak Bupati dulu, bahwa setiap desa yang membuat jalur akan diberikan bantuan dana hibah dari Pemkab Kuansing sebesar Rp50 juta per desa. Nah, uang itu sekarang sudah ditransfer. Kami juga sudah koordinasi dengan Dinas Sosial dan BPKAD. Jumlah penerima adalah sebanyak 50 desa," kata Ahmad Herry.
Kadis Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kuansing, Erdiansyah melalui Sekretaris Dody Fitrawan menyebutkan bahwa bantuan itu diberikan setelah mengajukan proposal sebelumnya ke Pemkab Kuansing.
"Setelah dilakukan verifikasi maka terhadap desa-desa yang mengajukan proposal, maka diterbitkan SK penetapan oleh Pak Bupati, hingga akhir pengerjaan melayur jalur. Sekarang, dana itu sudah ditransfer ke desa masing-masing," terang Dody.
Seperti yang disampaikan Pj Kades Sungai Alah, Kecamatan Hulu Kuantan, Hasben kepada wartawan menyebutkan bahwa bantuan Hibah Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi melalui dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK) untuk pembuatan jalur baru sebanyak Rp50 juta setiap jalur sudah diterimanya.
"Iya. Sudah kami terima. Saya mewakili Desa Sungai Alah, Lubuk Ambacang, Koto Kombu, Sampurago, Tanjung Medang dan Sumpu yang tergabung di Kecamatan Hulu Kuantan menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pak Bupati atas bantuan tersebut. Bantuan ini akan kami pergunakan dengan sebaik-baiknya," ujar Hasben saat didampingi Kades Lubuk Ambacang, Iid Siswadi.
Hasben menambahkan, dengan adanya bantuan hibah Pemkab Kuansing untuk pembuatan jalur ini, pemerintah dan masyarakat desa merasa terbantu. Sebab, selama ini pembuatan untuk satu jalur biayanya cukup besar.
"Masyarakat meminta program ini tetap dilanjutkan pada tahun-tahun berikutnya, sehingga kelestarian budaya pacu jalur terus menjadi icon Kabupaten Kuansing tetap terjaga. Dan yang pasti, dengan bantuan ini, masyarakat tidak harus dibebani dengan iyuran untuk pembuatan jalur," kata Hasben.
Di tempat terpisah, Camat Hulu Kuantan, Azismam SST mengaku senang, karena dari 50 desa atau jalur yang mendapat bantuan itu, terdapat 6 desa dari Kecamatan Hulu Kuantan.
"Ini sangat membantu sekali. Dengan angka nominal yang cukup besar ini, masyarakat, terutama di Hulu Kuantan tidak lagi kesulitan dalam mencarikan dana untuk pembuatan jalur," kata Azisman.(yas)
Editor : RP Edwar Yaman