Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Macet di 3 Titik, Terjebak Hampir 5 Jam, Tambah Bronjong di Km 106 Tanjung Alai

Soleh Saputra • Jumat, 3 Januari 2025 | 10:28 WIB
Kendaraan melewati jalan lintas Riau-Sumatera Barat di Km 106-107 Desa Tanjung Alai, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar
Kendaraan melewati jalan lintas Riau-Sumatera Barat di Km 106-107 Desa Tanjung Alai, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar

XIII KOTO KAMPAR (RIAUPOS.CO) – Jalur lintas Riau-Sumatera Barat (Sumbar) belum juga lepas dari kemacetan. Apalagi di musim libur seperti saat ini. Ada beberapa titik yang rawan terjadi kemacetan ji­ka ingin menuju Riau atau sebaliknya menuju Sumbar. Di antaranya dekat gerbang perbatasan Riau-Sumbar dan di Km 106 Desa Tanjung Alai, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar.

Seorang warga Pekanbaru Sastra mengaku terjebak macet panjang Rabu (1/1) malam lalu. Dirinya terjebak macet panjang mulai dari gerbang perbatasan hampir sampai pintu Tol XIII Koto Kampar. “Hampir lima jam kami terjebak macet dari perbatasan Riau-Sumbar sampai pintu tol,” ujar Sastra, Kamis (2/1).

Sastra menjelaskan, ada tiga titik kemacetan. Pertama di perbatasan Riau-Sumbar. Kedua, tak jauh dari perbatasan ada truk yang terguling. Ketiga, di Km 106-107 Tanjung Alai yang masih diberlakukan sistem buka tutup.

“Selain ada perbaikan di jalan lintas, dan truk yang terguling, kemacetan panjang terjadi karena waktu berlibur sudah habis. Pada mau masuk kerja jadi banyak kendaraan dari arah Riau menuju Sumbar,” jelas Sastra.

Kapolres Kampar AKBP Ronald Sumaja melalui Kasatlantas Polres Kampar AKP Vino Lestari menjelaskan, jalan di Km 106-107 Desa Tanjung Alai masih diberlakukan buka tutup usai terjadi longsor di bagian lereng. “Lereng jalan lintas Tanjung Alai masih dalam perbaikan sehingga hanya bisa dilalui satu arah,” jelas Vino Lestari, Kamis (2/1).

Vino Lestari mengakui, terjadi peningkatan arus lalu lintas dari arah Sumbar menuju Riau karena sudah mulai masuk kerja. Kamis (2/1) terpantau antrean kendaraan arah Sumbar menuju Riau sekitar 200 meter pada sore hari. Sedangkan dari arah Riau menuju Sumbar hanya 100 meter antrean kendaraan. “Kami kembali mengingatkan pengendara tidak melambung saat menunggu antrean di jalan lintas Tanjung Alai ini,” imbau Vino Lestari.

Sementara itu, Tim dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Riau memasang bronjong tambahan karena lereng jalan lintas ini sempat mengalami longsor saat hujan deras. “Kami lakukan pemasangan bronjong pada sisi hilir trase baru. Hal ini untuk memperkuat bahu jalan yang sebelumnya sempat mengalami longsor,” ujar Kepala BPJN Riau Yohanes Tulak Todingrara melalui PPK 1.4 BPJN Riau Afdirman Jufri, Kamis (2/1).

Lebih lanjut dikatakannya, selama proses pemasangan bronjong tersebut, arus lalu lintas kembali dilakukan sistem buka tutup. Karena tepat di sisi atas box culvert, kendaraan tidak bisa berpapasan terutama bagi truk. “Hasil koordinasi kami dengan Satlantas Polres Kampar, arus lalu lintas kembali dilakukan buka tutup,” sebutnya. 

Pihaknya berharap, selama pengerjaan ini cuaca di lokasi tidak kembali hujan. “Mudah-mudahan cuaca tidak hujan lagi, karena kalau hujan tim tidak bisa maksimal bekerja di lapangan. Kemudian tanah juga menjadi basah,” harapnya.(kom/sol)

Editor : Rindra Yasin
#perbatasan riau sumbar #Tanjung Alai Kampar #sumbar #jalan riau sumbar macet #riau #jalan lintas riau sumbar