Pada periode ini jumlah komisi DPR RI menjadi 13, dari periode sebelumnya 11 komisi. Selain penetapan ruang lingkup mitra, DPR juga menetapkan jumlah keanggotaan fraksi-fraksi pada komisi- komisi dan anggota komisi dilanjutkan dengan pengambilan keputusan.
Anggota DPR RI Fraksi Golkar, dari daerah pemilihan (dapil) Riau I, Karmila Sari ditugaskan oleh partainya pada Komisi X. Komisi X sendiri memiliki tujuh mitra kerja di antaranya Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Kementerian Kebudayaan, Kementerian Pemuda dan Olahraga, Perpustakaan Nasional (Perpusnas), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Badan Pusat Statistik.
Karmila Sari mengatakan, dengan ditugaskannya di Komisi X tersebut ia akan memaksimalkan perjuangannya untuk memperjuangkan kualitas pendidikan terutama di Riau.
"Kedepan dengan pemecahan satu kementerian menjadi tiga ini bisa meningkatkan kualitas di Indonesia ini lebih baik. Kualitas pendidikan yang selama ini hanya 12 tahun kita tingkat menjadi wajib 13 tahun dan ini tidak hanya slogan belaka tapi ini wajib terpenuhi," kata Karmila Sari di Jakarta, Selasa (22/10/2024).
Mantan anggota DPRD Riau ini juga menuturkan bahwa rakyat Indonesia sudah saatnya mendapatkan kualitas pendidikan yang bagus karena faktor penentu kemajuan suatu negara salah satunya adalah pendidikan.
"Kenapa pendidikan? Karena kualitas pendidikan ini adalah pengukur kemajuan suatu bangsa," tegasnya.
Selain itu, untuk mendukung kualitas pendidikan yang bagus itu juga tidak lepas dari kualitas tenaga didik (guru). Oleh sebab itu ia akan memperjuangkan nasib guru terutama para guru honorer.
"Meningkatkan kualitas pendidikan dimulai dari memperhatikan tenaga didik. Dan tentunya guru-guru honor yang akan kita perjuangkan khususnya di Riau," pungkasnya.
Editor : RP Rinaldi