Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Macet Lima Jam di Jalan Perbatasan Riau-Sumbar, Peralatan Pengaspalan Jalan Km 106 Tanjung Alai Sudah Disiapkan

Soleh Saputra • Selasa, 24 Desember 2024 | 09:24 WIB
Puluhan kendaraan terjebak macet berjam-jam di jalan lintas perbatasan Riau-Sumbar, Senin (23/12/2024) dini hari.
Puluhan kendaraan terjebak macet berjam-jam di jalan lintas perbatasan Riau-Sumbar, Senin (23/12/2024) dini hari.

KAMPAR (RIAUPOS.CO) – Jalan lintas Riau-Sumatera Barat (Sumbar) selalu berpotensi terjadi kemacetan panjang saat memasuki musim libur sekolah atau libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Senin (23/12), kemacetan panjang sudah terjadi di perbatasan Riau-Sumbar, menjelang gerbang masuk kedua provinsi bertetangga ini.

Salah seorang warga Kampa, Nur mengungkapkan dirinya terjebak macet di perbatasan Sumbar-Riau hampir 5 jam saat akan menuju Riau. Yakni sejak Ahad (22/12) pukul 23.00 WIB dan baru bisa melewati perbatasan Sumbar-Riau pada pukul 04.00 WIB.

Nur menjelaskan, di lokasi ini ada perbaikan jalan sehingga dilakukan buka tutup. ’’Saat buka tutup mobil travel main terobos di saat mobil antre. Ini yang menyebabkan macet parah di jalan lintas perbatasan Sumbar-Riau,’’ ungkap Nur yang baru pulang Sumbar menuju Kampa ini.

Sementara itu, sistem buka tutup juga masih diberlakukan di jalan lintas Riau-Sumbar Km 106-107 Desa Tanjung Alai, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar. Kapolres Kampar AKBP Ronald Sumaja melalui Kasatlantas Polres Kampar AKP Vino Lestari mengatakan, jalan lintas ini masih dalam proses pemadatan karena mengalami keretakan. Karena itu, pengaspalannya ditunda menunggu perbaikan jalan ini selesai.

’’Kondisi cuaca yang hujan sejak beberapa hari ini, pengaspalan terpaksa ditunda. Jalan dalam proses pemadatan. Ada yang retak dan harus dilakukan pemadatan lagi,’’ jelas Vino Lestari saat meninjau jalan lintas Tanjung Alai, Senin (23/12).

Vino mengimbau karena masih sistem buka tutup dan volume kendaraan sudah mulai meningkat, pengendara diminta bersabar di antrean. ’’Biasanya antre 15 menit karena kendaraan banyak, mungkin bisa lebih. Kendaraan pasti akan dilewatkan petugas di jalan lintas yang buka tutup ini,’’ jelasnya.

Sementara itu, tim dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Riau, hingga saat ini masih terus menggesa pekerjaan jalan lintas ini. Namun hujan yang terus mengguyur lokasi membuat pekerjaan menjadi terganggu. 

Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Riau Yohanes Tulak Todingrara melalui PPK 1.4 BPJN Riau Afdirman Jufri mengatakan, per Senin (23/12) hujan terus mengguyur lokasi dan membuat material timbunan menjadi basah. “Hujan seharian, material di lokasi basah sehingga sulit dilanjutkan pengerjaan,” katanya.

Apakah sudah bisa dilakukan pengaspalan? Ia menyebutkan saat ini belum dilakukan prime coat atau lapis lapisan cair yang digunakan untuk mengikat aspal pada pondasi. “Untuk pengaspalannya belum tahu, karena belum kami prime coat. Kondisi jalan masih basah,” ujarnya.

Namun demikian, pihaknya saat ini sudah menyiapkan peralatan untuk pengaspalan di sekitar lokasi. Sementara itu untuk material aspal, jika sudah memungkinkan pihaknya tinggal mendatangkan saja. “Peralatan untuk pengaspalan sudah stand by. Kalau untuk material tinggal di-order saja. Untuk kondisi arus lalu lintas padat, namun lancar dan masih diberlakukan sistem buka tutup,” sebutnya.(sol/kom)

Editor : Rindra Yasin
#macet di jalan lintas riau sumbar #riau #jalan lintas riau buka tutup #jalan lintas riau sumbar