PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Senin (6/1) hari ini, pemerintah secara resmi memulai Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, launching dipastikan tidak bisa serentak secara nasional. Sebab, masih banyak daerah yang belum siap menjalankan program andalan Presiden Prabowo Subianto itu.
Seperti di Kota Pekanbaru, ibu kota Provinsi Riau, program MBG ini ditunda pelaksanaanya. Kendalanya karena sarana dan prasarana pendukung belum ada. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Pekanbaru, Maisisco.
Dirinya menyebutkan, kepastian tertundanya pelaksanaan makan bergizi gratis di Kota Bertuah diketahui ketika dirinya mengkonfirmasi hal tersebut kepada pihak Badan Gizi Nasional (BGN) yang di Kota Pekanbaru.
“Berdasarkan informasinya, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis untuk di Kota Pekanbaru tertunda sepekan lagi. Karena sarana dan prasarana belum datang. Itu informasinya yang kami dapatkan. Namun secara nasional program ini berjalan besok (hari ini, red),” ujar Maisisco, Ahad (5/1).
Penjabat (Pj) Wali Kota Pekanbaru, Roni Rakhmat mengatakan, pemerintah memberikan dukungan penuh terhadap program tersebut. Diharapkan program ini memberikan manfaat bagi para peserta didik.
“Program makan siang gratis dimulai pada 6 Januari. Ada ribuan anak didik yang mendapatkan paket makan siang. Ada beberapa SD dan SMP yang di tahap awal,” ujar Roni Rakhmat.
Adapun pelaksanaannya bakal dilakukan secara bertahap untuk di Pekanbaru. Untuk tahap awal akan dilaksanakan di 11 sekolah yang terdiri dari dua sekolah Taman Kanak-kanak (TK), enam Sekolah Dasar (SD) dan tiga Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Dua TK tersebut adalah TK Pertiwi di Jalan Wakaf II dan TK Aisyiyah Bustanul Athfa I di Jalan Kenanga, Gang Flamboyan. Selanjutnya, enam 6 SD yakni SDN 13 di Jalan Cempaka, SDN 14 di Jalan Cempaka, SDN 05 di Jalan Cempaka, SDN 27 di Jalan Cempaka, SDN 06 di Jalan Pepaya, dan SDN 15 di Jalan Cut Nyak Dien.
Sedangkan tiga SMP penerima yakni SMPN 16 di Jalan Cempaka, SMPN 02 di Jalan M Yamin, dan SMPN 03 di Jalan Dahlia. Seluruh sekolah penerima manfaat progran Makan Bergizi Gratis ini berada di wilayah Kecamatan Sukajadi.
“Pelaksana BGN. Jadi mereka yang mengetahui jadwal pastinya. Kalau untuk sekolah, dua TK, tiga SMP, dan ada enam SD,” tambah Kadisdik Pekanbaru, Abdul Jamal.
Tunggu Arahan BGN
Di tingkat Provinsi Riau, program MBG di lingkungan SMA/SMK juga belum akan dilaksanakan Senin (6/1) hari ini. Kegiatan ini juga masih menunggu arahan dari pihak BGN. Plt Kepala Dinas Pendidikan Riau Edi Rusma mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum ada mendapatkan arahan BGN sebagai leading sector program Presiden Prabowo Subianto tersebut. “Untuk SMA/SMK belum ada arahan dari BGN,” katanya.
Terkait hal tersebut, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Pangan Riau sebagai penanggung jawab kegiatan untuk tingkat Provinsi Riau. Karena itu, pihaknya belum bisa membuat kebijakan untuk menjalankan program tersebut.
“Dari hasil koordinasi kami dengan Dinas Pangan juga belum ada informasi untuk kegiatan makan bergizi gratis tingkat SMA. Mereka juga sedang berkoordinasi dengan BGN,” sebutnya.
Karena itu, untuk menjalankan program tersebut, saat ini pihaknya bersifat menunggu. Jika sudah ada arahan untuk melaksanakan program ini, maka pihaknya akan segera lakukan bersama instansi terkait. “Kami juga sekaligus menunggu petunjuk teknis pelaksanaannya,” ujarnya.
Sementara itu, di beberapa kota lain di Indonesia, pelaksanaan program ini juga tertunda. Seperti di Kota Kediri, Jawa Timur. Belum bisa terlaksana karena dapur yang akan mendukung operasional MBG belum berdiri. Sebagaimana diakui oleh Komandan Kodim 0809/Kediri Letkol Inf Ragil Jaka Utama. ’’Di Kediri baru akan dibangun (dapur MBG, red),” katanya, dilansir dari JPG.
Meski demikian, Ragil menyebutkan, Kodim 0809/Kediri telah menyiapkan lahan untuk pembangunan dapur. Lahan itu milik TNI-AD di Jalan Basuki Rahmat. Pelaksanaan MBG di daerah, terang Ragil akan dipimpin oleh Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI).
Mereka yang nanti memimpin unit-unit satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di daerah. Termasuk di Kota dan Kabupaten Kediri. ’’Mereka (SPPI, red) ini sudah dididik untuk nanti menjadi kepala-kepala dapur,” terangnya.
Di Kota Surabaya, program MBG juga belum bisa dimulai hari ini. Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya menyebutkan, program itu baru bisa dijalankan pada Senin (13/1) pekan depan. Rencananya dilakukan di lima sekolah, mulai PAUD, SD, SMP, SMA, hingga SMK.
Namun, Kabid Sekolah Dasar Dispendik Surabaya Munaiyah menyatakan tidak tahu alasan detail penundaan itu. Sebab, dispendik hanya menyiapkan infrastruktur dan SOP pelaksanaan di sekolah. Hal teknis lainnya berada di bawah kendali BGN. ”Setelah koordinasi, kami diberi informasi ditunda, tidak jadi besok (hari ini, red),’’ terangnya, Ahad (5/1).
Dia menjelaskan, penunjukan sekolah juga bukan dari dispendik. Pihaknya hanya menyiapkan kebutuhan seperti wastafel dan mendampingi sekolah menyusun SOP serta sosialisasi kepada wali murid.
Kepala Dispendik Yusuf Masruh mengatakan, program MBG di Surabaya sifatnya masih trial. Karena itu, sasarannya hanya lima sekolah. Terkait kapan dimulai secara serentak, dispendik belum tahu. ”Ini yang belum tahu, tugas kami hanya memastikan kesiapan sekolah,’’ ucapnya kemarin.
Hal yang sama juga terjadi di Kota Surakarta. Sekretaris Daerah Kota Surakarta Budi Murtono memastikan bahwa hari ini MBG belum bisa dimulai. Alasannya, hingga kemarin pihaknya masih minim informasi perihal program penguatan gizi bagi anak sekolah itu.
”Tanggal 6 Januari? Belum. Saya sudah koordinasi ke pusat, juga tanya teman-teman di daerah lain. Intinya, belum ada informasi yang fixed untuk program yang dilaksanakan ke daerah. Kita bicaranya untuk yang SD dan SMP saja, kalau jenjang lain (SMA) bukan kewenangan kita dan saya juga tidak tahu,” terang dia kepada Jawa Pos Radar Solo (JPG), Ahad (5/1).
Disinggung soal perluasan sasaran untuk balita dan ibu hamil, pihaknya juga belum mendapatkan kejelasan. Dia akan lebih dulu memetakan sasaran program penguatan gizi serupa yang anggarannya sudah disiapkan di APBD 2025 senilai Rp15 miliar. Anggaran itu sejatinya untuk penanganan stunting di Kota Surakarta. ”Ya, nanti dibedakan agar tidak tumpang tindih. Sementara yang jalan program penanganan stunting dulu,” terang dia.
Sidoarjo Sudah Siap
Kondisi berbeda tampak di Sidoarjo. Di Kota Delta itu, MBG siap dilaksanakan hari ini. Humas Kodim 0816 Sidoarjo Pelda Sutrisno mengatakan, pihaknya telah mempersiapkan dapur umum untuk launching MBG hari ini, Senin (6/1).
Dapur umum itu berada di bekas Asrama Kompi Senapan B Yonif 516, Desa Larangan, Candi. Proses memasak, lanjut dia, dilaksanakan tadi malam untuk pendistribusian hari ini. ”Jadi mulai masak malam, paginya tinggal distribusi,” tuturnya.
Menurut Sutrisno, launching program MBG akan dilaksanakan di SDN Larangan, Candi. ”Akan ada beberapa sekolah lain juga yang didistribusikan MBG,” paparnya. Ribuan porsi makanan akan dibagikan dalam launching hari ini.
Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sidoarjo Tirto Adi mengatakan, pembagian perdana dikoordinasi langsung oleh Kodim Sidoarjo.
Tirto mengatakan, beberapa waktu lalu pihaknya sudah diminta data terkait jumlah siswa yang menjadi sasaran pembagian makan gratis. ”Sementara ini kami masih sebagai support system, leading sector-nya dari Kodim. Sampai hari ini kami masih menunggu edaran lebih lanjutnya,’’ katanya.(omy/uzi/eza/ves/c6/oni/jpg/das)
Editor : Rindra Yasin