Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Gajah di TWA Buluh Cina Bertambah

Hendrawan Kariman • Rabu, 6 November 2024 | 09:48 WIB
Seekor anak gajah Sumatera betina yang baru dilahirkan bermain  bersama induknya di Taman Wisata Alam Buluh Cina, Kabupaten Kampar, Riau, Selasa (5/10/2024).
Seekor anak gajah Sumatera betina yang baru dilahirkan bermain bersama induknya di Taman Wisata Alam Buluh Cina, Kabupaten Kampar, Riau, Selasa (5/10/2024).

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Dunia konservasi Riau mendapat kabar gembira dengan lahirnya gajah seberat 104 kg. Anak gajah Sumatera (elephas maximus sumatranus) itu terlahir sehat di Taman Wisata Alam (TWA) Buluh Cina, Kabupaten Kampar, Senin (4/11).

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau Genman S Hasibuan menyambut gembira kelahiran gajah itu di Riau. Dirinya pun turun langsung ke Buluh Cina untuk melihat kondisi induk dan bayi gajah itu.

Genman menerangkan, induk gajah ini merupakan pasangan gajah jinak bernama Ngatini yang berusia 24 tahun dan gajah jantan berusia 25 tahun bernama Robin. Makin istimewa, bayi gajah ini berjenis kelamin betina.

‘’Kita bersyukur, bayi gajahnya lahir sehat dengan berat badan sekitar 104 kg. Ukuran lingkar dada 112 sentimeter (cm) dan tinggi bahu 83 sentimeter (cm),” sebut Genman, Selasa (5/11).

Genman dengan antusias menyampaikan, induk gajah juga dalam keadaan sehat. Satu hari pasca-melahirkan, induk itu terlihat nyaman menyusui anaknya yang cukup mungil untuk ukuran gajah tersebut.

Menurutnya, gajah betina bernama Ngatini memiliki  cerita panjang dalam sejarah upaya konservasi gajah Sumatera di Riau. Itu bermula ketika gajah itu dievakuasi dari Bencah Kelubi, Tapung, Kampar pada 2005 silam. Satwa dilindungi itu diselamatkan dari wilayah konflik. 

‘’Usai berkonflik, induknya ini dulu awalnya dipindahkan ke Pusat Latihan Gajah Minas. Kemudian pada 2017 baru pindah ke Buluh Cina, tempat yang sekarang sebagai bagian dari kebijakan biodiversitas kawasan ini,’’ kata dia.

Kendati dalam keadaan sehat, induk gajah tetap mendapat perhatian intensif. Genman memastikan tim medis BBKSDA Riau terus mengawasi induk bersama bayinya itu mendapat dukungan penuh dari jajarannya.

“Kelahiran bayi gajah ini semakin memperkaya keanekaragaman hayati di TWA Buluh Cina. Ini juga menjadi salah satu indikator bahwa upaya konservasi kita selama ini di Riau berhasil,’’ ungkapnya.

Sebagai catatan, pada 2023 lalu Riau menerima kelahiran dua ekor anak gajah dari induk jinak, juga hasil upaya konservasi. Keduanya lahir di Kabupaten Pelalawan. Pertama, kelahiran bayi gajah betina dari induk gajah jinak Camp Elephants Flying Squad SPTN Wilayah I, Lubung Kembang Bunga, Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Desa Lubuk Kembang Bungo, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, 31 Agustus 2023. Bayi itu lahir dari rahim gajah betina berusia 41 tahun bernama Lisa. 

Kedua, kelahiran gajah jantan di Unit Konservasi Gajah Estate Ukui PT RAPP,  Pelalawan pada 6 April 2023. Bayi itu lahir dari induk gajah konservasi bernama Carmen.(end)

Editor : Rindra Yasin
#bayi gajah sumatera #gajah sumatera #Konservasi Gajah Sumatera #taman wisata alam buluh cina