PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - DPRD Kota Pekanbaru berencana memanggil seluruh ketua RT dan ketua RW dalam waktu dekat. Langkah ini dilakukan untuk menyampaikan sosialisasi terkait Alat Kelengkapan Dewan (AKD) yang baru saja dibentuk pada Selasa (12/11). Namun niat ini mendapat penolakan dari Fraksi Gerindra.
Ketua DPRD Pekanbaru Muhammad Isa Lahamid menegaskan, pemanggilan para ketua RT dan RW itu tidak ada kaitannya dengan politik Pemilihan Wali Kota (Pilwako) Pekanbaru. Dia menjelaskan bahwa inisiatif ini murni sebagai upaya meningkatkan koordinasi pemerintahan di tingkat lokal.
”Pemanggilan ini bukan karena pilkada atau kepentingan politik. Ini murni terkait dengan AKD yang sudah kami bentuk hari ini (kemarin, red), ujar Isa ditemui di gedung DPRD Pekanbaru, kemarin.
Menurut Isa, selama ini banyak laporan dan keluhan dari Ketua RT, RW, bahkan aparatur sipil negara (ASN) yang tidak bisa ditindaklanjuti karena belum terbentuknya AKD. Dengan telah terbentuknya AKD, DPRD Pekanbaru kini siap menindaklanjuti berbagai aduan tersebut.
”Sejauh ini, RT dan RW banyak yang mengadu, begitu juga dari ASN. Namun, kami tidak bisa menindaklanjutinya karena sebelumnya tidak ada AKD. Sekarang, dengan adanya AKD, semua laporan sudah bisa kami proses. Ini yang ingin kami sampaikan,” jelasnya.
Isa beralasan dengan hadir di satu tempat akan lebih efisien jika dibanding menunggu dewannya datang satu persatu ke masing-masing daerah pemilihan. Lagi pula, kata Isa, semua fraksi hadir di tempat terbuka dan terbuka untuk publik.
Fraksi Gerindra Tolak Pengundangan Ketua RT-RW
Sementara itu, Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Pekanbaru menolak rencana pengundangan seluruh Ketua RT dan RW pasca pembentukan Alat Kelengkapan Dewan (AKD). Rencana ini dicetuskan Ketua DPRD Kota Pekanbaru Isa Lahamid.
Kendati Isa Lahamid sudah menegaskan bahwa undangan itu tidak terkait dengan politik, namun Ketua Fraksi Gerindra H Ervan menyatakan, fraksinya tetap menolak rencana tersebut. Menurut Ervan, suhu politik di Pekanbaru sedang panas, dan langkah pemanggilan ini justru dapat memperkeruh suasana.
”Kami sering bertemu ketua RT dan RW di lapangan. Kalau hanya untuk silaturahmi, mengapa tidak menunggu hingga pilkada selesai?” kata Ervan, Selasa (12/11).
Dirinya mempertanyakan urgensi pemanggilan ini, apalagi diadakan di kantor DPRD, yang biasanya hanya menjadi lokasi pertemuan jika ada isu atau laporan penting dari warga.
”Apapun asalannya, kami menilai pemanggilan seluruh ketua RT dan RW ini tidak tepat, ini menjadi sensitif di waktu-waktu suhu pilkada ini sedang panas,’’ kata Ervan.
Senada, Wakil Ketua DPRD Pekanbaru Andry Saputra menyarankan agar pemanggilan tersebut diundur hingga Pilkada usia. Ini agar tidak menimbulkan asumsi.
”Waktunya kurang tepat. Kami tidak ingin pertemuan ini diartikan sebagai manuver politik yang menguntungkan pihak tertentu,” ujar Andry.
Politisi Gerindra ini menilai pertemuan dengan ketua RT dan RW tak memiliki urgensi. Justru hal ini bisa berisiko menjadi perdebatan di tengah masyarakat.(yls)
Editor : Rindra Yasin