Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Bisa Dilewati Kendaraan Roda Empat, Banjir di Km 83 Jalan Lintas Timur Surut

M Amin Amran • Senin, 27 Januari 2025 | 06:53 WIB

Personel Polres Pelalawan melakukan pengaturan arus lalu lintas di Jalan Lintas Timur Km 83 Desa Kemang, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan,
Personel Polres Pelalawan melakukan pengaturan arus lalu lintas di Jalan Lintas Timur Km 83 Desa Kemang, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan,


PANGKALANKERINCI DAN BANGKINANG (RIAUPOS.CO) - Banjir yang menggenangi sejumlah badan jalan di Kabupaten Pelalawan mulai surut. Bahkan, di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Km 83 Desa Kemang, Kecamatan Pangkalan Kuras sudah surut dan bisa dilewati kendaraan roda empat, Ahad (26/1).

Kapolres Pelalawan AKBP Afrizal Asri SIK menjelaskan, tinggi permukaan air yang merendam badan jalan di Km 83 ini turun 10 cm. ‘’Beberapa kendaraan roda empat mulai bisa melintas. Begitu juga dengan mobil truk dan mobil besar masih bisa melintasi genangan banjir,” ujarnya, Ahad (26/1).

Namun, pihaknya masih mengimbau kendaraan roda dua untuk tidak memaksakan diri menerobos dan melintas di jalan ini karena permukaan air masih tinggi. “Sehingga masih disarankan melewati jalur alternatif lintas tengah Kabupaten Kuansing,’’ ujarnya.

Baca Juga: Gol Jarak Jauh Lisandro Martínez Bawa Man United Menang Tipis di Kandang Fulham
Mantan Kapolres Intan Jaya, Papua ini menjelaskan, ketinggian air bervariasi di tiga titik. Yakni di Km 74 dan Km 77-78 dengan ketinggian 5 cm-10 cm serta Km 82-83 merupakan titik banjir terparah mencapai 45cm-50 cm.

Kendaraan roda dua disarankan tak melintas karena kondisi badan jalintim saat ini telah banyak mengalami kerusakan dan berlubang. Kendaraan juga rawan terperosok dan menyebabkan mati mesin atau mogok. Perlu waktu cukup lama untuk mengevakuasi sehingga bisa menimbulkan antrean panjang kendaraan.

Afrizal Asri menegaskan, untuk mengantisipasi terjadinya penumpukan kendaraan, petugas gabungan yang berjaga di lokasi masih menerapkan sistem buka tutup jalan. “Arus kendaraan dari arah Pekanbaru menuju Rengat maupun sebaliknya sangat padat. Bila tidak diurai, maka kendaraan akan menumpuk dan arus lalu lintas lumpuh total,” ujarnya.

Ditambahkannya, Polres Pelalawan bersama tim gabungan telah menurunkan puluhan personel gabungan dari Polri, TNI, BPBD, dan Dinas Perhubungan disiagakan untuk melakukan pengamanan dan melakukan evakuasi di lokasi banjir selama 24 jam.

Baca Juga: Pagar Laut “Sangkuriang”

“Petugas gabungan akan tetap all out untuk melakukan pengaturan arus lalu lintas di lokasi banjir agar aktivitas moda transportasi dapat tetap bergerak dan tidak terjadi stuck,” tegasnya.

Di tempat terpisah, Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan Zulfan MSi, Ahad (26/1), menjelaskan, tinggi permukaan air yang menggenangi sejumlah badan jalan kembali menurun 5 cm.

Berdasarkan penghitungan alat pengukur level debit permukaan air Sungai Kampar di jembatan penyeberangan ponton Kecamatan Langgam, ketinggian level air Sungai Kampar saat ini mencapai 3,80 meter. Sebelumnya 3,85 dari batas ambang normal.

“Alhamdulillah, saat ini kondisi banjir yang merendam sejumlah badan jalan di enam kecamatan kembali mengalami penyurutan 5 sentimeter. Sejak tiga hari sebelumnya telah terjadi penyurutan hingga mencapai 28 sentimeter,” terangnya, Ahad (26/1).

Baca Juga: Ange Postecoglou Terancam Dipecat setelah Tottenham Kalah 1-2 dari Leicester City di Kandang

Mantan Sekeraris Dinas Perikanan Pelalawan ini mengatakan, Jalan Lintas Timur Km 83 Desa Kemang Kecamatan Pangkalan Kuras masih mencapai 45 cm hingga 50 cm. “Untuk sepeda motor masih tetap kita sarankan untuk tidak menerobos dan melintasi Km 83 ini,’’ ujarnya.

‘’Namun untuk kendaraan roda empat telah mulai bisa melintas dengan tetap mengikuti arahan petugas di lapangan,” paparnya.

Mantan Sekretaris Diskominfo Pelalawan ini  pun optimistis dalam beberapa hari ke depan banjir yang melanda 18 desa dan kelurahan di 6 Kecamatan Kabupaten Pelalawan ini akan terus mengalami penyurutan hingga kering total.

“Kita optimistis 4 hingga 5 hari ke depan atau sekitar Rabu (29/1) mendatang, banjir di Negeri Sekata ini, khususnya di Jalintim Km 83 akan segera surut total. Selain pengaruh dari penutupan total pintu pelimpahan air waduk PLTA Koto Panjang, intensitas curah hujan sejak beberapa hari terakhir juga telah mulai berkurang,” ujarnya.

Baca Juga: Babak 8 Besar Liga 2: Kalahkan Deltras di Injury Time lewat Gol Matheus Machado, Persiraja Jaga Asa Lolos ke Semifinal

Mantan Sekretaris Diskominfo Pelalawan ini memaparkan, ada sejumlah lokasi badan jalan yang masih digenangi air yakni di Dusun Muara Sako,  Kelurahan Langgam, Kecamatan Langgam. Pasalnya, dusun ini merupakan daerah pertama yang merasakan dampak pembukaan pintu PLTA tersebut.

“Sedangkan ketinggian air yang merendam badan jalan Dusun Muara Sako tersebut saat ini berkisar antara 10cm hingga  40 cm. Saat ini, aktivitas masyarakat setempat perlahan-lahan mulai berangsur normal karena jalan telah dapat dilalui menggunakan kendaraan, khususnya roda empat,” paparnya.

Selain Dusun Muara Sako, sambung Zulfan, kondisi serupa juga terjadi di Kecamatan Bandar Sungai Kijang. Di mana banjir juga telah merendam badan Jalan Pemda yang menghubungkan Desa Lubuk Ogung, Kecamatan Bandar Sungai Kijang menuju Kelurahan Langgam,  Kecamatan Langgam.

Baca Juga: Antisipasi Lakalantas pada Libur Panjang, Satlantas Polres Rohil Gelar Ramp Check Kendaraan

“Kondisi banjir di Jalan Pemda ini sama seperti di Dusun Muara Sako. Air yang merendam badan Jalan Pemda tingginya sekitar 10 cm hingga 40 cm. Sejauh ini, aktivitas kendaraan roda empat juga telah mulai bisa melintas secara perlahan,” bebernya.

Zulfan memaparkan, banjir yang menggenangi badan Jalan Sultan Syarif Hasyim menuju Kantor Bupati Pelalawan juga sudah mulai bisa dilintasi kendaraan roda empat. Hanya saja, untuk roda dua masih dilarang untuk melintas.

“Jadi, kami optimistis dalam beberapa hari ke depan, banjir yang telah merendam sejumlah badan jalan di Kabupaten Pelalawan akan segera surut total. Pasalnya, penutupan pintu waduk ini tentunya akan berdampak positif,’’ ujarnya.

Baca Juga: Tindaklanjuti Pertemuan dengan Menko Infrastruktur, Agung Nugroho Bahas Persoalan Jalan dan Banjir dengan BPJN dan BWS

“Namun, kami tentunya akan terus intens melakukan pemantauan serta monitoring kenaikan air Sungai Kampar. Sehingga jika terjadi kondisi kenaikan air berada pada level berbahaya, maka upaya evakuasi dapat cepat dilakukan,” tambahnya.

Lintas Riau-Sumbar Ramai dan Lancar

Sementara itu, arus lalu lintas di jalan lintas Riau-Sumatera Barat (Sumbar) terpantau ramai dan lancar seiring meningkatnya volume kendaraan karena libur panjang Isra Mikraj dan Tahun Baru Imlek.

Kapolres Kampar AKBP Ronald Sumaja melalui Kasatlantas Polres Kampar AKP Vino Lestari menjelaskan, terjadi peningkatan volume kendaraan di pintu Tol Tanjung Alai XIII Koto Kampar. ‘’Terpantau kendaraan dari arah Pekanbaru menuju Sumbar ramai dan lancar,’’ jelas Vino Lestari.

Karena itu, kepada pengendara yang lewat tol untuk memastikan isi saldo e-tol guna menghindari kemacetan di pintu tol. Vino Lestari menambahkan, untuk jalan lintas Km 106-107 Desa Tanjung Alai sudah selesai pengaspalan dan sudah bisa dilintasi dua arah. ’’Diimbau kepada pengendara untuk tetap berhati-hati dan waspada di musim hujan ini. Kalau mengantuk silakan istirahat di rest area,’’ imbaunya.(das)
 

Editor : Arif Oktafian
#banjir riau #jalan lintas timur #riau #pangkalan kuras