Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Jalan Lintas Timur Buka Tutup, Banjir Makin Tinggi, Kendaraan Roda 2 Disarankan Tak Melintas

Tim Redaksi • Jumat, 24 Januari 2025 | 09:12 WIB
Sejumlah pengendara sepeda motor memanfaatkan jasa angkutan mobil towing untuk melintasi Jalan Lintas Timur Km 83 Desa Kemang, Kecamatan Pangkalan Kuras
Sejumlah pengendara sepeda motor memanfaatkan jasa angkutan mobil towing untuk melintasi Jalan Lintas Timur Km 83 Desa Kemang, Kecamatan Pangkalan Kuras

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Luapan air Sungai Kampar yang merendam badan Jalan Lintas Timur (Jalintim) di Kabupaten Pelalawan terus mengalami peningkatan, Kamis (23/1). Di Desa Kemang Kecamatan Pangkalan Kuras, tinggi permukaan air telah mencapai 60 sentimeter (cm). Sistem buka tutup pun diberlakukan bagi kendaraan yang melintas.

Genangan air pun mulai merendam sejumlah titik lainnya di badan Jalan Lintas Timur yakni di Km 75, Km 76, dan Km 77, tak jauh dari (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Buya Karim. Dengan tinggi permukaan air yang menggenangi badan jalan lintas provinsi ini mencapai 10-25 cm.

Kondisi tersebut mengakibatkan kelancaran arus moda transportasi darat menjadi terganggu. Pasalnya, jalan sudah cukup sulit dilintasi kendaraan kecil, khusunya kendaraan roda dua.  Untuk itu, agar arus lalu lintas berjalan lancar atau tidak tidak terjadi kemacetan dan antrean panjang kendaraan, Polres Pelalawan telah mengerahkan puluhan personel di lokasi banjir.

“Ya, kami telah mengerahkan puluhan personel turun langsung ke lokasi banjir untuk melakukan pengaturan arus lalu lintas serta mengevakuasi kendaraan yang mengalami mogok di lokasi banjir,” terang Kapolres Pelalawan AKBP Afrizal Asri SIK kepada Riau Pos, Kamis (23/1).

Mantan Kapolres Intan Jaya, Papua ini pun menyarankan kendaraan kecil, khususnya sepeda motor tidak memaksakan diri untuk melintas, khususnya di Km 83 yang telah direndam banjir dengan tinggi air mencapai 60 cm. “Jika tetap ingin melintas, maka kami imbau pengendara kendaraan kecil menggunakan jasa mobil gendong atau towing yang telah stand by di lokasi banjir,” ujarnya. 

Afrizal menambahkan, agar arus lalu lintas dapat terus bergerak, sistem buka tutup telah diberlakukan dari Km 74 hingga Km 84, tepatnya di sekitar Masjid Desa Kemang Pangkalan Kuras. “Upaya ini kami lakukan untuk mencegah terjadinya antrean panjang kendaraan karena ada pengendara yang tidak bersabar dan saling mendahului,’’ ujarnya.

‘’Untuk itu, kami berharap kerja sama seluruh pengguna jalan agar mengikuti petunjuk dan arahan perugas di lapangan sehingga arus lalu lintas dapat berjalan dengan lancar,” tambahnya.

Pantauan Riau Pos di lapangan, sejumlah pengendara roda dua terlihat menunggu angkutan jasa mobil truk gendong atau towing di Jalan Lintas Timur Km 74, kemarin. Namun, tarif angkutan mobil gendong ini cukup dikeluhkan para pengguna jasa mereka.

Seperti yang diungkapkan salah seorang pengendara sepeda motor, Supriadi Panjaitan saat ditemui di lapangan. Warga asal Kecamatan Ukui yang baru pulang mengunjungi keluarga di Kabupaten Siak ini menilai tarif yang ditetapkan pengusaha mobil towing tersebut tidak di batas kewajaran atau mahal. 

Pasalnya, untuk sepeda motor sekali melintas tarifnya Rp100 ribu. Sedangkan untuk mobil kecil dipatok sebesar Rp500 ribu-Rp600 ribu. “Ya, tarif jasa mobil gendong ini cukup memberatkan kami sebagai pengendara sepeda motor. Pasalnya uang sebesar Rp100 ribu ini cukup besar bagi kami di saat kondisi ekonomi yang menurun dampak banjir ini,’’ ujarnya.

‘’Saya awalnya agak ragu mau pakai jasa mobil towing ini. Tapi, ya mau bagaimana lagi? Karena kami perlu, mau tak mau terpaksa harus bayar sesuai tarif daripada harus bermalam di jalan menunggu banjir surut yang tak tahu sampai kapan waktunya,” tambahnya.

Pria pekerja serabutan yang akrab disapa Lae Adi berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan dapat menyediakan armada angkutan mobil gendong gratis kepada masyarakat pengguna jalan, khususnya kendaraan roda dua.  “Kalau pun tak bisa gratis, paling tidak tarifnya lebih ringan. Yakni di bawah Rp50 ribu. Sehingga banjir ini tidak memberikan dampak negatif bagi warga ditengah merosotnya ekonomi masyarakat,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, Zulpan SPi MSi menjelaskan, banjir yang merendam Jalintim Desa Kemang, Kecamatan Pangkalan Kuras semakin parah, Kamis (23/1).

Ini masih dipengaruhi oleh luapan Sungai Kampar yang terus meningkat. Dan ini merupakan puncak air limpahan dari waduk PLTA Koto Panjang di Kabupaten Kampar yang dibuka pada Sabtu (18/1) dan Ahad (19/1) pekan lalu.  “Jadi, dengan bertambahnya keringgian air yang merendam badan Jalintim ini, kita imbau kendaraan roda 2 dan mobil jenis rendah agar tidak melewati titik banjir,’’ ujarnya.

‘’Namun apabila memaksa untuk menerobos banjir, pengendara harus berhati-hati dan waspada agar tidak mogok di tengah banjir. Dan tetap mengikuti arahan dari petugas di lapangan, agar tidak terjebak di tengah banjir,” tambahnya.

Di tempat terpisah, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pelalawan, Leo Nardo MPd melalui Plt Sekretaris Atil Mahdar mengatakan, sejak Jumat (17/1) hingga saat ini, pihaknya masih eliburkan aktivitas belajar tatap muka (BTM) terhadap 24 sekolah di Pelalawan.

Atil Mahdar yang juga menjabat Kabid SMP Disdikbud Pelalawan ini menjelaskan, pihaknya telah mengeluarkan surat edaran terkait pola pembelajaran bagi sekolah yang diliburkan. Yakni aktivitas belajar mengajar dengan sistem daring dan memberikan pelajaran tambahan (PR) kepada para pelajar sehingga para murid tidak ketinggalan pelajaran.

Di tempat terpisah, salah seorang orang tua murid SD Negeri 011 Sering Barat Kecamatan Pelalawan Hasnawati mengatakan, bangunan sekolah ini merupakan lokasi langganan banjir tahunan setiap musim hujan tiba. Pasalnya, sekolah yang tidak jauh dari jembatan Kembar Pangkalan Kerinci menuju Inhu ini berada di daerah dataran rendah.

“Kita berharap Pemkab Pelalawan melalui Disdukbud dapat segera merelokasi bangunan SDN 011 ini ke dataran yang lebih tinggi. Kan kasihan setiap tahunnya saat musim hujan tiba, aktivitas belajar mengajar di sekolah ini selalu diliburkan karena direndam banjir. Apalagi liburnya juga cukup panjang antara seminggu bahkan hingga sebulan. Sehingga para murid banyak ketinggalan pelajaran,’’ ungkapnya.

IRT yang juga berdagang ikan salai di Jalintim menuju jembatan kembar Pangkalan Kerinci ini menambahkan, pembalajaran sistem daring ini tidak begitu efektif. Pasalnya, bergantung pada kelancaran jaringan internet. Belum lagi beban biaya yang harus dikeluarkan para orang tua untuk beli paket setiap harinya. Apalagi dirinya sebagai pengusaha kecil, tak fokus memperhatikan aktivitas anak karena harus mencari nafkah dengan menjual ikan salai.

“Begitu juga dengan pemberian tugas tambahan (PR) bagi siswa. Saya ini kan cuma masyarakat kecil yang tak bisa baca dan tulis. Jadi, bagaimana membantu anak menyelesaikan PR. Kalau di sekolah kan ada keluarga dari teman anak yang bisa bantu, tapi kalau libur begini, macam mana caranya?’’ ujarnya.

“Jadi, solusi bagusnya Disdikbud Pelalawan harus merelokasi sekolah-sekolah yang berada didaerah daratan rendah. Artinya, petakan sekolah yang masuk daerah rawan banjir dan pindahkan ke lokasi yang aman dari banjir. Ya, paling tidak, jika tidak bisa bangun baru, ada tempat sementara yang tidak banjir agar anak dapat tetap bisa belajar tatap muka,” saran dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Pelalawan, drg Ewin Rommel menambahkan, saat ini pihaknya hanya memiliki 400 paket sembako. Sementara, jumlah data warga korban terdampak banjir di Pelalawan tercatat sebanyak 3.537 KK.  Namun demikian, saat ini sejumlah bantuan dari berbagai pihak telah sampai di Dinsos Pelalawan.

Seperti bantuan dari Pemerintah Provinsi Riau berupa 2,5 ton beras, 150 kotak indomie, gula pasir, dan minyak goreng. Begitu juga dengan bantuan sembako dari perusahaan. Salah satunya dari PT EMP Bentu. Dan bantuan lainnya juga akan segera turun setelah sejumlah perusahaan mengkonfirmasi Dinas Sosial Pelalawan. 

“Saat ini kami tengah mengemas bantuan dari sejumlah pihak untuk dijadikan paket sembako. Karena kalau penyalurannya terputus, tentunya korban terdampak banjir lainnya akan berkecil hati. Makanya bantuan ini belum kita salurkan karena masih dikemas menjadi paket yang dalam beberapa hari ke depan ini disalurkan kepada 3.537 KK,’’ ujarnya. 

“Namun demikian, sejauh ini kami telah menyalurkan bantuan makanan siap saji kepada sejumlah masyarakat korban banjir melalui dapur umum yang dibangun di sejumlah posko bencana. Salah satunya di Jalan Koridor RAPP KM 8 Kelurahan Kerinci Barat. Jadi, kita berharap warga korban terdampak banjir dapat bersabar karena bantuan sembako ini akan segera kita distribusikan,” tambahnya.

3 Pintu Pelimpahan Air Waduk PLTA Ditutup

Intensitas hujan yang turun di sisi hulu Waduk PLTA Koto Panjang dan diikuti dengan turunnya inflow waduk menyebabkan level elevasi cenderung turun. Pengelola pun melakukan penutupan tiga pintu pelimpahan air waduk (spillway gate), Jumat (24/1) hari ini.

Manajer ULPTA Koto Panjang Dhani Irwansyah menjelaskan, penutupan tiga pintu pelimpahan air waduk akan dilakukan sekitar pukul 09.00 WIB. Sebelumnya lima pintu pelimpahan air waduk dibuka setinggi 50 cm. ’’Berhubung turunnya inflow waduk PLTA Kota Panjang maka tiga pintu pelimpahan air yang dibuka 50 cm akan ditutup,’’ jelas Dhani Irwansyah, Kamis (23/1).

Dhani Irwansyah menambahkan, diperkirakan penurunan permukaan Sungai Kampar akan terjadi 30 cm sampai 50 cm dari kondisi terakhir. ’’Kami mengimbau kepada masyarakat di daerah hilir waduk PLTA Koto Panjang selalu berhati-hati dan waspada di sepanjang aliran Sungai Kampar saat musim hujan ini,’’ harapnya.

Kalaksa BPBD Kampar Agustar melalui Kasi Darurat Zulkifli  menjelaskan, banjir yang  melanda Desa Sahilan Darussalam, Desa Gunung Sahilan, Desa Subarak Kecamatan Gunung Sahilan sudah mulai surut. ’’Banjir di Desa Mentulik Kecamatan Kampar Kiri Hilir juga sudah surut,’’ jelas Zulkifli, Kamis (23/1).

Sementara banjir yang melanda Desa Buluhcina Kecamatan Siak Hulu masih menggenangi rumah warga. Air sudah sudah surut seiring dengan dikurangi bukaan pintu pelimpahan air waduk PLTA Koto Panjang. ‘’Banjir di Desa Tanjung Balam dan Lubuk Siam Kecamatan Siak Hulu masih fluktuatif tergantung kondisi cuaca,’’ jelas Zulkifli.

Banjir Masih Bertahan di Sejumlah Titik

Banjir juga masih terjadi di Rokan Hilir, tepatnya Bagansiapiapi, Kecamatan Bangko. Sejumlah ruas jalan dan lingkungan tempat tinggal masyarakat sudah disasar air dengan ketinggian mulai dari setinggi mata kaki hingga pertengahan betis orang dewasa.

Titik banjir tersebar di beberapa tempat seperti di depan Terminal Bagansiapiapi di jalan lintas kecamatan di Kepenghuluan Bagan Punak, kemudian di Jalan Utama, dan Jalan Pelabuhan Baru Kelurahan Bagan Barat Bangko.

Selain digenangi air, kondisi jalan juga berlubang disebabkan cukup lama digenangi air. Banjir juga masih terjadi di Kepenghuluan Bagan Cempedak, Kepenghuluan Sekapas dan Kelurahan Rantau Kopar di Kecamatan Rantau Kopar.

“Di Kepenghuluan Bagan Cempedak terdapat 71 rumah tergenang, di Sekapas 11 KK, dan Kelurahan Rantau Kopar 43 KK,” kata Camat Rantau Kopar Nasrudin.

Namun, Fungsional Penata Penanggulangan Bencana Devita Trimaily, melalui staf Fadli Ari ketika, menyebutkan pihaknya belum menerima data atau laporan dari pemerintahan kecamatan. “Masih belum ada, nanti kalau ada laporannya kami sampaikan,” kata Fadli.

Berlarutnya kondisi lingkungan terutama akses jalan lintas yang terdampak akibat banjir membuat warga di RT 07 Kelurahan Bagan Barat di Bagansiapiapi untuk membangun jalan secara swadaya. Hal itu dikatakan Ketua RT 07 Bagan Barat, Muhammad Bella Lubis, Kamis (23/1).

“Saat ini material untuk penimbunan jalan sudah ada, direncanakan akan dibangun jalan secara swadaya. Material tersebut selain dari warga juga bantuan dari donatur pengusaha,” kata Bella.

Awalnya terang Bella, direncanakan pengerjaan jalan secara swadaya itu bisa dilaksanakan dalam pekan ini. Tapi karena hujan yang sering turun meski dalam waktu relatif singkat membuat rencana pengerjaan jalan menjadi tertunda.

Bella menerangkan sejauh ini banjir telah mengenangi ruas Jalan Utama, yang cukup panjang, di mana titik terdampak mulai dari depan bengkel atau cucian mobil sampai ke areal ruko Brother yang ada di jalan tersebut. “Yanbg terdampak sekitar 70 KK,” katanya.

Sungai Indragiri Kembali Normal 

Kepada Kantor Penanggulangan Bencana Daerah (KPBD) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Mulyadi S Sos menegaskan, debit air Sungai Indragiri kembali normal. Karena sejak beberapa hari belakangan ini terus mengalami surut hingga mencapai 40 cm. “Alhamdulillah, di Kecamatan Rengat dan Kecamatan Rengat Barat volume air Sungai Indragiri terus mengalami surut,” ujar Mulyadi.

Penuruan cepat ini akibat intensitas hujan tidak separah yang terjadi pada pekan kemarin. Selain itu, limpahan air sungai dari arah hulu yakni Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) juga tergolong normal. Sehingga secara umum, Kabupaten Inhu sudah terbebas dari banjir. “Baik Sungai Indragiri maupun anak sungai lainnya seperti Sungai Cenaku dan Sungai Gangsal dalam kondisi normal,” ungkapnya.

Surut, Pengungsi di Siak Pulang

Di Kabupaten Siak, sejak beberapa hari terakhir tak ada curah hujan dan hal itu berdampak positif dengan warga yang berada di pengungsian. Plt Kalaksa BPBD Kabupaten Siak H Heriyanto SH mengatakan, 44 KK warga Kampung Benteng Hilir, Kecamatan Mempura yang berada dalam pengungsian sudah kembali ke kediaman masing-masing.

Korban terdampak di Kampung Benteng Hilir 300 KK sebanyak 600 jiwa, dengan 69 anak-anak. Selain itu, Dusun Jawa dan Dusun Dayun, Kampung Benteng Hulu juga banjir dan terdampak 479 KK atau 800 jiwa, mengungsi 4 KK, 1 KK atau 7 jiwa mengungsi di SMKN Mempura. “Sama seperti di Benteng Hilir, 1 KK yang mengungsi di SMKN Mempura juga sudah kembali ke kediamannya karena air sudah surut,” terang Heriyanto.

“Untuk korban terdampak di Dusun Lingkar Padi addax 91 jiwa, dengan rincian 8 jiwa balita, 24 rumah terdampak banjir, Dusun Paret Senang 79 jiwa, 8 jiwa balita, 20 rumah terdampak banjir. Mereka mendapatkan bantuan baik dari Pemkab Siak maupun Pemprov Riau,” jelasnya.

BPBD Daerah Diminta Intensifkan Komunikasi

Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Provinsi Riau mengimbau BPBD kabupaten dan kota untuk terus menjaga komunikasi yang intensif guna mengantisipasi potensi bencana akibat curah hujan tinggi yang melanda wilayah Riau.

“Kami meminta kabupaten dan kota tetap berkoordinasi dengan BPBD Riau. Jika memerlukan bantuan, segera sampaikan agar bisa langsung kami tindak lanjuti. Administrasi bisa menyusul agar respons lebih cepat,” ujar Kalaksa BPBD Damkar Riau, Edy Afrizal, Kamis (23/1).

Dia menegaskan kesiapan pihaknya dalam memberikan bantuan bagi daerah yang memerlukan, baik berupa personel maupun peralatan, dengan proses yang cepat. Saat ini, BPBD Riau dalam kondisi siaga dengan kesiapan sumber daya untuk menghadapi potensi banjir dan longsor di berbagai daerah.

Selain itu, pemantauan cuaca dilakukan secara rutin di seluruh wilayah sebagai langkah antisipasi dini menghadapi kemungkinan bencana. “Kami memantau kondisi di seluruh daerah setiap hari agar dapat mengambil tindakan cepat jika terjadi bencana,” sebutnya.

Dengan kesiapsiagaan ini, BPBD Riau berharap dapat meminimalisir dampak bencana akibat tingginya curah hujan di wilayah tersebut. Hingga saat ini terdapat lima daerah di Riau yang terdampak banjir. Yakni Kabupaten Siak, Pelalawan, Kampar, Indragiri Hulu, dan Kota Pekanbaru. “Lima daerah melaporkan terjadi banjir, total ada 19.833 jiwa yang terdampak dari 5.305 KK,” katanya.(amn/kom/kas/fad/mng/das)

Editor : Rindra Yasin
#banjir pelalawan #buka tutup jalan #jalan lintas timur #jalintim banjir